Salurkan BantuanBanjir, 5000 KK Warga Rohil Mengungsi
Portalriau.com-BAGANSIAPIAPI - Sebanyak 5000 Kepala Keluarga (KK) warga wilayah Rokan Hiliir telah melakukan pengungsi karna banjir, hal ini terjadi di enam kecamatan di Rohil yang hingga meluas sampai ke pemukiman masyarakat. Namun baru 40 paket sembako yang di distribusikan ke daerah korbban banjir. "Selama banjir hingga saat ini sudah 5000 Warga Rohil yang telah melakukan pengungsian, karna banjir telah memasuki kemungkiman warga. Dinsos dalamm hal ini baru menyerahkan bantuan 40 paket sembako kepada korban banjir, namun bantuan akan terus berlanjut hingga benar-benar tidak ada pengungsian,"ujar Kepala Dinas Sosial Rohil, Sukma Alfalah, Minggu (15/12).
Menurutnya, 5000 warga yang trendam banjir telah terjadi di enam kecamatan se Rohil yakni Kecamatan Bangko, Pekaitan, Bangko Pusako, Sinaboi dan Tanah Putih Tanjung Melawan, hampir semua rumah penduduk telah terendam banjir,"Dari enam Wilayah ini yang terparah digenanggi luapan air sungai yakni di Kepenghuluan Labuhan Papan, Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, Kabupaten Rohil, daerah tersebut banyak warga melakukan pengungsian. Karna daerah ini termasuk daerah rendah,"ungkap Sukma.
Dikatakan lagi, warga di Kepenghuluan Labuhan Papan, Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan telag mengungsi ketempat famili atau sanak saudarannya. Hal ini atas Laporan yang diterima dari setiap kecamatan yang wilayahnya rawan banjir. Namun Penanganan yang dilakukan dengan kembali membuka posko pengaduan di beberapa titik, tepatnya didepan kantor dinas sosial.
"Upaya bantuan terus dilakukan dengan memberikan 40 paket sembako yang didistribusikan ke daerah yang terkena musibah banjir. Dan kita juga sedang melakukan pendataan terhadap para korban banjir di beberapa kecamatan lainya. Sebab, rata-rata daerah pemukiman para korban banjir berdekatan dengan sungai atau areal pertanian sawah,"tegas Sukma.
Lebih jauh di jelaskanya, ketinggian debit air rata-rata kecamatan sudah mulai ada penurunan, namun warga yang mengungsi belum berani kembali ke rumah masing-masing, mengingat saat ini intensitas curah hujan masih terbilang tinggi,"Saya menghimbau pihak kepenghuluan dan kecamatan untuk segera mengirimkan laporan lagi untuk mendapatkan bantuan darurat, dimana daerah yang belum terdata agar cepat di data dan di lapoorkan,"beber Sukma.
Sebelumnya, Sukma mengatakan pihaknya baru mendata dua kecamatan yang terendam banjir, seperti Kecamatan Pekaitan dan Bangko Pusako, dan areal yang terendam banjir merupakan lahan pertanian dan perkebunan masyarakat,"Baru Pekaitan dan Bangko Pusako yang mengirimkan laporan banjir. Areal yang paling banyak terkena dampak banjir adalah lahan pertanian dan perkebunan,"cetus Sukma.
Mneurutnya, persoalan banjir yang terjadi sifatnya hanya temporer atau sementara. Ia menjelaskan bahwa geografis wilayah Kabupaten Rohil didominasi daerah rawa sehingga menjadi rawan banjir jika curah hujan tinggi,"Kalau curah hujan terus tinggi dan daerah kita menjadi rawan banjir. Dan di katakan darurat baru bantuan akan dikondisikan secepatnya,"kilah Sukma.(anto)