Seminar Lentera Tasawuf Syekh Ibrahim Dihadiri Ribuan Peserta
Portalriau.com - PASIR PANGARAIAN - Pelaksanaan Seminar Nasional Lentera Tasawuf membahas ketokohan Syekh Haji Ibrahim Naqsabandiyah Al-Kholidi (1835-1960), Raby (1/10/2014), dihadiri ribuan jamaah suluk dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Syek Ibrahim, salah tokoh suluk di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).
Pada kegiatan seminar sehari di Convention Hall Masjid Agung Madani Islamic Centre Pasirpangaraian, dibuka dengan Ratik Togak (dzikir berdiri) yang dilakukan para jamaah suluk. Menurut laporan Ketua Panitia Seminar HM Zen yang juga Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Rohul menyatakan, seminar Ketokohan merupakan pertama kalinya digelar Pemkab Rohul.
Jelas HM Zen, seminar itu nantinya menjadi agenda rutin Pemkab Rohul mulai tahun depan, karena masih banyak tokoh-tokoh penting asal Negeri Seribu Suluk lainnya yang perlu diperkenalkan ke seluruh masyarakat luas, di antaranya Syekh Ismail, Syekh Abdul Wahab Rokan, dan tokoh lainnya.
Ketua Jamiiyah Tahareqat Muktabarah Indonesia (Jatmi), H. Maktub Effendi mengatakan, bahwa nilai-nilai tawasuf belum sepenuhnya direalisasikan di kehidupan sehari-hari oleh masyarakat.Dirinya berharap, melalui Seminar Nasional Lentera Tasawuf Syekh Haji Ibrahim Naqsabandiyah Al-Kholidi tersebut, masyarakat lebih mengetahui makna dari tasawuf.
Sedangkan menurut Kakanwil Kemenag Riau Tarmizi Tohor mengakui, bahwa agama jangan hanya sebagai simbol kehidupan, namun harus menjadi panutan di kehidupan sehari-hari. Diakuinya, memang perlu diterapkan bimbingan keagamaan, sehingga masyarakat tidak lari jalur dari kaidah agama.<br><br>
Kata Menurut Tarmizi lagi, penerapan agama yang sudah dilakukan Pemkab Rohul merupakan satu langkah baik. Apalagi, pendidikan agama dilakukan sejak usia dini.” Saya mengajak tokoh ulama, jemaah suluk dan guru untuk gemar menulis. Terutama, tentang ketokohan para tokoh agama asal Rohul atau asal Riau, sehingga apa yang dilakukan mereka di masa lalu diketahui oleh masyarakat,”himbaunya.
Sedangkan dikatakan Bupati Rohul Drs. H. Achmad M.Si dalam pembukannya, berterima kasih dengan seluruh pihak karena mendukung penuh Seminar Nasional Lentera Tasawuf Syekh Haji Ibrahim Naqsabandiyah Al-Kholidi. Seminar tokoh suluk satu ini dirasa penting agar lebih dikenal khalayak.
Katanya lagi, seminar tersebut perlu dilaksanakan, agar ketokohan para tokoh asal Rohul lebih dikenal, termasuk apa yang dilakukan pada masa lampau.
“Saat ini ada tiga pandangan masyarakat terhadap tokoh, seperti pandangan yang tidak peduli dan tidak mau tahu dengan sejarah perjuangan. Kedua, padangan masyarakat yang berlebihan, sehingga mereka mendewakan,”himbaunya.
Selain itu jelas Bupati lagi, yakni pandangan masyarakat yang peduli dengan sejarah. Semua nilai-nilai yang ada juga disesuaikan pandangan Alquran dan hadist. Pandangan ketiga inilah yang patut dicontoh dan diterapkan di kehidupan sehari-hari.
Dalam seminar itu, hadirkan pemakalah pembanding dari empat Universitas Islam Negeri (UIN) ternama di Tanah Air, seperti guru besar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Imam Bonjol Sumatera Barat, UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau dan UIN Sumatera Utara. Sementara, untuk pemakalah utama yakni dr. Afrizon, H. Abdul Somad Lc MA, Ketua Jatmi Pusat, serta Koordinator Tarekat Naqsyabandiah Provinsi Riau.<br><br>
Kegiatan, juga dihadiri Wakil Bupati Rohul Ir. H. Hafith Syukri MM dan unsur Forkompinda Rohul, Pemkab Rohul juga mengundang kalangan mahasiswa dari Fakultas Ushuluddin UIN Susqa Riau, Universitas Pasir Pangaraian dan mahasiswa STAI Tuanku Tambusai. Seminar itu turut dihadiri para mursyid, khalifah, anggota jamaah tarekat Naqsabandiah di Provinsi Riau, pejabat di lingkungan Pemkab Rohul, dan undangan lain.
Dalam seminar Ketokohan Syekh Ibrahim Naqsabandiah Al-Kholidi merupakan rangkaian dari Haul Syekh Ibrahim Al-Kholidi ke-54 tahun yang akan digelar di Surau Suluk Syekh Ibrahim Kampung Baru, Desa Koto Tinggi, Kecamatan Rambah pada 7 Oktober 2014 nanti.
Syekh Ibrahim Naqsabandiyah Al-Kholidi, adalah salahsatu tokoh Tarekat Naqsabandiyah, dimana tokoh suluk ini wafat pada 1960 Masehi di usia 120 tahun, dan dimakamkan di pemakaman umum Desa Babussalam, dekat makam istrinya Kidjam yang Wafat pada 9 Agustus 1969 M dalam usia 105 tahun.Sehingga makam keduanya berdekat makam Ibunda Bupati Rohul, Siti Fatimah bergelar Menjo.