Sering Mati Lampu. PLN Sebut Tower Listrik Di Sumsel Tumbang
BAGANSIAPIAPI - Jelang Idul Fitri 1435 H, pemadaman listrik yang dilakukan PLN Bagansiapiapi, yang bersumber dari jaringan lisrik tenaga diesel (PLTD) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang semakin rutin terjadi. Karna salah salah satu tower listrik di Sumatra Selatan (Sumsel) tumbang. Sehingga mati lampu akan sering di lakukan.
Sebelumnya Jumat (18/7) listrik jaringan PLTA padam dari pukul 21.00 WIB sampai pukul 01.00 WIB siang, kemudian Sabtu (19/7) dari pagi listrik PLTA juga padam dari pukul 10.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB sore. Di tambah minggu (20/7) listrik PLTA kembali padam dari pukul 12.00 WIB hingga 17.30 Wib sore. Kondisi sama juga terjadi sepekan lalu. Akibat pemadaman ini, masjid-masjid dan mushola tidak dapat mengumandangkan azan. Warga yang mengunakan rice coker tidak bisa memasak nasi buat berbuka.
Sepertinya PLN ini tidak mengerti betapa listrik dibutuhkan buat menjalankan aktivitas beribadah dan kebutuhan rumah tangga. Kami berharap managemen PLN Riau menganti oknum-oknum PLN yang tidak becus dengan mereka yang paham dengan kondisi masyarakat, jelas Edwin, warga Bagan Kota, Selasa. (22/7).
Sementara itu, Manager PLN Cabang Dumai Rayon Bagansiapiapi, Al Azhar kepada warawan mengatakan, pemadaman listrik terjadi disebabkan adanya kerusakan jaringan listrik di Sumatera Selatan (Sumsel). Ada tower yang roboh di Sumsel sehingga terpaksa ada pemadaman, Pak, kata Al Azhar, singkat.
Ditanya lebih lanjut, tower di Sumsel yang tumbang berada jauh dengan Rohil, dan sumber listrik Rohil berasal dari PLTA Koto Panjang, Al Azhar menyebutkan disebabkan sistim interkoneksi jaringan listrik. Kan interkoneksi Sumatera. Coba bapak search di internet, semuanya ada tertera disana pungkasnya Azhar.(anto)