Sudah Masuki Empat Hari, Jenazah Bocah SD Tenggelam Belum Ditemukan
Portalriau.com - PASIR PANGARAIAN - Sudah memasuki empat hari, jenazah murid kelas lima sekolah dasar (SD) Rantau Kasai Desa Tambusai Utara,Kecamatan Tambusai Utara, Nanda Pratama (10) yang tenggelam di Sungai Batang Kumu, belum juga ditemukan.
Hingga kini, Tim Pencari fokus mencari jauh di hilir sungai.Diakui Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rohul, Prasetyo, Jumat (12/12/2014) mengakui, proses pencarian jenazah Nanda di Sungai Batang Kumu, sudah libatkan ratusan orang baik Tim Reaksi Cepat BPBD Rohul 5 orang, Basarnas Pekanbaru 7 orang, TNI, Polri 20 orang lengkap dengan river boat.
Selain itu, Pemuda Pancasila, juga turunkan 25 orang guna membantu mencari jasad korban. Termasuk bantuan dari sejumlah penyelam tradisional. Prasetyo juga akui, proses pencarian jasad Nanda terpaksa dihentikan.
Bahkan pada pukul 06.00 Wib Jumat, red, pencarian dilanjutkan lagi,”ucap Prasetyo.
Prasetyo juga menyatakan, diperkirakan korban hanyut di hilir sungai sudah berada jauh. Karena itu, petugas gabungan fokus mencarinya di hilir sungai, jauh dari tempat kejadian perkara atau TKP.
“Sudah sekitar 30 kilometer ke hilir sungai tim mencarinya, karena diperkirakan, korban hanyut jauh, terseret arus sungai,”katanya lagi.
Dalam mencari jasad Nanda, BPBD Rohul dan Basarnas Pekanbaru menurunkan sedikitnya 3 perahu bermesin dari fiber.”Petugas akan mencari selama tujuh hari. Dan jika tidak ditemukan, sesuai prosedur, proses pencarian akan dihentikan,”tuturnya.
Nanda Putra, anak Sariman Siregar, dilaporkan tenggelam dan hanyut di Sungai Batang Kumu sejak Selasa (9/11/2014) lalu, sekitar pukul 15.00 WIB. Sejak dilaporkan tenggelam kemarin, tim gabungan berupaya menemukan jasadnya.
Dimana saat korban dan rekannya mandi, mereka melompat ke sungai. Namun, saat giliran Nanda melompat, dia menimpa temannya. Dari insiden itu, kabarnya satu temannya terluka ringan, namun sempat diselamatkan oleh teman-temannya.
Bahkan diperkirakan, Nanda tenggelam dan terseret arus Sungai Batang Kumu, setelah mengalami luka saat meloncat tertimpa rekannya. Ketiga temannya sempat mencari dan menunggunya di hilir sungai, namun korban tidak ditemukan saat itu. (MPR)