Tak ada Perhatian , Persatuan dok Kecam PT. Diamond
Portalriau.com - BAGANSIAPIAPI - Persatuan dok Bagansiapiapi Rokan Hilir (Rohil) mengecam keberadaan PT. Diamond Raya Timber, karna selama beroperasi di wilayah Rohil tersebut tidak pernah ada perhatian kepada masyarakat terutama pengusaha dok pribumi. "Selama PT Diamon beroperasi di Rohil, tidak pernah ada perihatian kepada masyarakat pribumi terutama penghusaha pengalangan dok yang sudah lama hidup di Rohil, jadi untuk apa mereka (PT. Diamon, red) beroperasi di Rohil kalau tidak ada perhatian ke pengusaha lokal dalam memenuhi kebutuhan bahan baku,"ujar Ketua dok yang bernaung di dalam Koperasi Usaha Rokan Hilir, Awi. Minggu (2/3) di Bagansiapiapi.
Menurutnya, Dalam operasi setiap perusahaan tambang maupun hutan negara di mana pun, telah ada hak masyarakat sebesar 5 persen dari total yang di peroleh selama satu tahun,"dalam aturan pmerintah, setiap tahun ada 5 persen hak masyarakat yang harus di serahkan dari total usaha bersih yang di terima setiap tahun, namun hak 5 persen itu tidak pernah di berikan ke masyakat. Pada hal kita mau membeli hasil produksi kayu yang mereka tebang tersebut, yang juga hasil 5 persen uuntuk masyarakat,"tegas Awi.
Dia mengatakan, Selama ini pengusaha dok di Bagansiapiapi untuk memenuhi kebutuhan bahan baku mencari baha ke luar daerah, pada hal kayu yang ada di rohil sebenarnya sangat cukup dan banyak,"namun kita tidak bisa membeli daerah kita sendiri, pada hal dari 2010 permohonan melalui koppperasi untuk membeli kayu ke PT. Diamon sudah lama di sampaikan. Namun hingga saat ini tidak ada jawaban dari perusahaan Diamon, pada hal kita membeli bukan mau meminta untuk kebutuhan bahan baku kapal,"ungkap Awi.
Tambah Awi, pihaknya sangat mendukung langkah Bupati yang tidak akan memperpanjangan izin operasional PT. Diamon di Rohil, langkah tersebut diambil karna selama ini memang keuntungan masyarakat terhadap perusahaan tersebu tidak tampak,"kita (koperasi, red) sangat setuju yang di katakan Bupati waktu itu tidak akan memperpanjang izin PT Diamon, karna selama ini memang tidak ada keuntungan kepada masyarakat pribumi,"kecam Awi.(anto)