Tak Sesuai Dengan Pembayaran. PLN Cabut Meteran Konsumen Yang Bermasalah

BAGANSIAPIAPI - Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Bagansiapiapi yang bekerjasama dengan PLN Cabang Dumai melakukan pencabutan secara paksa meteran konsumen yang bermasalah. Pasalnya, pembayaran beban listrik yang di bayar oleh konsumen tidak sesuai dengan daya yang di miliki oleh konsumen tersebut. Sehingga di duga ada permainan yang di lakukan oleh konsumen terhadap daya listrik.  

Sudah 30 meteran konsumen PLN yang kita cabut di Bagansiapiapi, karna pembayaranya tidak sesuai dengan daya yang di miliki di meteran. Semuanya telah mempermainkan daya dengan merusak salah satu kabel di dalam meteran, ujar Koordinator Lapangan PLN, Ridho. saat meminpin operasi pemutusan.Rabu (4/6) di Bagansiapiapi.

Menurutnya, Semua meteran listrik yang di lakukan pencabutan ini di duga telah melakukan permainkan daya listrik. Dengan melakukan pemutusan salah satu kabel yang ada di dalam meter. Sehingga jalannya amper yang ada di meter menjadi lambat. Sehingga pemakainya tidak sesuai dengan yang di bayar ke PLN. 

Rata-rata temuan kita betul ada permainan daya listrik oleh konsumen, temuan ini akan kita serahkan ke kantor pusat untuk di selesaikan secara administrasi. Kita hanya membuat berita acara pencabutan ke konsumen. Apa hasilnya tergantung nanti oleh orang kantor, tegas Ridho.

Dia mengatakan, permainan daya listrik yang ada di dalam meteran ini merupakan modus lama yang di lakukan oleh konsumen di beberapa tempat. Namun bagaimanapun permainan ini telah di ketahui oleh pihak PLN. Karna daya yang di miliki tidak sesuai dengan yang di bayar.

seperti contoh meteran bekas dialer kapella Bagansiapiapi ini kita cabut, karna daya listrik nya sebesar 2200 Wat. Namun ketika pembayaran ke PLN hanya Rp158.000. Seharusnya daya sebesar ini lebih dari yang di bayar saat ini. Dan ketika kita periksa meternya benar ada yang di permainkanya. Sehingga jalanya meter menjadi lambat, ungkap Ridho.

Lebih jauh dikatakanya, rata-rata semua meter konsumen yang di cabut melakukan pelanggaran yang sama, dengan memutuskan salah satu kabel yang ada di dalam meter. Sehingga jalanya amper meter menjadi lambat. Dan otomatis pembayaranya akan kecil, pada hal daya yang di miliki sangat besar dari pembayaran konsumen lainya.

Biasannya kalau dayanya besar, banyak atau tidak banyak pemakaian lampu pasti pembayarannya akan tinggi, namun ini yidak karna adanya permainan jadi pembayaran menjkadi kecil. Seharusnya besar. Dan ada lagi dayanya 4400 Wat juga pembayaranya kecil, hal itu juga kita cabut dan kita bawa kekantor. Bagi konsumen yang ingin melanjutkan agar dapat mengurusnya ke kantor, beber Ridho.    

Lanjutnya, terhadap sangsi yang akan di berikan ini bisa berbentuk dengan mengantikan meter dengan prabayar atau tetap seperti biasanya. Dan akan mengantikan semua biaya atau beban yang di pakaikan selama ini,"kalau sangsi pidanaya saya belum tahu, tergantung nanti dari kantor,"pungkas Ridho.

Sementara itu, penjaga ruko Capella Bagansiapiapi, Herman. ketika di minta tangapan, mengaku terkejut dan tidak mengetahui kalau ada permainan di dalam meter PLN. Karna selama ini dirinya hanya menyewa bangunan untuk membuat usaha.

Saya terus terang tidak tahu ada permainan di dalam meter PLN, selama ini saya hanya membayar setiap bulan.karna saya hanya menyewa gedung ini sementara. Lapun saya tidak banyak memakai listrik hanya lampu dan kipas angin. Kalau seandainya saya membayar semua selama ini saya tidak akan mau, tentu saya tanya dulu ke pemilik gedung ini. Karna saya hanya menyewa, beber Herman.

Konsumen lainya, Awi, juga tidak mengetahui adanya permainan di dalam meter miliknya, karna selama ini meter yang ada di rukonya telah di kunci dan di beri segel oleh PLN. Sehingga tidak bisa di buka begitu saja oleh konsumen.

Setahu saya selama ini meternya di kuncu dan di beri segel oleh PLN, jadi bagaimana ada permainan meter di dalam nya. Karna yang tahu semuanya soal meter hanya PLN. Kalau kita mana tahu, cetus Awi.

Awi juga mengaku kecewa dengan PLN, yang melakukan pemutusan secara mendadak tanpa adanya pemberitahuan terlebih dulu. Sehingga merugikan masyarakat dalam membuka usaha, sudah berapa rugi kita selama meter listrik ini di cabut, selama ini kita pakai genset untuk menghidupkan lampu, dan itu sudah berapa ruginya. Sementara saya membuka minimarket, hal itu yang harus di perhatikan PLN sebelum melakukan pemutusan, timpal Awi di dampingi istrinya Sanlih.(anto)

Berita Terkait

Bupati Labuhanbatu Sambut Kepulangan 217 Jamaah Haji Kloter 13 di Asrama Haji Medan

MEDAN,Portalriau.com– Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, MKM, menyambut langsung kepulangan Jamaah Haji Kelompok Terbang (Kloter) 13 asal Kabupaten Labuhanbatu di Asrama Haji Medan,…...

217 Jama'ah Haji Labuhanbatu Tiba di Bumi Ika Bina En Pabolo

Labuhanbatu,Nusa24.com- Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Bumi Ikata Bina En Pabolo saat Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu menyambut kepulangan rombongan jemaah haji asal daerah tersebut, di…...

Meriahnya Perayaan 1 Suro di Desa Kampung Baru, Ribuan Warga Antusias Ikuti Kirab Budaya Jawa

Labuhanbatu, Portalriau.com- Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai perayaan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang bertepatan dengan 1 Suro 1960 Jawa di Desa Kampung Baru,…...

Nt. Hj. Wanjuma Sari Dewi Hadiri Pentas Seni dan Pelepasan Siswa SDN 6 Rantau Utara

Labuhanbatu, Portalriau.com- Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Labuhanbatu, Ny. Hj. Wan Juma Sari Dewi, menghadiri acara Pentas Seni dan Pelepasan Siswa-Siswi Kelas…...

Warga Minas Rajut Kemandirian Ekonomi Lewat Budidaya Lele

Siak---Portalriau.com---, 15 Juni 2026 – Memasuki masa pensiun sering kali mendatangkan kecemasan tersendiri bagi sebagian orang. Terutama terkait kepastian sumber pendapatan untuk menopang kebutuhan keluarga…...