Terkait Pupuk Subsidi Di Kecamatan Pinggir, Bengkalis MEMBANTU PETANI ATAU MEMANFAATKAN PETANI
PINGGIR-Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah mempunyai komitmen yang kuat untuk memajukan serta mensejahterahkan kehidupan para petani. Berbagai program pemerintah pun terciptakan, dari program memberikan bantuan dalam bentuk barang atau perlengkapan alat-alat pertanian, program bantuan dana, program penyediaan pupuk bersubsidi, dan lainnya.
Akan tetapi realita di lapangan yang terjadi sangatlah berbeda. Apa yang telah diprogramkan oleh pemerintah pusat atau pun daerah dalam hal untuk mensejahterahkan para petani, ternyata tidak sesuai dengan harapan. Kenyataannya program-program tersebut hanya di nikmati oleh oknum-oknum tertentu saja. Seperti, program pemerintah dalam hal penyedian pupuk bersubsidi. Kenyataanya di lapangan yang terjadi, para petani tersebut sangatlah kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi.
Hal demikian yang terpantau Di Kecamatan Pinggir, Bengkalis, yang mayoritas masyarakatnya bermata pencarian petani dan berkebun. Kebutuhan akan berbagai fasilitas atau informasi akan pertanian atau pun perkebunan, serta kebutuhan akan pupuk subsidi, sangatlah minim/susah diperoleh para petani. Terutama akan kebutuhan akan pupuk subsidi.
Seperti Jack, warga Desa Pinggir yang juga merupakan seorang petani perkebunan sawit ketika di temui tim di halaman rumahnya (22/04), terkait dengan pupuk subsidi menyatakan, sangat susah saya memperoleh pupuk subsidi. Pernah saya ikut dalam kelompok tani, yang katanya jika sudah masuk dalam kelompok tani, akan mudah memperoleh pupuk subsidi. Yang mana nama kita sudah terdaftar, dan jatah kita pun sudah ada. Ya.., kita tinggal menebusnya dengan harga yang sudah ditentukan, terang Jack.
Lanjutnya, namun lama saya menunggu, pupuk pun tak kunjung datang. Apakah saya sebenarnya dibantu atau sekedar di manfaati saja hanya untuk memenuhi syarat pemenuhan RDKK ( Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok ) nya ???. Penipu semuanya itu, ungkap Jack dengan nada kesal.
Terakhir ungkap Jack, di hapuskan saja pupuk subsidi pemerintah ini. Kalau pun di lanjutkan, harapan kita kepada pihak yang terkait, agar melaksanakn pengawasan yang benar-benar lah terhadap penyaluran pupuk, jangan malah menjadi pelaku penyelewengannya juga, tegas Jack.
Sementara Kepala UPTD Perkebunan dan Kehutanan Kecamatan Pinggir, Mushon, saat ditemui tim di ruangan kantornya (23/04), menjelaskan, kuota untuk pupuk subsidi sebelumya kan sudah ditentukan, jadi yang sesuai dengan kuota tersebutlah yang tersedia. Seperti untuk Tahun 2014 ini, kuota pupuk subsidi yang dikeluarkan - sesuai dengan SK Bupati, jumlahnya berkurang dari Tahun 2013 yang lalu. Namun yang sudah beredar sampai dengan bulan april ini, pantauan saya sudah lebih dari jumlah kuota yang ditentukan. Dan saya pun tidak mengetahuinya. Jelasnya kepada para petani, bentuklah kelompok-kelompok tani yang benar, dan segera mendaftarkannya kepada instansi yang terkait, terang Mushon. -efn-