Terkait Rangkap Jabatan. Sekcam Bantah Tidak Diwawancari Wartawan.
Portalriau.com-BAGANSIAPIAPI - Ada-ada saja tingkah laku pejabat publik, seharusnya sebagai pejabat pablik harus terbuka terhadap pemberitaan apappun. Namun Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Pasir Limau Kapas (Palika) ini telah membantah dirinya di wawancarai oleh Wartawan salah satu media, terkait pemberitaan Sekcam Rangkap Jabatan sebagai penghulu Pulau Jemur.
Pada hal Sekcam tersebut pernah telah di wawancarai langsung oleh salah satu Wartawan."Seharusnya sebagai pejabat publik Sekcam harus jujur kalau di tanyai wartawan tentang rangkap jabatan, karna ketika saya konfirmasi ulang terhadap pemberitaan Sekcam rangkap Jabatan. Malah sekcam membantah tidak di wawancarai wartawan. Seharusnya kalau berita itu tidak benar maka tidak perlu takut, malah Sekcam membantah tidak ada di wawancarai wartawan,"ujar Wartawan Posmetro Rohil, Dermawan. Senin (9/12) di Bagansiapiapi.
Menurut Dermawan, seandainya pemberitaan yang di naikan oleh wartawan di sebuah media tidak benar, seharusnya Sekcam tidak perlu takut dan membantah tidak di wawancarai wartawan ketika di konfirmasi ulang. Seharusnya sekcam proaktif dan menjelaskan semua kejadian tersebut.
"saya juga heran ketika saya konfirmasi ulang terhadap pemberitaan sekcam sebagai penghulu yang di tuding menerima bantuan pusat Rp 5 miliar untuk pulau jemur, sekcam tidak mengakui ketika di konfirmasi ulang saat di wawancarai oleh wartawan sebelumnya. Sehingga menganggap pemberitaan tersebut tidak benar, malah dia mengaku baru tahu info itu ketika saya konfirmasi ulang,"bebernya.
Dermawan juga menuding Sekcam pasti mengimformasikan info yang tidak benar kepada dirinya, karna seorang wartawan tidak mungkin menaikan sebuah berita tanpa di konfirmasi terlebih dahulu kepada yang bersangkutan,"apa lagi pemberitaan itu bersifat dugaan tentang penerimaan bantuan uang, untuk itu pasti berita tersebut benar adanya dan pernah di wawancarai oleh wartawan. Namun hanya Sekcam saja yang tidak proaktif,"kecamya.
Sebelumnya, Sekcam Palika, M Sidik, SAg Ketika di konfirmasi terhadap jabatan sebagai penghulu palika juga melarang wartawan untuk memberitakan, karna menurutnya bahwa isu tersebut tidak benar, apa lagi tentang bantuan pusat sebesar Rp5 Miliar untuk pulau jemur,"lebih baik tak usah di beritakan isu tesebut untuk di naikan, karna saya keberatan nama saya di naikan,"kata Sidik.
Dilain pihak, Assisten I Sekdakab Rohil, Wan Syarif Rusli, ketika di minta tanggapanya mengungkapkan, kalau benar pemberitaan itu harus di beritakan, dan harus terus di telesuri hingga tuntas terhadap bantuan Rp5 miliar tersebut,"memang di penghuluan pulau jemur tidak ada penghulu maupun penghulu tempatan, karna perdanya baru saja di sahkan. Kalau pun ada hanya Plh penghulu yang di SK kan oleh Bupati,"kata Wan Syarif. Seraya mengatakan meminta bukti terhadap yang di sampaikan oleh masyarakat, dan akan menelusuri hingga tuntas.(anto)