Tiang Utama Jatuh Ke Laut. Menko Kesra Resmikan Pembukaan Iven Bakar Tongkang
BAGANSIAPIAPI - Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), Dr. Agung Laksono membuka secara langsung kegiatan iven wisata Nasional ritual Bakar Tongkang di Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau, Sabtu (14/6). Dalam pembakaran tongkang ini tiang utama bakar tongkang yang di tungu ribuan warga tionghoa itu jatuh ke arah laut, dan di yakini bagi warga tiongha selama setahun rezeki banyak di daerah laut.
Tahun ini tiang utama tongkang jatuh kelaut, artinya arah rezeki sekarang berada di laut. Dan usaha apapun bisa meraih sukses tahun 2014 di air, ujar Sekretaris Panitia Bakar Tongkang, Asanto, di lokasi pembakaran tongkang, Sabtu (14/6).
Menurutnya, jatuhnya tiang utama kapal tongkang berbeda dengan tahun lalu, di tahun lalu tiang tongkangnya jatuh ke arah tengah yaitu antara laut dan darat. Namun tahun ini jelas tiang utama jatuh ke laut, dan artinya rezeki saat ini dan kedepanya berada di laut, Upacara ritual bakar tongkang ini sangat meriah, kapal ini diantar ke lokasi pembakaran telah diantar ribuan masyarakat Tionghoa dari dalam negeri maupun manca negara. Dengan mengelilingi kota Bagansiapiapi, terang Hasanto.
Dalam Iven wisata tahunan tersebut juga hadir langsung Gubernur Riau, H. Annas Maamun, Kapolda Riau, Brigjen Pol Condro Kirono, Danrem 031/WB Brigjen TNI, Prihadi Agus Irianto, Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Budi Siswanto, Bupati Rohil, H. Suyatno, Dandim 0303/Bkls Letkol, Zni Mahfud Gozali, Kapolres Rohil, AKBP Tonny Hermawan, Ketua DPRD Rohil, Nasrudin Hasan, Kejari Bagansiapiapi, Moh Zaenuddin dan Tokoh Masyarakat tiongha yang juga bos baut Bagansiapiapi, Sugianto.
Menko Kesra, Agung Laksono dalam sambutanya mengatakan, iven ritual bakar tongkang digambarkan sebagai nilai budaya turun temurun yang melekat dihati masyarakat etnis tionghoa khususnya Bagansiapiapi, dan masyarakat Riau umumnya. Hal ini harus di lestarikan dengan baik demi kemajuan daerah dan nasional, Upacara prosesi ritual bakar tongkang memiliki nilai historis yang tinggi di kaalangan etnis tiongha, karena memiliki potensi kepariwisataan yang cukup besar bagi daerah dan nasional umumnya, harus terus di lestarikan kedalam cakar budaya, tutur Menko Kesra.
Dia menjelaskan, kegiatan ritual ini juga diartikan sebagai perhargaan tinggi nilai terhadap keanekaragaman budaya di Indonesia, etnis suku dan bangsa di Kota Bagansiapiapi khususnya, Ini menunjukan tingginya toleransi beragama dan saling menghargai antar umat beragama, Oleh karena itu, pemerintah pusat juga menginginkan dengan iven ini memberikan inovasi dan kreasi dalam menggalakan program memberantas kemiskinan di daerah, tegas Menko Kesra dari Golkar ini.
Gubernur Riau, H. Annas Maamun mengungkapkan, ritual bakar tongkang setiap tahun di laksanakan dengan semeriah mungkin, pemerintah dalam hal ini terus membantu berbagai Fasilitas termasuk kelancaran para wisatawan yang hadir ke Bagansiapiapi dalam menyaksikan bakar tongkang. Karna wisatawan bakar tongkang juga termasuk wisata yang menarik di Propinsi Riau.
Bakar tongkang setiap tahunya di hadiri ribuan wisatawan dari panca negara, kita akan terus mengundang pejabat negara untuk hadir menyaksikan bakar tongkang ini. Setelah ini Bagansiapiapi akan mengadakan kegiatan tidak kalah pentingnya yaitu imleh atau cap gomeh, hal yang juga di hadiri ribuan wisatawan. Budaya seperti ini yang akan terus kita lestarikan dan kembangkn, beber Gubernur.
Sementara itu, Bupati Rohil, H. Suyatno mengaku iven bakar tongkang di laksanakan setiap tahun di Bagansiapiapi, bakar tongkang ini telah masuk dalam agenda wisata nasional yang dilaksanakan warga tionghua Bagansiapiapi yang ada di luar daerah setiap tahunnya. Dan bakar tongkang ini menunjukkan adanya kerukunan umat beragama yang harmonis dan damai di Rokan Hilir.
Sejauh ini kerukunan umat beragama terjamin tidak pernah timbul pergesekan antar etnis, suku dan agama. Dan ini semua berkat pembinaan pemerintah dalam pemersatu etnis yang ada didaerah, Pemerintah daerah mengucapkan selamat perayaan bakar tongkang, dan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang menjaga daerah tetap aman dan kondusif, ungkap Bupati.(anto)