Tidak Miliki Uang, Tiga Korban Terbakar Lampu Teplok Masih Dapatkan Perawatan di RSUD
Portalriau.com - PASIR PANGARAIAN - Tiga korban terbakar akibat meledaknya jirigen bekas bensin di Desa Kepayang Kecamatan Kepenuhan Hulu, hingga, Senin (15/9/2014), masih dirawat di RSUD Pasir Pangaraian.
Korban terbakar yang merupakan warga asal pulau Nias, Sumatera Utara yang jadi korban jirigen meledak, Ayu Niatwati Bulele (12) dengan luka cukup parah masih dirawat di ruangan ICU RSUD Pasir Pangaraian. Bahkan siswi SMPN 1 Desa Pekan Tebih Kecamatan Kepenuhan Hulu itu, rencananya akan dibawa pulang pihak keluarga, karena mereka tidak miliki dana meski sudah mengurus kartu BPJS.
Kemudian korban lainnya Rostiani (37) serta Fatimah Daili, yang masih berusia 1 bulan 1 minggu, kini juga dirawat di ruangan Cempaka. Rostiani mengalami luka bakar di sekujur tubuh dan wajahnya. Sedangkan Fatimah sekujur tubuh termasuk wajah dan mata kirinya ikut terbakar.
Diakui ayah korban, ketiga anaknya terbakar pada Selasa (9/9/2014) sore lalu, saat sedang makan. Saat itu, seorang anaknya tengah mengisi minyak tanah ke lampu teplok gunakan jirigen bekas bensin ukuran 5 liter.
“Saat itu, adik saya tidak tau bila jerigen itu bekas bensin. Bahkan saat diisikan ke lampu jerigennya terbakar dan terlempar ke tubuh anak saya ,Ayu Niatwati,”terang Ali Nurddin Bulele didampingi istrinya Atilia Hia (38) kepada di RSUD, Senin (15/9/2014) sore.
Ali Nurddin Bulele juga mengakui, anaknya menjadi korban terbakar dengan luka cukup parah. Saat insiden, api sempat lama membakar tubuh anak gadisnya tersebut.
“Anak saya sempat berguling-guling, namun api tidak juga padam. Padahal api yang membakar kain jendela cepat padamnya,”cerita Ali dan diakuinya rumah yang mereka sewa di Aek Nadenggan, Desa Kepayang selamat dari jilatan api.
Walaupun sudah mengurus kartu BPJS, Ali berencana membawa Ayu pulang ke rumahnya di Kota Tengah, Kecamatan Kepenuhan. Diakui ayah tiga anak itu, dia tidak punya cukup dana untuk merujuk anaknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.
“Walaupun biayanya gratis, namun untuk ongkos dan makan kami disana nanti siapa yang membantu. Kami tidak punya uang,”jelas Ali, yang juga mengaku hanya menanam ubi kayu di sekitar rumah sewanya di Desa Kepayang.
Sementara itu, di ruangan Cempaka RSUD Pasir Pangaraian, dua korban lainnya juga masih dirawat, Rostiani serta bayi berusia 1 bulan 1 minggu bernama Fatimah Daili.
Diterangkan Antonius Daili, istrinya Rostiani yang mengalami luka bakar di bagian tubuh depan dan wajahnya sudah menjalani operasi. Sedangkan bayinya Fatimah baru Selasa (16/9/2014) dini hari nanti akan dioperasi.
Tapi dirinya merasa khawatir dengan kondisi bayinya. Luka bakar cukup parah terjadi di bagian wajahnya. Dia berharap, operasi berjalan lancar. “Saya tidak tau bagaimana membayarnya nanti, walaupun sudah mengurus kartu BPJS namun pasti harus membayar jutaan rupiah,”jelas Antonius Daili, dan sesekali mengipasi tubuh istrinya.
Dirut RSUD Pasirpangaraian Wildan Asfan Hasibuan mengakui, dirinya tidak mengetahui berapa persen luka bakar dialami ketiga korban. Bahkan dijelaskan Wildan, korban luka dengan cukup bakar serius bernama Ayu yang dirawat di ruangan ICU memang akan dirujuk ke Pekanbaru, sebab RSUD Pasirpangaraian belum punya ruang ICU khusus untuk anak.
“Dokter yang menetapkan pasien harus dirujuk ke RSUD Arifin Achmad, serta harus ada persetujuan dari keluarga korban,”ucap Wildan, saat ditanya kapan Ayu akan dirujuk ke Pekanbaru.(Alfian)