Tingkat Kunjungan RBT Menurun, Dua Tiang Tongkang Tumbang Kedarat
Portalriau.com - BAGANSIAPIAPI - Iven Nasional Ritual Bakar Tongkang (RBT) tahun ini terjadi penurunan jumlah penurun. Hal ini selain disebabkan Bulan Suci Ramadan juga dibarengi dengan panasnya terik Matahari. Tahun lalu Tingkat kunjungan wisatawan dari berbagai daerah dan manca negara mencapai 50 Ribu pengunjung. tahun ini Kunjungan wisatawan diperkirakan hanya sekitar 30 Ribu wisatawan.
Perayaan Ritual Bakar Tongkang,yang masuk di Kelender Nasional sebagai Objek Wisata Kabupaten Rokan Hilir yang setiap Tahun nya di Hadiri Ribuan Wisatawan dari Luar Daerah maupun dari Manca Negara membuat Kota Bagansiapiapi menjadi ramai. Tujuan dengan dilakukan nya upacara yang berbentuk Ritual ini,untuk menentukan Arah Rezeki bagi Masyrakat Tionghoa. Disisi lain pembakaran Kapal Tongkang ini supaya kapal tersebut tidak membawa nya pulang ke kampung halaman nya.
Tahun ini Perayaan RBT Dihadiri oleh Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman, Deputi Kementrian Pariwisata, Staf Ahli Kementrian perhubungan, Badan penanggulangan teroris Nasional, Komjen Said Usman, Dandrem 031 Wrabima Nurendi, Kapoda Riau, Brigjen Dolly Bambang Hermawan, Kapolres Rohil AKBP Subantoro, SIK, Kajari Rohil Moh. Zaenudin, Dandim 0303 Bangkalis Letkol Wahyu para pimpinan SKPD, dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya Bupati Rohil mengatakan akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengembangkan Areal Pembakaran Tongkang. Namun, karena tempat tersebut dijadikan tempat yang bersejarah oleh sesepuh warga tionghoa. maka niat baik kita untuk memperluas Areal tersebut tidak bisa dilakukan. "menurut warga tionghoa tempat pembakaran Tongkang itu tempat sejarah bersandarnya kapal saat menemukan Kota Bagansiapiapi, "ujar Suyatno.
Bupati mengaku semua terlaksana berkat kekompakan etnis tiongua dan pemkab rohil serta campur tangan Sugiyanto (raja baut, red) yang merupkan pengusaha sukses asli Bagansiapiapi. ''Semua kita persiapkan sejak lama sehingga bisa besar acaranya seprti yang kita lihat saat ini,'' ujar Bupati.
Sementara itu, Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman mengatakan Ritual bakar Tongkang ini iven nasional yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya di Rokan Hilir. Iven Ritual ini salah satu budaya masyarakat tionghoa yang ada di Propinsi Riau. "di dunia Ritual ini hanya ada di kota Bagansiapiapi, "kata Andi Rahman.
Andi menambahkan, ritula tahunan ii merupakan salah satu unggulan wisata yang ada di Provinsi Riau. bahkan sangking besar gaungnya mampu menarik wisatawan puluhan ribu orang setiap tahunnya.'' Saua dan ketua DPRD Riaus ert rombongan menyenpatkan diri untuk datang walupun tidak bisa sampai usai,'' kata mantan anggota DPR RI ini.
Plt Gubri dan Kapolda mengikti acara hingga pukul 16.00 WIB namun sebelum eranjak pulang menggunkan helikopter menyempatkan diri untuk menghampiri Replika Kapal Tongkang sekitra 500 m saat masih diarak. Plt Gubri, Kapolda, Danrem, Kapolres, Bupati dan unsurMuspida terlihat ikut engangkat replika sekitar 100 meter. tentu saja mendapat perhatian dari ribuan masyrakat tionghua yang saat itu ikut mengiringi.
Ritual pembakaran dimulai pukul 16.30 WIB Danrem, Bupati, Kapolres, Sugiyanto dna tamu undnagan lainnya menaiki replika yang sudah diletakkan ditempat pembakaran. pejabat tinggi pemkab rohil dan instansi TNI dan POLRI itupun melambaikan tangan kepada ribuan etnis tionghua yang sata itu terlihat memegang dupa yang dibakar.
Sekitar 20 menit kapal habis terbakar, detik-detik yang ditunggu pun tiba, akhirnya arah tongkat jatuh ke darat. masyarakat tionghua mempercayakan, apabila jatuh kedarat kemungkinan tahun depan asal rezeki banyak berasal dari darat dan sebaliknya. arah ini berbeda dari RBT tahun lalu yang mana tongkat mengarah ke laut.
Hingga pukul 18.00 WIB pusat kota Bagansiapiapi terlihat macet karena ramainya pengunjung yang pulang. namun smeua diatasai dengan baik oleh ratusan personel kepolisian yang diturunkan oleh Polres Rokan Hilir. sementara itu salah seorang tokoh Tionghua Bagansiapiapi Aguan (50) membenarkan tingkat kunjungan menurun akibat cuava musim kekaran hutan dna lahan. ''Iya berkurnag jumlahnya, orang takut karena cuaca berasap dan ada kejadian kapal terbang jatuh,'' katanya.
Namun secara umum untuk masyrakat tionghua tetap ramai seperti tahun lalu. hanya saja pengunjung warga pribumi yang tidak banyak disebabkan dalam keadaan berpuasa. Bupati Rohil serta tamu undnagan lainnya terlihat tetap berpuasa dengan memkai amsker sejak awal hingga akhir acara. (Mpr/Af)