Tol Sumatera Minim Untuk Di Realisasi

Portalriau.com - Meski dicanangkan sejak 2011 oleh gubernur se-Sumatera, realisasi pembangunan tol yang membelah Pulau Sumatera masih sangat minim. Kalangan pejabat di Sumatera pesimistis Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menandatangani keputusan tentang percepatan pembangunan tol tersebut Kamis (26/12).

”Kami pesimistis keppres (keputusan presiden) itu bakal terbit karena banyak ketidaksinkronan di antara para menteri untuk percepatan tol ini. Tol di Bali selesai cepat karena ada perintah langsung Presiden, tetapi Sumatera tidak,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Lampung Ali Rahman dalam Rapat Koordinasi Gubernur Se-Sumatera di Pekanbaru.

Meski ada 10 provinsi di Sumatera, pertemuan kemarin hanya dihadiri tiga gubernur, yaitu Penjabat Gubernur Riau Djohermansyah Djohan yang juga Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, dan Gubernur Bangka Belitung Rustam Efendi.

Djohermansyah optimistis, Presiden bersedia menandatangani keppres percepatan pembangunan tol Sumatera. Ini mengingat tol itu sangat didambakan warga untuk mempercepat pembangunan ekonomi di wilayah barat Indonesia.

Untuk mewujudkan tol Sumatera, menurut Irwan, dibutuhkan tekad dan keinginan besar seluruh pemimpin di Sumatera. Kalaupun dana APBN belum tersedia, diperlukan pendekatan lain yang digalang para gubernur. ”Mendatangkan investor untuk membangun tol Sumatera rasanya masih sulit karena dipandang tidak visibel secara bisnis dan ekonomi. Saya mengusulkan penyertaan modal dari seluruh provinsi di Sumatera. Meski demikian, kami tetap meminta Presiden membuat keppres percepatan,” katanya.

Pembangunan tol Sumatera masih berkutat pada persoalan pembebasan lahan. Dari Aceh sampai Lampung, lahan yang dibebaskan masih sangat kecil. Lampung masih berkutat pada rencana pembebasan jalur Bakauheni-Terbanggi dan Terbanggi-Pematang Panggang. Satu-satunya pihak yang menyatakan sudah berhasil membebaskan tanah adalah Dinas Pekerjaan Umum Sumatera Selatan. Lahan yang dibebaskan sepanjang 32 kilometer dari Kota Palembang hingga Indralaya. Wilayah lain masih sebatas konsep dan perencanaan. Perkembangan Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 124 kilometer juga tidak jelas meski perencanaan sudah berjalan tiga tahun.

Berdasarkan pengamatan, salah satu persoalan pembebasan tanah untuk tol di Riau adalah konflik dengan masyarakat. Sebagai contoh di ruas Dumai-Duri sepanjang 25 kilometer, areal sepanjang 7 kilometer disebut-sebut sebagai kawasan hutan, tetapi kenyataannya lahan tersebut telah dikuasai masyarakat dengan berbagai surat kepemilikan, termasuk sertifikat hak milik.(ilham)

 

 

Berita Terkait

PHR Santuni 50 Dhuafa dan Tuntaskan Solusi Banjir serta Jalan Rusak di South Bekasap

BENGKALIS, Portalriau.com---24 April 2026 – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyalurkan santunan kepada 50 dhuafa di Kelurahan Pematang Pudu, Kabupaten Bengkalis, sebagai bagian dari syukuran…...

Tokoh Masyarakat Apresiasi Kinerja Kapolres Rohil, Cepat Tanggap Tangani Persoalan di Panipahan

Rokan Hilir –Portalriau.com--- Tokoh masyarakat Kabupaten Rokan Hilir, H. Fuad dan H. Samsul, menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Rokan Hilir atas kinerja cepat dan tanggap dalam…...

KAPOLRES ROHIL BERSAMA UPIKA PANIPAHAN GELAR PENANAMAN POHON DALAM RANGKA HARI BUMI SEDUNIA

Rokan Hilir – Portalriau.com--Dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia, Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H. bersama unsur UPIKA Panipahan melaksanakan kegiatan penanaman…...

PHR Buka Asa Kemandirian Ekonomi Perempuan, Lewat UMKM di tengah masyarakat Riau

PEKANBARU, ---Portalriau.com,-+22 April 2026 – Di sudut Kota Pekanbaru, sebuah perubahan besar sedang tumbuh dari tangan-tangan tangguh para perempuan. Komunitas Matahari Bertuah, yang dulunya hanyalah…...

PIMPINAN DAERAH APRESIASI RESPON CEPAT KAPOLRES ROHIL DALAM PENANGANAN SITUASI KAMTIBMAS

Rokan Hilir –Portalriau.com-- Respons cepat dan langkah sigap Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H dalam menangani situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas)…...