TPH dan BKP3 Rohul Lakukan Rakornis Tenaga Penyuluh Dengan Kementan RI
Portalriau.com -Dinas Taman Pangan dan Holti Kultura (TPH) dan Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) lakukan Bimbingan Tekhnis (Bimtek), sekaligus pertemuan tekhnis atau Rapat Kordinasi Tekhnis tenaga penyuluh dengan Kementerian Pertanian (Kementan) RI di Hotel Glora Bhakti Pasir Pengaraian, Rabu (25/9/2013). Dalam pertemuan tekhnis itu, hadir sebanyak 130 tenaga penyuluh di 16 Kecamatan se-Rohul, Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) Ir. Hotman, MM, dengan materinya "Strategi Peningkatan Kemampuan Kelompok Tani" Motivator Kementan RI DR. Ir. Ranny dengan Materi "Peningkatan Motivasi Penyuluh Dalam Pembinaan Kelembagaan Petani dan Kelembagaan Ekonomi Petani"
Kegiatan itu juga dihadiri, perwakilan Disbun Riau, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Riau, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Riau, Wabup Rohul Ir. H. Hafith Syukri, MM, Bapeda dan Lingkup Pertanian Rohul, perwakilan Kepala, Dinas, Badan, Kantor lainnya. Kepala BKP3 Rohul Ir. Ruslan menyatakan, kinerja penyuluh pertanian jadi sebuah taruhan memicu keberhasilan program pembangunan pertanian, tenaga penyuluh menjadi ujung tombak memikul tugas berat sebagi pendamping petani, penyuluh wajib memiliki kompetensi dan keahlian sehingga keberadaanya dapat dirasakan masyarakat.
"Maka perlu kordinasi secara signifikan, antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten sampai pada kecamatan bersinergi sehingga manfaatnya terasa bagi masyarakat," kata Ruslan. Wabup Rohul Ir. H. Hafith Syukri, MM, dalam sambutannya dalam membuka kegiatan itu, perubahan global sangat berjalan cepat, termasuk perubahan tekhnologi informasi, seharusnya ikut merubah pola fakir dan prilaku para petani dan pengusaha, maka persaingan pasar pun akan makin kopetitif, maka sebagai penyuluh pertanian dibutuhkan kejelian, profesionalisme agar peluang pasar itu mampu meningkatkan efesiensi usaha tani masyarakat.
"Fasilitas dan pembelajaran tekhnologi pertanian dibutuhkan dan diharapkan tenaga penyuluh dalam mengikhtiarkan ketersediaan sarana produski, akses permodalan dan akses pemasaran," sebut Hafith. Pertemuan tekhnis penyuluh se Rohul dengan Kementan RI, Kata Wabup Rohul setidaknya ada 4 faktor dicanangkan dalam program pembangunan petani, yakni Swasembada berkelanjutan, diversifikasi pangan, peningakatan nilai tambah dan ekspos serta peningkatan kesejahteraan petani.
"4 faktor harus dimiliki penyuluh, yakni, ada kemauan, mau belajar, mau bekerja keras dan mampu menjalin kerjasama atau koordinasi," kata Hafith lagi. Tambah Hafith, berbagai kebijakan Pemkab Rohul dalam meningkatkan ketersediaan pangan supaya bisa menunjukkan hasil signifikan, yakni peningakatan produki pangan (beras), sebesar 5,3 persen pertahun, buktinya tahun 2011 lalu, sebanyak 34.199 ton meningkat menjadi 36.012 tahun 2012. Kemudian melakukan penurunan konsumsi beras sebesar 2.29 Kg perkapita tiap tahun, tahun 2011 lalu sebesar 113.82 Kg perkapita tiap tahun menurun menjadi 110.85 Kg perkapita tiap tahunnya.
"Berikutnya, stock pangan aman, distribusinya lancar serta harganya stabil, kemudian kita juga melakukan peningkatan modal Gapoktan sebesar 15 persen, sebab sampai tahun 2013 telah terbentuk 144 Gapoktan semuanya sudah mendapat bantuan melalui program Pengembangan Usaha Agrobisnis Pedesaan (PUAP) meningkat hingga 15 persen," terang Hafith juga Kader Nahdatul Ulama ini. Lebih jauh dipaparkan Hafith Ketua Dewan GP Ansor Rohul ini, Pemkab Rohul melakukan peningkatan kemampuan 250 Poktan, tahun 2012 lalu klasifikasi Poktan 1.429, kelas pemula 1.014 poktan, lanjut 403 poktan, Madya 10 Poktan dan Utama 2 Poktan, di samping itu, Pemkab Rohul lakukan produksi Tandan Buah Segar (TBS) kelapa Sawit sebesar 3.76 persen dan karet 8,63 persen, Sawit tahun 2011 lalu sebesar 1.036.646 ton, TBS meningkat tahun 2012 lalu 1.075.670 ton. "Sedangkan karet tahun 2011 lalu sebesar 49.124 ton, meningkat jadi tahun 2012 lalu sebesar 53.363 ton," pungkas Hafith. (adv/hms /red )