UN Pekanbaru Diwarnai Berbagai Masalah
PEKANBARU, PORTALRIAU.COM- Mulai dari masalah kekurangan soal ujian dalam kotak yang dikirimkan dari Kementerian Pendidikan pusat hingga adanya tertukar soal, yang seharusnya soal bahasa Indonesia namun didalamnya berisi soal bahasa inggris. Itulah berbagai masalah yang dialami panitia saat melaksanakan Ujian Nasional di hari pertama di Pekanbaru.
Demikian disampaikan Sekretaris Sub Rayon SMK Swasta di Pekanbaru Shofrudin kepada Wartawan saat ditemui di SMK PGRI. Menurutnya dua peristiwa itu terjadi di tigas SMK yakni di SMK PGRI terjadi adanya kekurangan lembaran soal. Untuk satu ruang ujian itu hanya kebagian 16 lembaran soal didalam amplop yang disegel itu.
Sebagai inisiatif, panitia kemudian mengambil soal cadangan yang disetiap lokalnya dilebihkan satu lembaran soal dijadikan pelengkap kekurangan empat soal tersebut.
"Kita ada 20 ruang ujian di SMK PGRI, setiap lokal kan kelebihan satu soal, kelebihan ini diambil untuk menutupi kekurangan di satu ruangan itu,"ujar Shofrudin yang juga Kepala Sekolah Menengah Kejuruan PGRI kepada Wartawan Senin (15/4) kemaren.
Kemudian permasalahan lain timbul di dua SMK lainnya yakni SMK Muhammadyah 2 Pekanbaru dan SMK Masmur Pekanbaru, temuan kejanggalan kali ini lebih aneh lagi, soal yang diujiankan seharusnya Bahasa Indonesia namun isi bungkusan yang disegel rapi dari Kementerian Pendidikan itu berisi soal ujian Bahasa Inggris.
Melihat kondisi itu, sontak panitia yang bertugas langsung panik dan memberitahu petugas panitia dari Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru. Dalam waktu yang singkat panitia dari Dinas langsung turun dan membuat tindakan langsung.
Menurut SOP yang berlaku, lanjut Shofrudin jika mengalami hal demikian maka soal yang ada akan di poto kopi kemudian berikut lembar jawabannya, ini dilakukan agar tidak terganggu dengan konsentrasi siswa dalam mengikuti ujian.
"Untung saja panitia dari Dinas secepatnya melakukan langkah dan ujian kembali berjalan lancar, memang ada penundaan beberapa menit akibat adanya waktu untuk poto kopi. Tapi buat waktu siswa tidak diganggu,"ujar Shofrudin.
Sementara itu, sejumlah siswa yang ditemui Wartawan usai mengikuti Ujian Nasional mengaku soal yang dihadapi mereka tidak begitu sulit dan masih mudah dikerjakan dan waktu yang diberikan selama satu jam dianggap sudah cukup untuk mengerjakan soal UN tersebut.
"Kayaknya tidak terlalu sulit, tinggal belajar atau tidaknya, bagi saya itu tidak sulit kok," ujar Iqbal Satria siswa jurusan Akutansi SMK PGRI.
Kemudian ketika Wartawan menyinggung adanya SMS mengenai kunci jawaban dan adanya kecurangan lain, menurut Siswa ini tidak ada karena waktu ujian itu handphone semua dimatikan.
"Murni semua kok, tidak ada yang nyontek juga, karena Hp juga semua dimatikan, jadi kayaknya tidak ada kecurangan,"ujar Iqbal Satria.
Siswa lainnya yang ditemui Wartawan , Ulfa Anggi juga mengaku sama, jika UN yang diikutinya tidak ada kecurangan dan menurutnya soal yang diberikan tidak begitu sulit karena soal tersebut sudah beberapa kali dibahas dalam try out.
"Nggak susah kali bang, kayak try out soalnya, kecurangan tidak ada. Hp semua dimatikan,"ujar Ulfa kepada Wartawan .(*)