Untong Pulang Ko Abah Film Terbaru Karya Anak Negeri Seribu Suluk Pesan Moral dan Komedian
Portalriau.com - PASIR PANGARAIAN - Dari tangan dingin sejumlah anak dari Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), kini mereka kembali berkarya, dengan membuat film yang berbau kedaerahan "Untung Pulang Ko Abah" atau Untung Pulang ke Ayah, yang merupakan film penuh pesan moral dan comedian yang pemerannyaseluruhnya putra-putri asli anak Negeri Seribu Suluk.
Para pemain yang dilibatkan dalam film daerah asli Rohul tersebut, seperti Syamsul Bahri yang memerankan Ngah Mikin, Alirman Ali sebagai Rangkayo, Muslim sebagai Ucuong, Antan sebagai Ustad, Amair sebagai Amir, Elyas Pikal sebagai Ucok dan Alfa Syahputra memerangkan sebagai pengawal.
Dari penuturan Syamsul Bahri, di film “Untung Pulang Ko Abah” di dalamnya bercerita terkait tentang Ngah Mikin yang berstatus duda. Dirinya diusir warga dari kampung, karena kenakalan ketiga anaknya, Ucong, Amir juga Antan.
Bahkan di kisahkan dalam film tersebut, karena kemiskinan keluarga Ngah Mikin, guru anaknya yang seharusnya sebagai tempat berlindung, malahan ikut-ikutan menghina, mencaci-maki juga mengeluarkan mereka dari sekolah.
Karena tidak tahan diperlakukan warga dengan tidak baik, Ngah Mikin kemudian menyuruh ketiga anaknya merantau. Sebelum berangkat merantau, Ngah Mikin berpesan “Pergilah nak merantau tapi ingat untong pulang ko abah”.
Selama dalam perrantauan, ketiga anak Ngah Mikin jadi orang berhasil. Akhirnya ketiganya pulang kampung. Ucuong berhasil menjadi seorang pendekar, Amir menjadi saudagar kaya, sedangkan Antan jadi ustad.
Selama beberapa hari di kampung, ketiganya mendapat selebaran pengumuman dari orang kaya di kampungnya. Orang kaya itu mengumumkan, bahwa anak gadisnya sedang sakit keras. Bagi yang bisa mengobati anak gadisnya, maka bagi pria akan dinikahkan dengan gadisnya.
Adanya kabar itu, Ngah Mikin menyuruh ketiga anaknya pergi mengobati gadis itu. Dengan doa Antan sebagai ustad, akhirnya gadis itu sembuh dan orang kaya itu mengumpulkan ketiga pemuda tersebut dan meminta salah seorang menikahi anak gadis tersebut.
Tetapi, karema ketiganya suka dengan anak gadis orang kaya itu, terjadi sebuah keributan dan perdebatan.Malahan, hampir terjadi perkelahian.
Permasalahan bisa diselesaikan Ngah Mikin, melalui perundingan di rumahnya. Karena tidak ingin terjadi keributan ketiga anaknya, pada akhirnya Ngah Mikin yang menikahi anak gadis orang kaya tersebut. Rencana ayahnya tersebut diterima oleh ketiga anaknya.
Diakui salah seorang pemain, Alfa Syahputra, dalam film tersebut, banyak pesan moral. Dirinya berharap, pesan-pesan moral itu ada hikmahnya. “Di film tersebut, juga banyak komedinya. Insyaallah, akhir Januari 2015 mendatang, filmnya dalam bentuk CD atau VCD sudah beredar,”ucap Alfa. (MPR)