Wah gawat, jalan gajah mada duri dilintasi mobil yang melebihi kapasitas
DURI-Proyek Multiyears pembangunan Jalan lingkar Duri-Timur tepatnya berada di KM 28 Desa Tasik Serai, Sebanga, ternyata membawa dampak yang tidak baik untuk kondisi jalan Gajah Mada yang baru saja di bangun pada Tahun 2013 lalu. Yang mana armada-armada dump truck tronton pengangkut material untuk pembangunan jalan lingkar Duri-Timur tersebut melebihi kapasitas tonase jalan Gajah Mada yang hanya 10 ton saja.
Dari pantauan tim dilapangan sekitar pukul 14.30, Selasa(3/6), sebanyak 4 unit dump truck tronton bermuatan krikil tepatnya melintas di km 20.
Menurut salah satu tokoh masyarakat yang bertempat tinggal dilintasan jalan tersebut mengeluhkan situasi jalan gajah mada yang dilalui oleh truck-truck tronton yang muatannya melebihi batas tonase yang ditentukan. kalau jalan gajah mada ini dilintasi oleh dump truck yang bermuatan krikil hingga 40 ton, jalan ini pasti hancur ungkap pak Syahril.
Syahril juga menambahkan, padahal camat pinggir dan camat mandau, dinas perhubungan(dishub) dan beberapa tokoh masyarakat telah membuat kesepakatan pada pertengahan tahun 2013 kemarin, agar truck yang melintasi jalan gajah mada ini tidak boleh melebihi muatan dari 10 ton terkecuali mobil yang membawa alat berat untuk proyek-proyek dari pemerintah.
Lanjutnya lagi, kami masyarakat yang bertempat tinggal tepat berada dilintasan jalan gajah mada ini tidak ingin kalau jalan ini hancur seperti pada tahun 2012 kemarin. Masyarakat tidak bisa mempergunakan akses jalan tersebut untuk membawa hasil kebun sawitnya. Dan bahkan ada warga yang sampai bunuh diri, dikarenakan akses jalan yang rusak tersebut, tegasnya dengan nada kesal.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bengkalis, H.Ja afar Arief, S,Sos,ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya (5/6), menyampaikan, saat ini proyek tersebut kita stop untuk pengangkutan materialnya menggunakan dump truck tronton. Kartenakan kapasitas jalan Gajah Mada itu hanya sekitar 8 Ton saja. Rencananya kita akan adakan rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk membahas persoalan tersebut, mungkin minggu depan, terang H.Ja afar Arief.
Kemudian katanya, ibaratnya persoalan ini seperti menarik rambut dari dalam tepung, kedua-duanya kan pembangunan untuk masyarakat juga, menggunakan uang rakyat juga, jadi kita akan berusaha carikan solusinya agar menggunakan kendaraan yang bertonase sesuai dengan kapasitas dari jalan Gajah Mada untuk mengangkut material pembangunan jalan lingkar Duri-Timur, tegas Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bengkalis. -efn-