Warga Kembali Timbun Kerikil Di Jalan Berlubang
Portalriau.com - PINGGIR - Sepertinya PT Chevron Pasifik Indonesia (CPI) yang beroperasi di wilayah kota Duri-Pinggir kurang peduli terhadap areal lintasan operasionalnya. Ini terjadi di jalan poros menuju ke dusun Sialang Rimbun, Desa Muara Basung. Karena sampai detik ini pihak CPI tidak juga melakukan pengaspalan terhadap jalan ini dan itu tidak sesuai dengan janji CPI pada tahun 2001 yang sudah pernah di sampaikan ke warga. Tentunya hal ini membuat kecewa warga setempat.
Akibatnya warga dusun Sialang Rimbun terpaksa harus memperbaikinya dengan cara menimbun kerikil di jalan-jalan yang rusak dan berlubang. Untuk menimbun warga setempat terpaksa melakukan swadaya bersama-sama dengan tujuan agar akses jalan ini terus bagus. Tapi yang di kesalkan kenapa pihak Chevron sendiri kok tidak mau memperbaikinya. Padahal jalan ini areal mereka. Bahkan di sini ada juga ada turbin. " Kita minta kepada pihak CPI agar bisa mengaspalnya dan kalau mereka tidak mau lepaskan akses jalan tersebut ke masyarakat. Biar jelas bisa di anggarkan ke pemerintah," tegas kepala dusun Sialang Rimbun, Mudin Purba.
Masih kata Mudin, jadi tolonglah hargai anggota DPRD yang berasal dari dusun ini. " Kami sebagai warga hanya berkeluh kesah sama wakil rakyat. Makanya kita minta kepada pimpinan CPI untuk merealisasikannya," ujarnya.
Di lanjutkannya lagi, kenapa daerah Jurong, Duri itu bisa di aspal dan kenapa di sini kok tak bisa. Apa warga harus melakukan aksi demo? Tanyanya Mudin.
Sementara itu anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Dapil Pinggir, Pipit Lestary ketika di konfirmasi Posmetro Mandau, Kamis (25/6) mengatakan bahwa masalah jalan tersebut sewaktu sidang Parimpurna dewan juga sudah kami sampaikan. Bahkan 2014 kemarin bulan 12 kita bersama dewan lain juga mendatangi kantor CPI di Duri dan di sambut oleh direkturnya bernama pak Iwan. Setelah itu baru beberapa hari kemudian mereka suiver ke lapangan tapi realisasinya tidak ada.
" Jadi kitakan sangat kecewa dengan CPI. Kalau musim terang kasihan warga disini banyak debu dan kalau musim hujan jalan rusak parah. Masak dari tahun ke tahun harus warga yang berkorban untuk memperbaikinya. Sementara ini akses lalulintas Chevron," cetusnya.
Menyikapi persoalan ini manajer Communication PT Chevron Pasifik Indonesia, Tiva Permata melalui Yurinta menjelaskan bahwa jalan-jalan lokasi CPI dibangun terutama untuk mendukung operasi perusahaan. Meskipun demikian, CPI tidak melarang masyarakat untuk ikut menggunakan sebagian jalan lokasi tsb. CPI akan melakukan perbaikan jalan-jalan tsb. sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan perusahaan.
" Kami berharap, masyarakat ikut mendukung operasi perusahaan yang 90 persen hasilnya merupakan bagian Negara," terangnya.(mpr/nurt)