Warga Minta Kepolisian Tangkap Pelaku Pemerasan di Objek Wisata Danau Cipogas
Portalriai.com - PASIR PANGARAIAN - Warga yang bermukim di Desa Sialang Jaya dan Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah, meminta pihak Kepolisian khususnya Polsek Rambah, mengungkap dan menangkap para oknum pelaku pemerasan di kawasan objek wisata Danau Cipogas di Desa Sialang Jaya, karena sudah cukup meresahkan.
Informasi sejumlah warga Sialang Jaya dan Rambah Tengah Barat, para pelaku pemerasan, yakni oknum yang merupakan warga luar kedua desa. Biasanya, para pelaku pemerasan mencari muda-mudi yang datang ke Danau Cipogas saat berduaan, dan modusnya mendekat ke pasangan tersebut lalu mengertak keduanya.
“Setelah mendekat, mereka langsung mengertak pasangan tersebut, lalu meminta uang atau barang bentuk HP atau jenis lainnya. Bila tidak diberi, pasangan tersebut dipukul dan ditendang para pelaku,”tegas, Madi salah soerang warga tempatan, Minggu (7/12/2014).
Para pelaku dalam melakukan modusnya, biasanya pada hari biasa saat kunjungan objek wisata sepi. Para pelakunya dalam melakukan aksinya, biasanya diperkirakan tiga hingga empat orang. Dimana para pelaku, masuk bukan dari jalan lintas ke objek wisata, tapi melalui kebun kebun karet yang ada di dekat objek wisata Hapanasan.
“Sudah banyak korban pemerasan, dulunya sudah ditangkap Polisi para pelakunya, kini muncul lagi pelaku-pelaku pemerasan yang baru. Selain itu, para pelaku juga tidak segan-segan mengancam pasangan bila melawan, dan pasangan yang jadi korban tidak berani mengadu ke kita,”sebut Madi lagi.
Sejumlah warga di dua desa sangat berharap, pihak pemerintah desa setempat, ikut berperan melakukan pengawasan terhadap para pelancong di Objek wisata Danau Cipogas. Karena, para pengunjung yang masuk, membayar selain pengunjung parker kendaraan juga dikenakan biaya.
Bahkan salah seorang pengunjung berinsial,Ad yang pernah jadi korban pemerasan para oknum pelaku, dirinya jera atas tindakan oknum pelaku. Padahal dirinya dan teman wanitanya, hanya duduk santai di gajebo yang disiapkan pemerintah, tiba-tiba didatangi tiga pria tak dikenal.
“Tanpa basa-basi, ketiganya langsung mengertak saya. Mereka mengatakan, kalau saya dan rekan saya berbuat tidak senonoh, mereka meminta sejumlah uang. Bahkan hamper memukul saya, karena sempat melawan. Karena saya tidak melalukan hal tidak senonoh hanya duduk dan berbincang, karena mereka bertiga saya terpaksa beri uang mereka. Ketiganya langsung pergi menghilang kearah kebun karet di dekat kawasan Cipogas,”ucap Ad. (MPR)