Warga Miskin Serta Penyandang Cacat di Rohuk Butuh Perhatian
Portalriau.com - PASIR PANGARAIAN - Nasib Ayati Tambunan (45), warga Simpang Sibarat RT 17 Desa Rantau Sakti Kecamatan Tambusai Utara, sejak 15 tahun hanya bisa terbaring lemah, di atas ranjang, setelah pinggangnya lumpuh hingga ke kedua kakinya selama 15 tahun.
Bahkan, sampai kini, Ayati belum pernah mendapatkan perhatian Pemkab Rohul, seperti layaknya warga lainnya. Bahkan Ayati yang merupakan warga miskin dengan kondisi cacat tubuh permenan, dalam menghidupi kebutuhan sehari-hari hanya mengandalkan istrinya, Siti Mei Br Sianturi (42), yang bekerja sebagai tukang urut tradisonal keliling, bahkan setiap harinya harus bekerja keras, guna memenuhi kebutuhan tiga anaknya dan sang suami yang lumpuh.
“Istri saya hanya tukang pijat, itu terpaksa dilakukannnya guna memenuhi kebutuhan keluarga. Alagai, sudah 15 tahun saya tidak lagi bisa bekerja, bahkan hanya bisa terbaring di kasur saja,” jelas Ayati, Kamis (4/12/2014).
Juga diakui Ayati, dirinya yang seharusnya mencari biaya keluarga termasuk pembiayaan sekolah anak-anaknya yang masih duduk di bangku sekolah, namun karena cacat yang dialaminya tersebut jadi kendalannya, sehingga biaya menyekolahkan anaknya terkendala.
“Istri saya yang banting tulang setiap hari, untuk mengusahakan pembiayaan keluarganya dengan mengunakan keahliannya mengusuk tradisinal keliling, itu pak,”ucap Ayati.
Selain biaya makan mereka, untuk kebutuhan uang sekolah juga harus dibayar Rp 440 ribu per bulannya, bagi dua anaknya yang masih bersekolah. “ Itupun masih di luar biaya buku, LES, tranprotasi pulang pergi ke sekolah serta biaya lainnya,” terangnya, dengan wajah lesu,
Ayati dan istrinya, hanya bisa berharap, agar Pemkab Rohul bisa memperhatikan warganya. Karena Ayati, belim pernah mendapatkan perhatian baik bentuk apapun, baik itu kartu sakti seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sejahtera (KIS). (Alfian/MPR)