Jika Kondisi Udara Memburuk, Diskes Sudah Siapkan 6000 Masker Siap Dibagikan
PASIR PANGARAIAN-Pemkab Rokan Hulu (Rohul) terus melakukan pemantauan terhadap kondisi udara yang sudah terkontaminasi kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah provinsi di Pulau Sumatera.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dikness) Rohul Drg. Grefino Dahilardy di Pasirpengaraian Selasa (1/9). Menurutnya, kini kondisi udara di Rohul masih dalam kondisi toleransi serta belum membahayakan kesehatan masyarakat. Namun pihaknya terus intens berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rohul untuk memantau situasi kondisi Karhutla serta pengaruhnya terhadap kondisi udara.
Lanjutnya, jika kondisi udara makin buruk, pihak Diskes Rohul sudah menyiapkan sebayak 6000 masker untuk dibagikan kepada secara gratis kepada warga. "Kita terus berkoordinasi dengan BPBD Rohul, hari ini, kita pantau, kondisi udara masih dalam tahap toleransi, namun jika kondisi beberapa hari kedepan makin buruk, maka kita sudah siapkan 6000 masker untuk kita bagikan kepada warga," ujar Grefino.
Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Rohul Aceng Herdiana mengakui, kabut asap tebal menyelimuti Rohul sudah terjadi sepekan terakir di 16 kecamatan. Akibatnya jarak pandang di Rohul hanya berkisar kurang dari 1 kilo meter. Disebutkannya kabut asap tebal ini merupakan kabut asap kiriman dari kabupaten tetangga (Pelalawan) dan kebakaran lahan di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan. Sementara untuk di Rohul sendiri, titik api masih terpantau zero.
Aceng menegaskan pihaknya tetap solid dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan dan hutan yang dapat menyebabkan kabut asap. "BPBD telah siap siaga dan tetap melaksanakan patroli dan berkoordinasi dengan Camat, Danramil, Kapolsek dan pihak lain, bila adanya ditemukan titik api di kecamatan," sebutnya
Seperti halnya Diskes, Aceng mengakui BPBD Rohul memiliki stok masker sebanyak 7000 masker yang siap untuk dibagikan kepada masyarakat. Namun pembagian masker itu harus mendapatkan surat pemberitahuan dari Dinas Kesehatan Rohul, terkait kondisi kabut asap yang menyelimuti Rohul saat ini membahayakan bagi kesehatan.
Di tempat berbeda, Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono mengapresiasi masyarakat Rohul yang kooperatif dengan tidak melakukan pembakaran lahan. "Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat Rohul, karena sudah bekerja sama dengan baik dan tidak melakukan pembakaran lahan dan hutan," tuturnya.
Ditambahkan Pitoyo, memang jika ada nanti warga yang ditemukan melakukan pembakaran lahan dan hutan, tentu akan diintindak sesuai aturan yang berlaku. "Asap ini kiriman dari daerah tetanga, saya puji masyarakat Rohul yang sudah sadar dampak dari kabut asap tersebut," pungkas Kapolres. (dpr/raj)