Puskesmas Panipahan Jemput Bola, Warga Sei Daun Antusias Berobat Gratis
PANIPAHAN - Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas melakukan pengobatan gratis di Desa Sei Daun yang merupakan desa terpencil dan jauh dari Ibukota Kecamatan, Kamis (4/6). Dari hasil pengobatan yang dilakukan sebanyak 303 pasien antusias mengikuti pengobatan gratis tersebut.
Rombongan sekitar 10 orang berangkat dari berbagai pelosok di panipahan dengan menggunakan sepeda motor dan melalui jalan yang terjal serta banyak yang rusak. Rombongan dipimpin oleh Kepala Tata Usaha Rufaizal S.Km. Kedatangan rombongan disambut antusais masyarakat yang sudah berdatangan sejak pagi.
Penghulu Sei Daun M. Khairuddin S.Sos mengatakan, sebelum rombongan datang beberapa hari sebelumnya sudah diberitahukan dan banyak masyarakat menyempatkan diri. “Ini kegiatan rutin dan kita memamg jauh dari Puskesmas, sehingga dengan kedatangan ini sangat kami nantikan,” katanya.
Penghulu berharap agar hal ini bisa rutin dilakukan. Apalagi Sei Daun merupakan Desa terjauh dan memerlukan waktu 2 jam lebih untuk ke Panipahan tempat Puskesmas Induk.
Sementara itu Kepala Puskesmas Paniphan dr Hj Netti Juliana mengungkapkan, petugas medis yang dikirim mulai dari dokter umum, dokter gigi, bidan dan perawat, sehingga semua masyarakat yang datang bisa diobati secara tuntas. Pengobatan dimulai sejak pukul 10 pagi hingga pukul 14.30 sore.
"Untuk pengobatan umum dilakukan oleh dr. Fillia Simarmata, sementara pencabutan gigi dan pengobatan gigi oleh drg. Ristoria Simbolon. Masyarkat pun nampak antri untuk mendaftar dan mendapatkan pengobatan disebuah tenda yang dtelah disiapkan desa. Adapun 303 masyarakat yang berobat terdiri dari 19 orang yg dicabut giginya. Kunjungan pasien umum berkisar 200 orang, KB suntik 15 orang, pil 5 dan inflan 10 orang. Sedangkan sunatan anak laki-laki berkisar 8 orang dan pemeriksaan IVA 6 orang," terang Netty.
Selain itu tambahnya, Idawati AM.Keb juga mengadakan kelas ibu hamil yang dihadiri 30 orang bumil dan membina kemitraan antara dukun kampung dengan bidan desa. "Ada 10 dukun kampung di Sei Daun ini yang dibina agar bermitra dengan bidan desa yang bertugas didesa tersebut supaya angka kematian ibu hamil dan bayi dapat diminimalisir," ujarnya.
Dalam pemerataan ini diutamakan daerah yang jauh dari puskesmas induk agar masyarakat dapat merasakan pelayanan dari dokter. "Idealnya di Kecamatan Pasir Limau Kapas ada satu dokter dalam satu kepenghuluan. Jadi, karena belum terpenuhinya kebutuhan dokter kita jemput bola mendatangi masyarakat setiap sebulan sekali,” pungkasnya. (Mpr/Af)