Tingkatkan Akreditasi jadi Type B RSUD Pasir Pangaraian Terus Meningkatkan Pelayanan
Portalriau.com - PASIR PANGARAIAN - Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasir
Pangaraian yang dikelola Badan Layanan Umum Daerah, kini terus
berupaya tingkatkan statusnya dari Tipe C menjadi Tipe B yang
ditargetkan perubahan type tersebut, bisa terealisasi di tahun 2016
mendatang.
Ditegaskan Direktur Utama (Dirut) RSUD Pasir Pangaraian, dr. Wildan
Asfan Hasibuan M.Kes, bahwa ada beberapa pedoman sesuai Peraturan dari
Menteri Kesehatan yang telah dipenuhi manajemen, seperti tenaga medis,
peralatan, dan hal lainnya, dan hingga tahun ini di SRUD sudah ada 19
spesialis untuk bisa menjadi type B.
"Yang agak sulit terkait pengadaan, seperti pengadaan tenaga Sub
Spesialis minimal dua orang. Karena tenaga ini sulit dicari dan untuk
mendapatkan seorang dokter spesialis harus bersekolah lagi, sedangkan
masalah gedung dan peralatan rumah sakit, masih terus
ditingkatkan,"jelas Wildan.
Informasi Kepala Bidang Instalasi dan Penyediaan Fasilitas RSUD
Hendrik juga menambahkan, sejumlah upaya sudah dilakukan manajemen
dalam meningkatkan pelayanan. Di antaranya, memperbaiki sistem
pelayanan dengan menerapkan Pelayanan 5S (Senyum, Sapa, Salam, Santun
dan Sabar).
Katanya lagi, kini seluruh tenaga Medis di RSUD yang berjaga
diharuskan rutin mengecek pasien 2 jam sekali. Bukan itu saja,
manajemen juga terus melengkapi kekurangan tenaga dokter spesialis.
"Juga, berbagai program yang diterapkan ternyata terbukti mampu
meningkatkan kepercayaan masyarakat lokal dan masyarakat dari Provinsi
Sumatera Utara, seperti masyarakat Kabupaten Padang Lawas yang memang
letak geografisnya cukup dekat dengan Kota Pasirpangaraian
dibandingkan meski harus ke Kota Medan,"terangnya.
Malahan jelas Hendrik, atas komitmen dari manajemen, kini RSUD Pasir
Pangaraian sudah jadi tujuan studi banding bagi beberapa rumah sakit
dari kabupaten tetangga. Bukan itu saja, seiring meningkatnya
kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Pasirpangaraian, manajemen berani
menargetkan untuk menggenjot omset rumah sakit dari Rp12 miliar per
tahun menjadi Rp20 miliar per tahunnya.
Unruk bisa mencapai target omset tersebut, Hendrik akui, kini
manajemen lebih meningkatkan pelayanan rumah sakit ke seluruh
pengunjung tanpa terkecuali. Selain itu, juga melengkapi sarana
prasarana pendukung kesehatan yang diterapkan di sebuah rumah
sakit.(Hendra)