Warga Palika Mulai Kesulitan Air Bersih
PANIPAHAN - Masyarakat di Kepenghuluan Panipahan kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika),saat ini tengah kesulitan mendapatkan air bersih,hal ini disebabkan Kecamatan yang terletak dipesisir Rohil itu dilanda kemarau berkepanjangan.
Jiah (39) warga jalan Al Ikhsan kepenghuluan Panipahan,Minggu (23/3) mengatakan,Rata-rata sumur warga dikepenghuan Panipahan saat ini dilanda kekeringan,air yang ada disumursudah kotordantidak bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan Rumah tangga.baik itu untuk diminum maupun untuk mencuci pakaian,"kata Jiah.
Dikatakan Jiah,memang belakang ini ada hujan turun,namun hanya sebentar dan tidak mengisi air yang kekeringan disumur.sebagian warga saat ini terpaksa mengambil air keparit-parit yang lokasinya berdekatan dengan Hutan Rimba atau areal perkebunan warga"jaraknya cukup jauh dan memakan waktu cukup lama,"ujarnya.
"Sumber air dipalika memang rasanya payau,tapi airnya sangat jernih dan bisa dimanfaatkanuntuk kebutuhan sehari-hari seperti mencuci pakaian dan kebutuhanlain nya,namun sekarang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja kita harus kehutan yang jarah tempuhnya cukup jauh dari pemukiman.,sebagian warga kata Jiah mencuci pakaian diparit-parit yang masih memiliki air.
Hal yang sama juga disampaikan warga jalan batang Kopau,Indah (27),untuk memanfaatkan kebutuhan sehari-hari kita harus mengambil air parit dengan jarak 200 Meter dari tempat tinggal."kabanyakan air parit sudah banyak yang keruh dan bercampur lumpur,saat mengambilnya kita harus pelan=pelan supaya airnya tidak keruh,"kata Indah.
dengan keadaan seperti ini,kita mengharapkan kepada pemkab Rohil untuk mencari solusinya,sehingga masyrakat kecamatan palika tetap bisa menkonsumsi air bersih agarterhindar dari berbagai penyakit."kalau dibeli air galon,harganya cukup mahal,rata-rata masyrakat palika kehidupan nya hanya pas-pasan,"ungkap Indah berharap. ( Mpr/ Af )