Pecahan Meteor Lebih Mahal Dari Pada Emas,Pecahan Meteor Di Buru Di Rusia

MOSKOW, portalriau.com - Meteor yang jatuh dan meledak di kawasan Pegunungan Ural, Rusia, Jumat lalu (15/2) telah membawa sentiment baru di negeri Presiden Vladimir Putin tersebut. Demam meteorit kemarin (18/2) dilaporkan melanda Rusia. Banyak orang memburu pecahan benda dari luar angkasa tersebut dan berharap bisa mendapat ribuan dolar sebagai imbalannya.
 
Ledakan dan gelombang kejut akibat meteor tidak hanya menghancurkan banyak bangunan di Chelyabinsk, timur Pegunungan Ural, di dekat perbatasan Eropa dan Asia. Kerugian akibat kerusakan itu ditaksir USD 33 juta (sekitar Rp 320 miliar). Tak kurang dari 1.200 orang luka, termasuk 200 anak-anak, dalam insiden tersebut.
 
Namun, perburuan meteorit mulai melanda Chelyabinsk, kota industri yang terletak sekitar 1.500 km sebelah timur Moskow. Orang mulai datang berduyun-duyun ke sana. Mereka menyisir salju dan es untuk mencari potongan atau pecahan meteorit.
 
Seorang penggemar benda luar angkasa amatir menyebut pecahan meteorit punya nilai jual yang cukup tinggi. Setiap gram pecahan benda luar angkasa itu ditaksir senilai hingga 66 ribu rubel atau sekitar USD 2.200 (sekitar Rp 21,1 juta) atau lebih dari 40 kali lipat harga emas saat ini.
 
"Harganya memang sulit dipastikan. Tapi, makin sedikit meteorit yang ditemukan, makin tinggi harganya," ujar Dmitry Kachkalin, anggota Russian Society of Amateur Meteorite Lovers.
 
Para pakar di Urals Federal University untuk kali pertama mengumumkan penemuan penting 53 butiran kecil batu dan objek warna hitam. Benda-benda yang ditemukan di sekitar Danau Chebarkul, dekat Chelyabinsk, itu dipastkan sebagai meteorit kecil. Pecahan batu-batu itu berukuran hanya sekitar 0,5-1 sentimeter.
 
Namun, para pakar memerkirakan bahwa pecahan besar meteorit jatuh ke dalam danau. Sebuah kawah atau lubang berdiameter delapan meter tercipta setelah ledakan meteor Jumat lalu.
 
"Kami baru saja menyelesaikan tes dan bisa memastikan bahwa serpihan yang ditemukan para ahli di sekitar Danau Chebarkul adalah benar-benar meteorit," ungkap Viktor Grokhovsky, pakar di Urals Federal University dan Russian Academy of Science. "Serpihan tersebut masuk klasifikasi sebagai chondrite atau batu meteorit dengan kandungan besi sekitar 10 persen," lanjutnya.
 
Dia tidak merinci apakah fragmen itu telah memberikan informasi yang cukup tentang asal meteor tersebut. NASA (badan angkasa luar AS) memprediksi meteor yang telah meledak di Rusia itu berdiameter 16 meter dan seberat 10 ribu ton sebelum memasuki atmosfir bumi.

Berita Terkait

Bertanggung Jawab Atas Pelaksanaan Otonomi Daerah, Pemkab Labuhanbatu Tekankan OPD Gali Sumber Keuan

Rantauprapat, Portalriau.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu melalui staff Ahli Bupati Turing Ritonga menegaskan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar lebih proaktif dalam menggali dan…...

Wakil Bupati Labuhanbatu Saksikan Pelepasan Santriwan dan Santriwati RA Al Hidayah Bulu Cina

Labuhanbatu, portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, ST, menghadiri sekaligus menyaksikan prosesi pelepasan santriwan dan santriwati RA-Al Hidayah Bulu Cina angkatan ke-19 Rabu 10/6/2026. Kegiatan…...

Wabup Jamri Sambut Hangat Kunjungan Silaturahmi PD Salimah Labuhanbatu

Labuhanbatu, portalriau.com- Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Wakil Bupati Labuhanbatu H. Jamri, ST didampingi Asisten I Setdakab menerima kunjungan silaturahmi Pimpinan Daerah Persaudaraan Muslimah (PD…...

Bukan Sekadar Jargon, Wabup Labuhanbatu Tegaskan 10 Program PKK Harus Jadi Kerja Nyata

Labuhanbatu, portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri ST, bersama Ketua TP-PKK Labuhanbatu, Ny. Hj. Wan Juma Sari Dewi, menyambut hangat kedatangan Tim Monitoring PKK Provinsi…...

Wabup Jamri Lepas Kafilah MTQ Kabupaten Labuhanbatu Menuju MTQ Tingkat Sumut Tahun 2026

Labuhanbatu, Portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, ST, secara resmi melepas Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Kabupaten Labuhanbatu yang akan berlaga pada MTQ Tingkat Provinsi…...