Bupati Siak Ekspos Penanganan Karlahut

Siak- Selama lima hari ke depan, ada 70 orang masyarakat dari tujuh desa yang ada di Kabupaten Siak mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pengendalian Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) Berbasis Masyarakat di Aula Pinus Balai Diklat Kehutanan Provinsi Riau, di Pekanbaru, Rabu 10/2 kemarin. Mereka berbaur dengan utusan Indragiri Hilir dan Kampar yang masing-masing 10 orang.

Bupati Siak, Syamsuar, jadi salah satu pembicara di Diklat yang ditaja oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta United Nations Development Programme (UNDP) atau Badan Program Pembangunan PBB itu.

Dia mengaku sangat senang Diklat itu digelar. Sebab bakal semakin banyak pengalaman dan ilmu yang didapat oleh warganya. “Sudah 18 tahun Riau selalu didera oleh bencana asap. Ini sangat berdampak bagi manusia dan lingkungan. Manusia kena penyakit, lingkungan rusak. Lantaran itu, penanganan, penanggulangan Karlahut musti jadi tugas kita bersama. Ndak hanya pemerintah, tapi juga masyarakat,” katanya usai pembukaan Diklat itu, kemarin.

Di Siak kata Syamsuar, penanganan Karlahut musti lebih baik lagi. Tak berlebihan jika Syamsuar mengatakan seperti itu. Sebab sejak tahun 2014, Pemkab Siak sudah membikin sederet terobosan soal penanganan Karlahut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak, Wan Abdul Razak, merinci bahwa Pemkab Siak sudah memetakan mana-mana saja desa di Siak yang berpotensi Karlahut. Hasilnya, ada 71 desa di 14 kecamatan yang ada, berpotensi Karlahut.

Lima orang di tiap desa tadi kemudian dididik untuk penanganan dini Karlahut. Biar kerja mereka berjalan lancar, tiap desa dibantu biaya operasional Rp. 2 juta perbulan. “Jadi info dini soal potensi Karlahut, kita dapat dari mereka,” katanya.

Selain biaya operasional, tim di masing-masing desa ini juga dibekali peralatan seperti mesin pompa air, slang dan nozzle (penyemprot).

Apa yang sudah dilakukan oleh Pemkab Siak ini rupanya dipantau juga oleh Kementerian Dalam Negeri. Alhasil, tahun lalu Pemkab Siak diganjar sebagai daerah terbaik satu se-Indonesia soal penanganan Karlahut.

Di hari Pemadaman Kebakaran yang digelar di Kalimantan Selatan pada tahun lalu, Pemkab Siak kata Wan juga dapat menghargaan. “Bupati Siak didaulat menjadi narasumber di acara itu,” ujarnya.

Meski sudah melakukan banyak hal soal penanganan Karlahut tadi, Syamsuar masih berharap supaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mau membikin blocking canal di sejumlah titik yang ada di Siak. Khususnya di kawasan yang rentan terhadap Karlahut. Penertiban kawasan Cagar Biosfer juga menjadi teramat penting campur tangan pemerintah pusat. (dpr/adv/hms)

Berita Terkait

PHR Temukan Harta Karun Baru, Sumur TOPI-002 Hasilkan 795 Barel Minyak Per Hari

DURI, Portalriau.com--28 April 2026 – Di tengah tantangan penurunan produksi alami di lapangan minyak Blok Rokan, SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) justru…...

Di bocorkan warga Ini nama nama BD Narkoba di Bilah Hulu.Kapolres diminta bertindak

Labuhanbatu. Peredaran narkoba jenis Sabu sabu belum juga musnah dari bumi Labuhanbatu, entah apa yang menyebabkan hal tersebut, apakah lambannya penanganan penegak hukum, ketidak pedulian…...

PHR Santuni 50 Dhuafa dan Tuntaskan Solusi Banjir serta Jalan Rusak di South Bekasap

BENGKALIS, Portalriau.com---24 April 2026 – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyalurkan santunan kepada 50 dhuafa di Kelurahan Pematang Pudu, Kabupaten Bengkalis, sebagai bagian dari syukuran…...

Tokoh Masyarakat Apresiasi Kinerja Kapolres Rohil, Cepat Tanggap Tangani Persoalan di Panipahan

Rokan Hilir –Portalriau.com--- Tokoh masyarakat Kabupaten Rokan Hilir, H. Fuad dan H. Samsul, menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Rokan Hilir atas kinerja cepat dan tanggap dalam…...

KAPOLRES ROHIL BERSAMA UPIKA PANIPAHAN GELAR PENANAMAN POHON DALAM RANGKA HARI BUMI SEDUNIA

Rokan Hilir – Portalriau.com--Dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia, Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H. bersama unsur UPIKA Panipahan melaksanakan kegiatan penanaman…...