Bupati Siak Turun Padamkan Karhutla
Siak - Bupati Siak, Syamsuar, turun langsung memadamkan api di kawasan Tambak Rejo Kecamatan Mempura Jumat sore (4/3). Dia ditemani Asisten I Setda Siak Fauzi Asni, anggota DPRD Siak Sujarwo, Kabid Damkar Irwan Priyatna dan sejumlah tim pemadam kebakaran.
Syamsuar langsung memegang nozel dan menyemburkan air di titik kedua dari tiga titik konsentrasi pemadaman api di sana.
Salimin 49 tahun, salah seorang anggota tim pemadam api di sana cerita, mereka ada tiga tim. Satu tim beranggotakan 20 orang. Ada dari BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api dan Forum Masyarakat Gotong Royong Padamkan api. “Ada sekitar 5 hektar lahan yang terbakar di sini. Lantaran gambutnya sekitar 3 meter, jadi lumayan sulit memadamkan,” katanya.
Di Tanjung Pal Kampung Penyengat Kecamatan Sungai Apit, Kapolres Siak AKBP Ino Harianto bersama Kabag Ops Kompol Yudi Palmi juga berjibaku ikut memadamkan api. “Ada sekitar 50 hektar yang terbakar di sana. Memang gambutnya tidak dalam. Hanya sekitar 1,5 meter. Tapi lantaran kesulitan air, kita jadi sulit memadamkan. Tadi yang tersisa hanya asap. Tapi bisa jadi tiga hari lagi muncul api. Makanya tim yang saat ini 20 orang, akan kami rolling hari Minggu ini,” katanya.
Lepas memadamkan api, Syamsuar cerita bahwa saat ini ada lima kawasan di Siak yang mengalami kebakaran. Ada di Tambak Rejo, Merempan Hulu, Tanjung Pal, Pencing Bekulo dan Kilometer 3 Dayun.
Sejak dua tahun lalu Kabupaten Siak sudah membikin ragam strategi demi mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di 67 kampung dan kelurahan di 9 kecamatan yang dianggap rawan Karlahut.
Kawasan ini kemudian dibagi dalam 6 cluster dan tujuh pos. Untuk ini ada 143 personil damkar bersertifikasi nasional di siagakan. Tujuannya membikin cluster tadi adalah supaya tim gampang memantau potensi kebakaran dan gampang pula mendatangi lokasi karlahut. Targetnya, dalam tempo 30-60 menit, tim sudah sampai di lokasi karlahut.
Segala macam peralatan penunjang juga disiapkan. Mulai dari membeli 6 unit mobil damkar berkapasitas 6 ribu liter dan 4 ribu liter, dua unit mobil double gardan, water suplay berkapasitas 10 ribu liter, mesin portable, mesin pompang apung dan mobil monilog.
Mesin damkar untuk 67 kampung dan kelurahan tadi juga disiapkan, termasuk bantuan mesin damkar untuk 14 kecamatan, termasuk alat Global Positioning System (GPS). Semacam alat yang bisa menentukan titik koordinat Karlahut.
“Kami juga sudah menyiapkan kanal bloking, embung air. Satgas, MPA, Forum Masyarakat Gotong Royong Memadamkan Api, MoU perusahaan dengan kecamatan soal pencegahan dini dan penanganan karlahut, kerja sama dengan BMKG, Polisi, Manggala Agni, Satpol PP dan BPBD juga kali lakukan. Pokoknya kami cari cara supaya cepat bisa padamkan api. Kami juga tiap malam breafing,” kata Syamsuar.
Ada 53 kanal bloking dan 60 embung yang sudah disiapkan. Tahun ini kata Syamsuar, pembuatan 331 kanal bloking sudah diusulkan ke Pemerintah Pusat. “Alhamdulillah, dari apa yang sudah kami lakukan tadi, tahun 2014 ada 649 kasus karlahut. Tapi setahun kemudian sudah turun menjadi 389 kasus,” ujarnya.
Layaknya Pemkab Siak, Polres Siak juga ikut berjibaku melawan karlahut. Tiap Polsek kata Kompol Yudi sudah membikin sekat kanal. “Kami juga melakukan sosialiasi dan menyebarkan maklumat kapolda Riau. Sampai saat ini sudah ada dua laporan dengan 6 tersangka,” katanya.(dpr/adv/hms)