Imigran di Pekanbaru membludak

Imigran di Pekanbaru membludak

PEKANBARU - Membludaknya jumlah imigran di Kota Pekanbaru sudah mulai menimbulkan dampak sosial. Ditambah lagi, para imigran ini ditampung di 5 titik berbeda yang cenderung sulit diawasi. Untuk itu, Pemerintah Kota Pekanbaru berencana menempatkan para imigran di satu titik agar memudahkan dalam pemantauan.

"Imigrasi sekarang ada 5 titik penampungan. Yaitu di Kecamatan Bukit Raya ada 2 titik, 1 di Sukajadi, 1 di Pekanbaru Kota, dan 1 lagi di Rumbai. Dengan 5 titik seperti ini pengawasan terhadap imigran juga susah," ungkap Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi SSi. Selasa (17/2) malam.

Dengan demikian, agar tidak meresahkan, maka menurut Ayat Cahyadi, pihaknya saat ini tengah mengkaji untuk menempatkan para imigran di suatu tempat. Saat ini usulan yang disampaikan yakni di Rumah Susun Sewa (rusunawa) Rejosari.

Namun, pemanfaatan rusunawa untuk imigran harus ditelaah terlebih dahulu, jika masyarakat tidak berminat dengan rusunawa maka barulah bisa ditempatkan imigran di tempat tersebut.

"Ini adalah upaya kita memaksimalkan Rusunawa Rejosari, itupun dengan syarat setelah warga Pekanbaru tidak ada yang mau tinggal di rusunawa tersebut," tuturnya lagi.

Sebab, jelas Wakil Walikota, untuk melarang imigran datang ke Pekanbaru memang tidak mungkin dilakukan, karena para imigran ini dilindungi undang-undang dan PBB. Maka harus ada tindakan dan kebijakan pemerintah untuk mengantisipasi terjadinya gesekan sosial atas kehadiran imigran tersebut.

"Wacana tersebut harus ada kajian mendalam sehingga tidak berbenturan dengan peraturan perundang-undangan, sebab imigran adalah kewenangan pemerintah pusat. Wacana tersebut saya sampaikan untuk menjadi solusi," tutur Ayat Cahyadi.

Ayat juga mengaku telah menerima laporan masyarakat tentang keresahan adanya imigran berkeliaran di Kota Pekanbaru sejak beberapa waktu belakangan. Para imigran ini diduga menjadi penyebar aliran syiah, juga disebut bahwa imigran yang didominasi para pria ini menjadi laki-laki pekerja seks komersial (gigolo).

"Jika satu titik di Rusunawa Rejosari nantinya, tentu memudahkan pengawasan sehingga 3 hal yang harus diwaspadai dari keberadaan imigran ini yaitu keamanan negara, paham keagamaan, dan pengaruh sosial, karena ada isu mereka terlibat gigolo, dapat dicegah," papar Ayat lagi.

Karena persoalan imigran ini merupakan kewenangan negara, dalam hal ini pemerintah pusat, maka kata Ayat, tidak boleh membebani APBD. "Hal tadi sekedar wacana untuk solusi sehingga energi kita tidak habis mendiskusikan imigran yang bukan kewenangan pemda," pungkasnya.(Mpr/nto)

Berita Terkait

Kejutan HUT ke-81 TNI, Wabup Jamri Bersama Perangkat Daerah Sambangi Kodim 0209/lb

Portalriau.com- Suasana penuh keakraban dan kebersamaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0209/LB, Jalan…...

Inovasi SERUMPUN, SD Negeri 15 Rantau Selatan Raih Support Lintas Sektor, Dinas PPPA Turut Serahkan

Labuhanbatu, Portalriau.com- Suasana Puncak Program SERUMPUN di SD Negeri 15 Rantau Selatan pada Jumat (2/10/2026) berlangsung penuh kehangatan dan semangat kebersamaan. Kegiatan bertajuk “Sedekah Segenggam…...

Bupati Maya Hasmita Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026

Labuhanbatu, Portalriau.com- Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., MKM., bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 yang digelar di halaman…...

Musrenbang Kecamatan Mandau Tahun 2026, Camat Riki Sesalkan Masyarakat Buang Sampah Sembarangan

DURI –Portalriau.com-- Bupati Bengkalis Ibu Kasmarni, S.Sos., M.MP., pada hari ini Rabu (28/01/2026), membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Mandau, perencanaan tahun 2027, yang mana…...

Semangat Kemerdekaan Membara, Camat Mandau Riki Rihardi Pimpin Upacara HUT Ke-81 RI

Mandau, Portalriau.com---Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Kantor Camat Mandau saat digelar Upacara Penaikan Bendera Merah Putih memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin 17 Agustus 2026…...