Jumlah Hotspot di Rohil Berkurang, Lahan Terbakar Akan di Status KUO kan
BAGANSIAPIAPI - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dikabupaten Rokan Hilir (Rohil) tahun ini terjadi penurunan titik panas (hotspot) jika dibandingkan dengan karhutla yang terjadi pada tahun 2014 lalu. Berkurangnya hotspot pada tahun 2015 ini berkat kerja keras semua pihak yang sangat peduli dengan lingkungan.
"tahun ini hotspot dirohil ditemukan sebanyak 46 hotspot, jumlah ini sangat jauh berkurang jika dibandingkan dengan karhutla yang terjadi pada tahun 2014 lalu yang jumlah hotspotnya ratusan titik, "kata Plt Sekdakab Rohil, Drs H Surya Arfan Msi, saat membuka Rakor dan evaluasi penanggulangan kabut asap akibat karhutla, Senin (21/12) digedung serbaguna, Bagansiapiapi.
Rakor dan evaluasi kabut asap akibat karhutla itu dihadiri oleh instansi terkait seperti kadishut Rohil Rahmatul Zamri, Kepala Badan Penanggulangan bencana daerah(BPBD) Rohil H Azhar SE Msi, Plt Dinsos Rohil Satari Spd, Kapolsek Bangko Kompol Nurhadi Ismanto SH Sik, Pihak Kejari Bagansiapiapi, Para Camat, Datuk Penghulu, dan pihak terkait lainnya.
Diterangkan Surya Arfan, Kabup asap akibat bencana karhutla yang melanda sejumlah kecamatan dirohil tahun 2015 ini dikarenakan asap kiriman dari Propinsi tetangga. "kalau hotspot dirohil sudah jauh berkurang jumlahnya, yang kemaren itu hanyalah asap kiriman dari propinsi tetangga yang letaknya berdekatan dengan Propinsi Riau, "ujarnya.
Bencana karhutla yang terjadi dirohil menurut surya Arfan disebabkan adanya beberapa faktor seperti Faktor alam, adanya tindakan kesengajaan membakar hutan maupun lahan, Lemahnya dalam penanganan karhutla, serta terbatasnya sarana dan prasarana untuk melakukan pemadaman dan lain sebagainya.
Dilanjutkan Kepala BKP Rohil ini, Kedepannya pemkab Rohil akan memberlakukan status KUO bagi lahan yang terbakar. " jika nanti ada lahan yang terbakar dan tidak diketahui siapa pemiliknya, maka Lahan itu akan dipasang Police Line serta lahannya akan kita status KUO kan, "ancamnya.
"kita jangan sampai tertipu lagi dengan para pelaku, setelah lahan dibakar terkesan dibiarkan begitu saja serta tidak mengakui lahan itu miliknya, kedepannya kita minta kepada instansi terkait untuk memasang Police line dan lahannya akan kita status KUO kan agar memberikan efek jera kepada pemiliknya, "ujarnya.
Dirinya juga berharap Dengan adanya rakor dan evaluasi kabut asap akibat karhutla ini agar mampu mengantisifasi sedini mungkin agar bencana karhutla tidak sampai terjadi lagi dirohil. "jika terjadi bencana karhutla, Minimal instansi terkait harus mampu meminimalisir jumlah hotspotnya, "pungkasnya. (Dpr/Af)