Kabut Makin Pekat di Rohul Penyakit Akibat Asap Menurun
ROKAN HULU-Kabut asap di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), khususnya di Kota Pasir Pangaraian, semakin pekat bahkan langit Kota Pasir Pangaraian hitam pekat, namun laporan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Rohul, masyarakat yang menderita penyakit akibat kabut asap terus menurun.
Disampaikan, Warga Pasir Pangaraian Lukman, Minggu (27/9) petang, kalau kondisi langit Kota Pasir Pangaraian sangat hitam. "Bahaya ni pak kalau sempat gak datang hujan bisa karam kita kito ini," sebut dengan logat setempat.
Sebenarnya, bisa dilakukan shalat Istisqha (Doa Minta Hujan), karena kalau hujan sudah datang, secara otomatis kabut asap yang tebal itu akan hilang.
"Kalau bisa pemerintah memfasilitasi masyarakat Rohul untuk melakukan shalat Istisqho, supaya turun hujan, ini dada terasa sesak sekali, kemudian pusing-pusing," ungkapnya.
Di tempat berbeda, Kadiskes Rohul drg. Grifino Dalihardy menjelaskan menurut laporan dari anggotanya kalau penyakit akibat bencana asap di Rohul berkuarang. "Sesuai data dari Lima puskesmas Padang Tanggal 27 September 2015 sore penderita akibat kabut asap berkuarang di anataranya untuk penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) 36 kasus, Asma 3 kasus, Iritasi kulit 4 kasus, Iritasi mata 8 kasus," terangya.
Saat ditanya, kabut di Rohul kian pekat, kok penderita berkuarang, Kadiskes Rohul menjawab, data tersebut baru dari 5 puskesmas yang melapor, kemudian hari ini libur. "Biasanya diakumulasikan ke hari besok Senin, efek asap gak seperti kecelakaan lalu lintas langsung ada yang korban, efek kabut asap akan muncul 3-4 hari kemudian," pungkasnya. (dpr/Ram)