KPID Temukan Permasalahan Siaran di Rohil, Pemkab Diminta mendirikan Lembaga Penyiaran Lokal

KPID Temukan Permasalahan Siaran di Rohil, Pemkab Diminta mendirikan Lembaga Penyiaran Lokal

BAGANSIAPIAPI - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Propinsi Riau menemukan beberapa Permasalahan Penyiaran yang ada didaerah perbatasan di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Untuk mengatasi hal itu, KPID Riau meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) untuk mengambil kebijakan untuk mendirikan suatu Lembaga siaran Lokal. Sehingga Program Keluarga Cinta Siaran Indonesia (KCSI) bisa terwujud dengan seutuhnya.

Demikian Disampaikan Ketua KPID Riau, Zainul Ikhwan saat memberikan Worshop penguatan Kapasitas Masyrakat Wilayah Perbatasan dirohil, Kamis (27/8) di Media Center Panwaslu Rohil, Jalan kelenteng, Bagansiapiapi. Worshop yang diikuti 20 peserta yang berasal dari Kalangan masyrakat dan Wartawan itu terungkap beberapa permasalahan tentang siaran yang ada di Rohil.

Permasalah itu diantaranya terbatasnya jangkauan Siaran bagi masyrakat yang ada di perbatasan, Sehingga masyrakat yang berada diperbatasan lebih cendrung menonton maupun mendengarkan Siaran dari Negara tetangga Malaysia.

Permasalahan kedua yakni masyrakat bisa mengakses Siaran Indonesia tetapi harus mengeluarkan Biaya dengan memanfaatkan TV Kabel dan Parabola. Permasalah selanjutnya, TV Kabel dengan sistem berlangganan juga kebanyakan Siaran Asing, Tidak teraksesnya Budaya tempatan atau lokal dan sebagainya, "ujar Zainul Ikhwan.

Menurut Zainul, Saat ini sedikitnya ada 60 lebih Siaran Asing yang bisa ditangkap dibagansiapiapi melalui TV maupun Radio. Nah, Untuk itu kita tentunya tidak ingin masyrakat Indonesia yang berada diperbatasan terpengaruh dengan budaya Asing. Apabila hal ini terjadi Maka dikwatirkan Siaran Lokal yang menampilkan berbagai Jenis Budaya, Seni indonesia akan hilang .

Zainul memberikan salah satu contoh dimana Masyrakatnya sangat Kental dengan Budaya dan bahasa dari Negara tetangga Malaysia. Daerah tersebut berada dititik terluar Rupat Utara. Didaerah itu berbabagai siaran TV dan radio asing bisa diakses dengan mudah ketimbang mengakses siaran Indonesia, Sehingga masyakat setempat lebih banyak menggunakan Bahasa dan budaya malaysia.

"Kita bisa lihat dirupat Utara itu masyrakatnya tidak menggunakan bahasa melayu Riau tetapi menggunakan bahasa Melayu Malaysia. Selain itu cara berlebaran, bentuk Rumah dan hal lainnya sangat Mirip dengan Negara Malaysia. Nah, untuk itu kita berharap Kepada Pemkab Rohil untuk mendirikan suatu Lembaga Penyiaran Lokal, sehingga Masyrakatnya tidak terpengaruh dengan siaran Asing. Karena Wilayah Rokan Hilir adalah satu satu wilayah yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia, "pungkas Zainul Ikhwan. (Mpr/Af)

Berita Terkait

Long Term Guesthouse Rental Bali: How to Verify Included Services and Avoid Hidden Overage Bills

You signed up because the listing said 'utilities included.' A few months in, the landlord hands you an overage bill for electricity you thought was…...

Mourinho Ungkap Alasan Real Madrid Gagal Mendatangkan Rodri

Olahraga- Jose Mourinho mengungkap cerita di balik kegagalan Real Madrid mendatangkan Rodri. Pelatih asal Portugal tersebut menilai keraguan sang gelandang menjadi salah satu faktor utama…...

Omar Artan Jadi Wasit Piala Super Eropa 2026 Setelah Gagal Tampil di Piala Dunia

Olahraga- Wasit asal Somalia, Omar Artan, akan mencatat sejarah baru dalam kariernya setelah dipercaya memimpin pertandingan Piala Super Eropa 2026. Penunjukan tersebut menjadi pencapaian penting…...

Manchester City Resmi Datangkan Kiper Timnas Argentina Geronimo Rulli

OLahraga- Manchester City resmi menambah kekuatan di sektor penjaga gawang setelah merekrut kiper tim nasional Argentina, Geronimo Rulli, dari klub Prancis Olympique Marseille. Transfer tersebut…...

Aston Villa Resmi Datangkan Zion Suzuki dan Matteo Ruggeri

Olahraga- Aston Villa kembali bergerak aktif di bursa transfer musim panas 2026. Klub Premier League tersebut resmi mengumumkan kedatangan dua pemain anyar, yakni kiper Zion…...