Limbah PKS PT RSI dan PT Tukiang Diduga Cemari Sungai Ngaso

Limbah PKS PT RSI dan PT Tukiang Diduga Cemari Sungai Ngaso

PORTALRIAU.COM,  Limbah Pabrik Kelapa Sawit, PT RSI, dan PT Tukiang pada dua pekan yang lalu, diduga mencemari sungai ngaso. Akibat dugaan pencemaran sungai tersebut, warga Desa Ngaso, Kecamatan Ujungbatu, Kabupaten Rokan hulu, menderita gatal-gatal di sekujur tubuh. Sebab warga yang menderita gatal tersebut, dalam sehariannya bekerja sebagai penambang pasir di sungai dan pencari ikan di sungai.

 
Hal tersebut, terbongkar saat warga Desa Ngaso membuat laporan pada kedua Perusahaan tersebut dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hulu. Kemudian management kedua pihak Perusahaan mengadakan pertemuan pada warga Desa Ngaso Kamis (16/02/2017) di aula Kantor Kepala Desa Ngaso, untuk mencari solusi yang terbaik.
 
Dalam pertemuan itu, salah seorang warga, Yusup menyampaikan, Dana Kompensasi untuk warga penambang pasir sebesar Rp.150 ribu perhari selama enam hari, karena warga penambang pasir yang menderita gatal-gatal tidak dapat bekerja selama enam hari. Kemudian dana kompensasi untuk warga yang mencari ikan di sungai, sebesar Rp.200 ribu/per orang. 
 
Sebab ikan yang ada disangkar ikan mereka mati. Warga yang di rugikan kedua pihak Perusahaan seperti penambang pasir sebanyak 22 orang, dan pencari ikan sebanyak 45 orang.
 
Pihak perusahaan membuat surat perjanjian tertulis agar limbah PKS tidak lagi mencemari sungai ngaso, dan di buat sangsi apa.Sebab sungai ngaso tersebut tempat bekerja untuk menghidupi keluarga. Sebut Yusup.
 
Dilanjut Yusup, setelah perundingan kedua pihak perusahaan dengan warga desa di aula Kantor kepala desa selesai, Yusup bersama Iat, utusan dari warga penambang pasir dan pencari ikan, diajak kedua pihak perusahaan untuk berunding kembali di ruangan kepala desa. 
 
"Perundingan tersebut memakan waktu selama dua jam, warga yang menderita gatal-gatal menunggu di halaman kantor Kepala Desa. Setelah lama menunggu Yusup keluar, dan memberitahu pada warga, bahwa pembayaran dana Kompensasi untuk perobatan di bayar kedua pihak perusahaan dua pekan yang akan datang. Warga yang mendengar hasil perundingan tersebut merasa kecewa, dan tidak puas," sebut Yusup.
 
Dalam musyawarah tersebut terlihat hadir. Management kedua pihak perusahaan, Kepala Desa Ngaso Andes Siata, Plt Camat ujungbatu Pisman Hendri, Kabid penataan dan pengelolaan lingkungan Hidup kabupaten Rokan Hulu, Muzainul ST MSi, Humas PT RSI Syahrial siregar, dan Humas PT Tukiang Hasbar. (rg/DPR)
 

Berita Terkait

Depi Rusdianto Siap Mengadu ke Dewan Pers, Namanya dicatut di Media Online

BENGKALIS, – Portalriau.com-- Depi Rusdianto, Hulubalang Tameng Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Bathin Solapan, menyatakan keberatan atas pemberitaan yang beredar di sejumlah media online…...

Peringati Hari Pangan Nasional, Pemkab Labuhanbatu Gelar Gerakan Pasar Murah di Rantau Selatan

Labuhanbatu, Portalriau.com- Turut berpartisipasi di Hari Pangan Nasional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu di bawah kepemimpinan Bupati dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, melaksanakan Gerakan Pasar Murah…...

Hari Santri 2026, Wabup Tegaskan Santri Harus Menguasai Teknologi Dan Berperan Menuju Indonesia Emas

Labuhanbatu, Portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu H. Jamri ST, mengatakan hari santri 2026, mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas". Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati…...

Merajut Keberagaman di Bumi Ikabina En Pabolo, Malam Seni Budaya Labuhanbatu Pukau Ribuan Warga

Labuhanbatu,Portalriau.com- Kemeriahan Hari Jadi Kabupaten Labuhanbatu ke-81 tahun 2026 berlangsung semarak dan penuh khidmat. Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu menggelar Malam Pagelaran Seni dan Budaya yang dipusatkan…...

Semarakkan HUT ke-81 Pemkab Labuhanbatu, Ribuan Masyarakat Panai Tengah Antusias Ikuti Jalan Santai

Labuhanbatu, Portalriau.com- Ribuan warga Kecamatan Panai Tengah memadati Lapangan Ika La Iya, Labuhanbilik, pada Minggu (11/10/2026). Kehadiran masyarakat yang antusias ini dalam rangka mengikuti kegiatan…...