Mitan Bercampur Bensin Memakan Korban, Wabup Minta Disperindag Tingkatkan Pengawasan
BAGANSIAPIAPI - Wakil Bupati (Wabup) Rohil Erianda SE meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Rohil untuk meningkatkan pengawasan dari peredaran makanan kadaluarsa dan Minyak oplosan berupa Minyak Tanah (Mitan) bercampur Bensin. Akibat Kelalaian dari Instansi itu, Bocah berumur 3 Tahun menjadi korban bakar akibat meledaknya akibat minyak oplosan tersebut.
Demikian ditegaskan Wabup Erianda saat mengunjungi M Syafei (3) korban kebakaran dari minyak oplosan yang dirawat di RSUD Dr Pratomo Bagansiapiapi, Kamis (1/10). "kita minta disperindag segera melakukan sidak dan jangan hanya banyak duduk diam dikantor, karena persoalan Mitan bercampur Bensin ini sudah meresahkan masyrakat, "pintanya.
Wabup Erianda juga mengungkapkan Keprihatinannya terhadap kejadian yang menimpa bocah yang tidak berdosa tersebut. "Untung saja korban selamat dari bencana tersebut, dalam kejadian itu ibu bocah bernama Syariah (28) juga ikut menjadi korban, ini benar-benar kejadian yang tidak terduga dan tidak kita inginkan, "ujarnya dengan nada kesal.
Untuk membantu Korban bakar akibat Minyak Oplosan tersebut, Pemkab akan melakukan koordinasi kebagian Bina Kesra Setdakab Rohil untuk menanggung segala pembiayaan korban selama dirawat dirumah sakit. Tapi yang jelas kita tidak akan tinggal diam dan segera menyelesaikan persoalan ini hingga tuntas.
Ditempat terpisah, Plt Sekdakab Rohil, Drs H Surya Arfan Msi juga menyampaikan hal yang sama dengan meminta Disperindag untuk segera melakukan sidah dan meningkatkan pengawasan dari beredarnya Produk yang membahayakan masyrakat tersebut. "Tanyakan kepada pembeli itu dimana minyak tersebut dibeli dan siapa peyalurnya. Jika terbukti menyalahi aturan dengan sengaja mencampur Mitan dengan Bensin, maka berikan sanksi tegas hingga pencabutan Izin Usahanya tersebut, "pinta Surya Arfan.
Sebelumnya kejadian berawal dari listrik mati pada selasa (29/9) kemaren sekitar pukul 20.00 dirumah korban. Dmana saat itu ayah korban bernama Rusli (30) yang bekerja sehari-hari sebagai nelayan sedang membuat bubu ikan dirumahnya. Pada saat itu listrik tiba-tiba padam, Melihat suaminya dalam kondisi gelap sang ibu yang juga korban mengambi lampu minyak dan meminta anaknya mengambil Mancis.
Setelah menyalakan mancis api langsung menyambar membuat lampu minyak teplok meledak mencapai tiga meter dan membakar sekujur tubuh anak dan istrinya. Rusli pada saat itu langsung berlari sambil menggendong anaknya dan terjun ke parit depan rumah yang jaraknya sekitar lima meter dari kamar dengan kedalaman setengah meter.
"Saat itu saya sudah tidak punya akal lagi karena api yang ada ditubuh anak saya menyala begitu besar, makanya saya bawa dan langsung lompat kedalam parit. Dirinya merasa heran dengan api yang menyambar dari lampu minyak, bahkan ia tidak mau menduga kalau isu yang beredar adanya minyak tanah yang bercampur benzin., "ujarnya dengan nada sedih. (Dpr/Af)