Pelaku Bakar Lahan Diancam Hukuman Berat,Kapolres Kampar Himbau Masyarakat Tidak Bakar Lahan

Pelaku Bakar Lahan Diancam Hukuman Berat,Kapolres Kampar Himbau Masyarakat Tidak Bakar Lahan

BANGKINANG - Minggu 14 Agustus 2016, cuaca ekstrim beberapa hari terakhir telah berpengaruh pada munculnya sejumlah titik api akibat kebakaran lahan dan hutan di negeri ini.

Sebagian besar dari kita sangat berharap agar bencana kabut asap sebagai dampak kebakaran lahan dan hutan yang luas tidak terjadi lagi.

Kalau ditelusuri timbulnya kebakaran lahan dan hutan ini pada umumnya didominasi faktor manusianya, hal ini disebabkan karena ketidakpedulian sebagian masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan serta masih adanya kebiasaan membersihkan lahan dengan cara membakar.

Sebenarnya walaupun musim kemarau datang, asalkan masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan serta hal-hal yang dapat memicu kebakaran lahan seperti membuang puntung rokok sembarangan pada semak belukar, ataupun membakar sampah pada lokasi yang rentan terjadi kebakaran lahan, maka tidak akan timbul masalah yang serius.

Satgas-satgas terkait yang menangani masalah karlahut dari Jajaran TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api, telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan menyadarkan masyarakat akan dampak dari pembakaran lahan dan hutan ini.

Dari pihak Kepolisian sendiri khususnya Polres Kampar telah membentuk beberapa satgas dengan penugasan dan perannya masing-masing yang meliputi :

1. Satgas Edukasi dengan melaksanakan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat, penyebaran maklumat serta pemasangan spanduk tentang himbauan agar tidak melakukan kegiatan pembakaran lahan dengan menurunkan anggota Fungsi Binmas dan juga Bhabinkamtibmas hingga ke pelosok desa.

2. Satgas Lidik dengan menurunkan anggota fungsi Intel untuk melakukan monitoring dan pengawasan terhadap kegiatan-kegiatan masyarakat di daerah perkebunan. Serta Satuan Sabhara dengan melakukan patroli terpadu antara Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api dengan melibatkan perangkat desa dan kecamatan.

3. Satgas Gakkum untuk melakukan proses penyelidikan dan penyidikan bagi pelaku pembakaran lahan dan hutan.

Selain itu pihak Kepolisian juga dilibatkan dalam Satgas penanganan bersama Jajaran TNI dan BPBD untuk membantu proses pamadaman bila terjadi kebakaran lahan dan hutan.

Beberapa upaya preventif dan antisipasi juga telah dilakukan pihak Kepolisian yaitu dengan membangun ratusan Kanal Bloking, Sumur Bor, Embung yang tersebar pada daerah-daerah rawan Karlahut.

Kerja keras tim gabungan ini nampaknya belum diimbangi dengan perubahan perilaku sebagian masyarakat yang tidak mempedulikan usaha dari satgas terpadu yang sudah berjibaku menangani permasalahan karlahut ini.

Perlu diingatkan kembali kepada masyarakat luas, bagaimana dahsyatnya dampak akibat kebakaran lahan dan hutan yang terjadi pada waktu lalu, hendaknya hal ini dapat dijadikan pembelajaran agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi.

Satu hal yang sangat penting adalah kepedulian semua pihak untuk turut berpartisipasi mulai dari upaya pencegahan hingga penanganannya. Jangan membiarkan orang atau pihak tertentu tetap melakukan perbuatan yang menyengsarakan masyarakat luas ini, setidaknya berikan informasi kepada aparat terkait untuk ditindaklanjuti guna dicegah sedini mungkin serta dilakukan penegakkan hukum.

Kapolres Kampar AKBP Edy Sumardi Priadinata SiK saat dikonfirmasi terkait masalah Karlahut ini, menyampaikan himbauan kepada masyarakat luas untuk tidak melakukan kegiatan pembakaran lahan maupun kegiatan yang berpotensi menimbulkan kebakaran lahan dan hutan.

Jika masih ada yang coba coba dengan sengaja melakukan pembakaran lahan ini, akan dilakukan proses hukum dan akan dijerat dengan Undang Undang RI nomor 41 tahun 1999 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara serta denda Rp 5 Milyar.

Mari kita bersama-sama menjaga dan memelihara lingkungan demi kemaslahatan orang banyak dan agar terhindar dari bencana yang menyengsarakan rakyat, demikian disampaikan Kapolres Kampar mengakhiri pembicaraannya.(dpr/Edi)

Berita Terkait

Pergantian Antar Waktu, Muslimin Hadi Wibowo Dilantik Gantikan Almarhum Polma Tambunan

Labuhanbatu, Portalriau.com- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Labuhanbatu secara resmi melantik Muslimin Hadi Wibowo sebagai anggota DPRD melalui mekanisme Penggantian Antar Waktu (PAW) tahun…...

7 Rekomendasi Film Korea Romantis dengan Kisah Cinta yang Bikin Baper

Film Korea romantis selalu punya cara tersendiri untuk membuat penonton ikut terbawa perasaan. Ada kisah cinta pertama yang penuh kenangan, hubungan yang diuji oleh keadaan,…...

Depi Rusdianto Siap Mengadu ke Dewan Pers, Namanya dicatut di Media Online

BENGKALIS, – Portalriau.com-- Depi Rusdianto, Hulubalang Tameng Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Bathin Solapan, menyatakan keberatan atas pemberitaan yang beredar di sejumlah media online…...

Peringati Hari Pangan Nasional, Pemkab Labuhanbatu Gelar Gerakan Pasar Murah di Rantau Selatan

Labuhanbatu, Portalriau.com- Turut berpartisipasi di Hari Pangan Nasional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu di bawah kepemimpinan Bupati dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, melaksanakan Gerakan Pasar Murah…...

Hari Santri 2026, Wabup Tegaskan Santri Harus Menguasai Teknologi Dan Berperan Menuju Indonesia Emas

Labuhanbatu, Portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu H. Jamri ST, mengatakan hari santri 2026, mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas". Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati…...