Pemkab Dukung Polisi Tindak Tegas Pelaku Karhutla

PASIR PENGARAIAN- Kabut asap tebal yang masih menyelimuti wilayah Rokan Hulu (Rohul) dalam dua pekan terakhir telah memberikan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat.

Selain ribuan warga Rohul, kini terdata telah terserang penyakit akibat terhirup udara bercampur kabut asap, bahkan kabut ini menyelimuti Rohul dua pekan terakhir telah merugikan anak didik seharusnya menuntut ilmu di sekolah, terpaksa harus di liburkan Pemkab Rohul.

Sebagai bentuk keseriusan Pemkab Rohul dalam menyikapi bencana asap ini, Kepala daerah telah mengeluarkan keputusan dengan menetapkan Rohul status siaga bencana asap hingga 31 Agustus lalu. Bahkan telah diperpanjang status siaga darurat bencana asap terhitung sejak 1 September hingga 30 Oktober  mendatang. Dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan bencana asap tersebut.

Pemkab Rohul meminta pelaku pembakar lahan dan hutan ditindak secara tegas aparat hukum, karena dari pembakaran lahan dan hutan (Karhutla) itu, menyebabkan udara yang dihirup masyarakat telah bercampur tercemar.

Kemudian Wakil Bupati (Wabup) Rohul Hafith Syukri menyebutkan, pemerintah daerah memberikan dukungan penuh kepada pihak Polri dan TNI dalam menindak tegas pelaku pembakar lahan dan hutan yang mengakibatkan timbulanya kabut asap. Karena pemerintah daerah melalaui dinas teknis telah mensosialisasikan dan penyuluhan kepada masyarakat, khususnya yang membuka kebun, ladang atau sawah untuk tidak dengan cara dibakar.

"Kita minta Polres Rohul tidak tegas pelaku pembakar lahan dan hutan, dengan memproses secara hukum dan adil. Karena kabut  memberikan dampak negatif kepada kesehatan masyarakat dan pendidikan anak yang terpaksa kita liburkan. Pemerintah daerah setiap tahunnya memberikan penyuluhan dan sosialisasi agar masyarakat tidak membakar lahan dan hutan, ketika membuka kebun atau ladang," sebutnya.

Dirinya, mendukung kebijakan Pemprov Riau telah metetapkan Riau darurat pencemaran udara akibat kabut asap tebal, sehingga pemerintah daerah sangat mudah melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan dan hutan yang dapat menimbulkan kabut asap.

Wabup menjelaskan, kabut asap tebal yang menyelimuti wilayah Rohul dalam beberapa pekan terakhir, berasal dari asap kiriman kabupaten dan provinsi tetangga. Kalaupun ada ditemukan titik api, pemerintah daerah melalui BPBD sinergitas bersama TNI, Polri dan masyarakat untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan dilapangan.

Hafith mengaku selain telah memberikan puluhan ribu masker gratis kepada masyarakat dalam upaya pencegahan terhadap masyarakat agar tidak terserang penyakit yang ditimbulkan dari kabut asap.

Juga melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat agar membakar lahan dan hutan dimusim kemarau saat ini. "Saat ini pemerintah daerah telah memesan 500 ribu masker gratis untuk segera dibagikan kepada masyarakat Rohul, untuk mencegah terserang penyakit yang diakibat terhirup udara yang bercampur asap," jelasnya

Sementara, Kapolres Rohul mengungkap empat pelaku diduga melakukan pembakar lahan di Kecamatan Rokan IV Koto yang terjadi  tanggal 23 Agustus 2015 pukul 18.00 Wib. Sedangkan pemilik lahan berinisial Uj saat ini telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO), sebagai pihak yang menyuruh empat pelaku berinisial Ag, MM, Ar, RL untuk melakukan pembakaran lahan tersebut.

Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono didampingi Paur Humas Polres Rohul Ipda P Simatupang mengatakan penangkapan empat tersangka sesuai hasil lidik tindak pidana pembakaran lahan dan hutan, dengan TKP  di Dusun III, Desa Koto Ruang Kecamatan Rokan IV Koto.

Berdasarkan laporan polisi, LP. A/27/VIII/2015/Res Rohul/Sek Rokan IV Koto Kabupaten Rohul, bahwasanya, otak pelaku pembakaran bernama Uj dan empat anggotanya. "Empat tersangka pelaku pembakaran lahan berhasil kita amankan, Rabu (9/9) lalu. Pemilik lahan Uj yang menyuruh empat warga melakukan pembakaran lahan, melarikan diri dan telah ditetapkan sebagai DPO," sebutnya.

Kapolres menyebutkan, terungkapnya tindak pidana pembakaran lahan tersebut. Berawal Senin (24/8), anggota Polsek Rokan IV Koto mendapatkan informasi dari masyarakat, ada pembakaran lahan lebih kurang 3,5 hektar di dusun III Desa Rokan Koto ruang.

Kemudian Kanit Reskrim Polsek Rokan IV Koto dan satu orang anggota mendatanggi tempat kejadian perkara. Setibanya di TKP, anggota langsung menemui saksi dan didapat keterangan bahwa yang melakukan pembakaran lahan tersebut adalah Uj Cs. "Sekarang empat tersangka pembakar lahan beserta barang bukti berupa potongan kayu yang terbakar sudah kita amankan di Mapolres Rohul, guna proses penyelidikan lebih lanjut," sebutnya.

Di tempat berbeda,  Kepala BPBD Rohul Aceng Herdiana menyebutkan, kabut asap tebal yang dinilai sangat membahayakan kesehatan masyarakat, merupakan becana asap kiriman dari kabupaten dan provinsi tetangga yang terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Diakuinya, Rohul pada hari ini tidak ada ditemukan titik api atau kebakaran lahan dan hutan. Dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana asap, BPBD Rohul bersinergi dengan Polri dan TNI dengan mendirikan tiga pos lapangan yang berlokasi di Kecamatan Bonai Darussalam, Rokan IV Koto dan Pos Lapangan di Kecamatan Rambah sebagai pos induk. "Di Pos lapangan ini, di tempat petugas dari instansi terkait seperti BPBD, TNI, Polri, yang fungsinya untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan bencana kabut asap.Untuk penegakan hukum kepada pelaku pembakar lahan, itu kewenangan Polri dan TNI," sebutnya.

Aceng mengaku, pihaknya telah membagikan 20 ribu lembar masker kepada masyarakat di sejumlah kecamatan se Rohul. Namun untuk saat ini BPBD Rohul telah kehabisan stok masker.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Rohul drg Grifino Dahlihardy, membenarkan pihaknya saat ini, tengah memesan sebanyak 500 Ribu lembar masker atau sekitar 10 ribu Boks masker. Namun karena bencana kabut asap tidak saja terjadi di Riau, termasuk Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan, Sumatera Utara dan Sumbar, maka kebutuhan masker pemerintah daerah sangat tinggi. "Kita harapkan dalam pekan ini, masker yang kita pesan sebanyak 500 ribu lembar tiba di Rohul dan segera dibagikan secara gratis kepada masyarakat," katanya.

Disinggung kualitas udara di Rohul yang bercampur udara, Grifino mengaku, untuk saat ini pihaknya belum dapat menghitungnya, karena Rohul saat ini belum memiliki alat ISPU. "Kita himbau warga mengurangi aktifitas di luar rumah atau gedung. Karena kabut asap tebal sangat membahayakan kesehatan masyarakat," sebutnya.

Namun panatauan setelah  angin kencang disertai hujan deras yang terjadi, Senin (14/9) pukul 14.00 Wib, justru membawa berkah bagi masyarakat Rohul khususnya di Kota Pasir Pengaraian dan sekitarnya. Pasalnya, angin kencang disertai hujan ini, kabut asap yang semulanya tebal, sudah berkurang, jarak pandang di Kota Pasir Pengaraian yang tadinya hanya radius 500 meter, saat ini sudah normal.

Terlihat langit di Kota Pasirpengaraian yang awalnya diselimuti kabut asap sudah kembali cerah membiru. Kondisi ini warga sujud syukur atas turunya hujan lebat yang turun hampir berlangsung selama satu jam. "Alhamdulillah, hujan lebat yang turun siang ini, akhirnya kabut asap mulai hilang. Langit terlihat cerah.Semoga dalam beberapa hari kedepan Riau khususnya Rokan Hulu diguyur hujan lebat, sehingga anak bisa sekolah seperti biasa lagi," harap Isfensyah, salah seorang Warga Pasir Pengaraian yang sedang menampung air hujan yang turun. (dpr/adv/humas)

Berita Terkait

PHR Temukan Harta Karun Baru, Sumur TOPI-002 Hasilkan 795 Barel Minyak Per Hari

DURI, Portalriau.com--28 April 2026 – Di tengah tantangan penurunan produksi alami di lapangan minyak Blok Rokan, SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) justru…...

Di bocorkan warga Ini nama nama BD Narkoba di Bilah Hulu.Kapolres diminta bertindak

Labuhanbatu. Peredaran narkoba jenis Sabu sabu belum juga musnah dari bumi Labuhanbatu, entah apa yang menyebabkan hal tersebut, apakah lambannya penanganan penegak hukum, ketidak pedulian…...

PHR Santuni 50 Dhuafa dan Tuntaskan Solusi Banjir serta Jalan Rusak di South Bekasap

BENGKALIS, Portalriau.com---24 April 2026 – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyalurkan santunan kepada 50 dhuafa di Kelurahan Pematang Pudu, Kabupaten Bengkalis, sebagai bagian dari syukuran…...

Tokoh Masyarakat Apresiasi Kinerja Kapolres Rohil, Cepat Tanggap Tangani Persoalan di Panipahan

Rokan Hilir –Portalriau.com--- Tokoh masyarakat Kabupaten Rokan Hilir, H. Fuad dan H. Samsul, menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Rokan Hilir atas kinerja cepat dan tanggap dalam…...

KAPOLRES ROHIL BERSAMA UPIKA PANIPAHAN GELAR PENANAMAN POHON DALAM RANGKA HARI BUMI SEDUNIA

Rokan Hilir – Portalriau.com--Dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia, Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H. bersama unsur UPIKA Panipahan melaksanakan kegiatan penanaman…...