Selama Agustus 2016, Sekitar 1.358 Hektar Lahan di Rohul Terbakar
ROKAN HULU-Selama bulan Agustus 2016, terdata sekitar 1.358 hektar lahan baik milik warga dan perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul)terbakar, kemudian paling terparah di Kecamatan Bonai Darussalam menacapi 846 hektar dari dua perusahaan yakni PT Andika dan PT Gerbang Sawit Indonesia (GSI).
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rohul, Aceng Herdiana melalui Kasi Pemadam Kebakaran, Reza, berdasarkan data di intansinya, kebakaran lahan di Rohul selama bulan Agustus 2016 cukup tinggi, mencapai 49 kali titik hospot dengan luas lahan yang terbakar mencapai 1.358 hektar.
"Dari ribuan lahan yang terbakar tersebut sekitar 846 hektar disumbang dari kebakaran lahan yang terjadi di Kecamatan Bonai Darussalam dengan rincian PT Andika sekitar 796 dan PT GSI 50 hektar," Kasi Pemadam Kebakaran BPBD Rohul, Reza Kamis (1/9) ketika dijumpai di kantornya.
Diakuinya, kebakaran lahan di Kabupaten Rohul, terjadi di 11 kecamatan dari 16 kecamatan yang ada di Rohul, untuk itu masyarakat diminta proaktif memadamkan api dan jangan hanya berharap pemadaman hanya dilakukan pemerintah. "Selain itu warga juga diminta untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta tidak sembarangan membuang puntung rokok, karena dapat memicu kebakaran lahan ditengah musim kemarau ini," ungkapnya.
Kasi Pemadam BPBD Rohul dalam musibah kebakaran tersebut juga pihaknya melaporkan bahwa sebagian besar alat pemadam kebakaran yang diterjunkan untuk memadamkan api di wilayah Bonai Darussalam banyak yang mengalami kerusakan serius dan harus cepat diganti dengan yang baru, mengingat kondisi musim kemarau panjang ini.
Ini data kebarakan lahan sesuai data BPBD Kabupaten Rohul, Kecamatan Bonai Darussalam, PT APSL, 796 Hektar, GSI 50 hektar, Rambah Hilir 70, Bangun Purba 20 hektar, Rambah Samo 15 Hektar, Rambah 2 Hektar, Rokan IV 157 Hektar, Tandun 220 hektar, Kabun 25 Hektar, Ujung Batu 2, Pendalian IV Koto 1,5 Hekar.(dpr/raj)