Semburan Gas Di Kecamatan Bantan Tidak Berbahaya

Semburan Gas Di Kecamatan Bantan Tidak Berbahaya

BENGKALIS – Masyarakat tidak perlu khwatir terhadap adanya semburan gas di sumur bor di halaman Mushalla Nurul Yakin, Dusun Tuah Makmur, Desa Bantan Sari, Kecamatan Bantan. Sebab gas tersebut hanya merupakan gas rawa atau metana (CH4) yang tidak berbahaya.

“Tidak ada gas beracun seperti H2S (Hidrogen sulfida). Zero H2S. Biarkan apinya menyala terus. Apalagi di ruang terbuka seperti ini. Nanti akan habis sendiri dan tidak berbahaya bagi kehidupan,” tegas Sudarman, Safety Air Badan Operasional Bersama (BOB) PT BSP Pertamina Hulu.

Didampingi Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie, penjelasan itu disampaikan Sudarman kepada sejumlah wartawan usai mengecek langsung semburan gas tersebut, Selasa (5/1/2015) petang.

Selain Ahmad Syah, turut mendampingi petugas dari BOB PT BSP Pertamina Hulu mengecek semburan gas di halaman Musahalla Nurul Yakin tersebut diantaranya Kadis Pertambangan dan Energi H TS Ilyas, Camat Bantan Hendrik Dwi Yatmoko dan Kapolsek Bantan AKP Ermanto.

Gas rawa itu, kata Sudarman, terbentuk dari timbunan material organik, dan dalam jangka waktu bertahun-tahun dan ketika dibuka akan mengeluarkan gas.

Dia menjelaskan, kejadian seperti di Desa Bantan Air itu adalah hal biasa dan bisa terjadi dimana saja. Khususnya di daerah rawa-rawa dan persawahan.

Ketika ditanya berapa lama semburan gas di halaman Mushalla Nurul Yakin tersebut tetap keluar, Sudarman tidak bisa memprediksinya secara pasti.

"Harus diteliti lebih detil lagi. Kita datang kan cuma ingin memastikan gas ini berbahaya atau tidak. Dan ternyata tidak," katanya.

Sudarman juga mengatakan kalau semburan gas itu tidak kuat. Kalau mau, ditutup juga tidak masalah. Tinggal disemen saja," katanya.

Meskipun gas tersebut tidak berbahaya, Ahmad Syah tetap mengingatkan warganya untuk tetap waspada. Khususnya kepada para orang tua agar benar-benar memperhatikan anak-anak agar tidak bermain di sekitar api pembakaran yang dihasilkan dari gas tersebut.

“Awasi anak-anak kita agar tidak melintas garis larangan yang telah dipasang pihak kepolisian,” pesannya kepada hampir seratus orang warga Bantan Sari  yang ikut menyaksikan pengecekan lapangan oleh petugas dari BOB PT BSP Pertamina Hulu tersebut.

Sementara Camat Bantan menjelaskan, semburan gas seperti yang terjadi di Desa Bantan Sari ini bukan kali pertama terjadi di Kecamatan Bantan.

“Lima tahun lalu, kejadian serupa juga terjadi di Desa Teluk Lancar. Waktu itu kejadiannya sama. Masyarakat membikin sumur bor," kata Hendrik Dwi Yatmoko.(dpr/adv/hms)

Berita Terkait

PHR Temukan Harta Karun Baru, Sumur TOPI-002 Hasilkan 795 Barel Minyak Per Hari

DURI, Portalriau.com--28 April 2026 – Di tengah tantangan penurunan produksi alami di lapangan minyak Blok Rokan, SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) justru…...

Di bocorkan warga Ini nama nama BD Narkoba di Bilah Hulu.Kapolres diminta bertindak

Labuhanbatu. Peredaran narkoba jenis Sabu sabu belum juga musnah dari bumi Labuhanbatu, entah apa yang menyebabkan hal tersebut, apakah lambannya penanganan penegak hukum, ketidak pedulian…...

PHR Santuni 50 Dhuafa dan Tuntaskan Solusi Banjir serta Jalan Rusak di South Bekasap

BENGKALIS, Portalriau.com---24 April 2026 – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyalurkan santunan kepada 50 dhuafa di Kelurahan Pematang Pudu, Kabupaten Bengkalis, sebagai bagian dari syukuran…...

Tokoh Masyarakat Apresiasi Kinerja Kapolres Rohil, Cepat Tanggap Tangani Persoalan di Panipahan

Rokan Hilir –Portalriau.com--- Tokoh masyarakat Kabupaten Rokan Hilir, H. Fuad dan H. Samsul, menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Rokan Hilir atas kinerja cepat dan tanggap dalam…...

KAPOLRES ROHIL BERSAMA UPIKA PANIPAHAN GELAR PENANAMAN POHON DALAM RANGKA HARI BUMI SEDUNIA

Rokan Hilir – Portalriau.com--Dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia, Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H. bersama unsur UPIKA Panipahan melaksanakan kegiatan penanaman…...