Target Project Wisata Tujuan Gunung Bongsu-Rohul, Seluas 2.800 Hektar Lahan Diusulkan Pengalihan Fun
ROKAN HULU-Target pembangunan project, wisata tujuan di Negeri Seribu Suluk, Pemkab Rokan Hulu (Rohul), mengusulkan seluas 2.800, hektar di Gunung Bongsu, Kecamatan Rambah-Rambahsamo dan Bangun Purba untuk dialihfungsikan dari Hutan Kawasan Konfersi (HPK) menjadi satus Hutan Kawasan Penggunan Lainnya (HPL).
Informasi ini disampaikan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Rohul, Nifzar di Pasir Pangaraian, Rabu (22/3), katanyan hasil Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Komisi A DPRD Provinsi Riau dengan Kementerian Lingkungan Hidup (LH) RI dan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI telah dilakukan perumusan untuk perencanaan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Negeri Seribu Suluk termasuk bagian dari Bumi Lancang Kuning.
"Pengembangan destinasi pariwista sudah dibahas dalam rapat penyelesaian RTRW Provinsi Riau, sudah diusulkan pembebasan lahan untuk fasilitas umum dan fasilitas pemerintah, sekitar 10 ribu hektar, dari HPK menjadi HPL untuk di Riau, bahkan dalam penyelesaiannya sudah berkoodinasi dengan Komisi A DPRD Provinsi Riau yang menangni tentang RTRW bersama-sama termasuk Kemen LH difasilitasi Anggota DPD RI," ungkap Nifzar.
Lanjutnya, sesai dengan Surat Kepetusan (SK) Peraturan Menteri Kehuatan (Permenhut) RI Nomor 878 Tahun 2013, Tentang Kawasan Hutan di Provinsi Riau yang hanya sekitar 1, 6 juta hektar. Sementara tim terpadu telah melakukan kajian ketersedian sekitar 2,7 juta, tapi ruang tersebut tidak memungkin termasuk untuk lahan sekitar 280 ribu hektar.
"Jadi sesuai dengan SK Permenhut Nomor: 878 tersebut, mengharapakan kembali diperlukan terhadap fasilitas dan fasiltas pemerintah termasuk pengembangan wisata Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Rohul," tuturnya.
"Bahkan kita dari Pemkab Rohul, sudah mengajukan kawasan Gunung Bongsu seluas 2800 hektar, untuk dialihfungsikan, namun kita sudah mengajukan destinasi sebagi tujuan wisata di Kabupaten Rohul, bahkan untuk Provinsi Riau," terangnya.
Lanjutnya, kawasan Gunung Bongsu, terdapat, beberapa obyek wisata yakni Air Terjun Aek Martua di Bangun Purba , Hapanasan, Air Panas, Goa Siakfir, Danau Cibagos, Bendungan Menaming serta obyek wisata lainnya, ini juga sudah menjadi target programnya Bupati-Wakil Bupati Rohul yang baru Suparman-Sukiman.
Namun, tambahnya, nanti pengunjung dari Kabupaten Bengkalis, Dumai dan Rokan Hilir jika berkunjung ke obyek wisata Gunung Bongsu, wisata alternatifnya di Desa Rantau Binuang Sakti (RBS) rumah suluk Syekh Abdul Wahab Rokan, kalau dari Provinsi Sumatera Utara (Sumut) wisata alternatifnya Benteng Tujuh Lapis-Tambusai. Sedangkan kalau datang dari arah Pekanbaru, Provinsi Sumbar dan lainnya, wisata alternatifnya di Istana Rokan IV Koto.
"Nanti kalau pengunjung sudah menikmati wisata di Gunung Bongsu, terakhir mereka akan menikmati wisata religi di Masjid Agung Madani Islamic Center (MAMIC) Rohul, sebab programnya sudah masuk dalam konteks kancah nasional, semua target perencanaan itu sudah ada koordinasikan dengan pak Suparman-Sukiman, sehingga tahun 2017 mendatang semuanya sudah redy," pungkas Nifzar.
Saat ditanya, kalau sikap Kementerian Pariwisata dan Ekenomi Kereatif (Kemenparegraf) RI, sangat mendukung pengembangan wisata di Rohul, bahkan siap mengucurkan ratusan miliar, namun sering terjadi persoalan masalahan pembebasan lahan, langsung dijawab Nifzar, pihak sudah menyusun destinasinya termasuk Detail Enginering Design (DED)nya, master plannya dan lainnya, sehingga pekerjaannya bisa maksimal.(dpr/raj)