Dewan Minta Pelayanan Bus TMP diBenahi
PEKANBARU - Penurunan omset dari pendapatan bus Trans Metro Pekanbaru (TMP), tidak terlepas dari bentuk pelayanan dan fasilitas penunjang yang ada. Jika pelayanan seperti sarana dan prasarana memadai, maka masyarakat akan tenang dan nyaman menjadi pelanggan TMP.
"Semua itu tergantung pelayanan, semakin baik pelayanannya walaupun mahal, masyarakat akan cenderung menggunakan jasa tersebut," ungkap Anggota DPRD Kota Pekanbaru Zaidir Albaiza, Rabu (28/2).
Menurut Zaidir, apapun alasan dari Pemko yang mengatakan jika sarana TMP bukan hanya mencari keuntungan semata namun lebih kepada pelayanan prima di bidang transportasi bagi masyarakat, jelas tidak bisa ditelan secara bulat-bulat.
"Karena pada prinsipnya konsep seperti itu telah keluar dari konsep pengelolaan yang kini diserahkan pada perusahaan daerah," papar Zaidir lagi.
Artinya, jelas Politisi PKB ini, perusahan tidak terlepas dari bisnis. Karena, adanya usaha maka timbul perusahahan yang berperinsip kepada ekonomi komersial, jika tidak mencari keuntungan, maka tidak akan dikelola perusahaan.
"Sesuai prinsip ekonomi, modal yang sekecil-kecilnya, dengan untung yang sebesar- sebesarnya," sebut Zaidir yang merupakan Ketua Ikatan Sosial Pedagang Pasar Pekanbaru ini.
Dikatakan Zaidir, turunnya omset dari pendapatan Bus TMP, jelas bermuara dari kebijakan perusaahan daerah yang belum maksima mengelola. Agar dapat mepertahankan bagaimana pelayanan tetap maksimal maka perusahan harus dapat mengelola secara propesional.
Termasuk alasan TMP saat ini tidak mampu bersaing dengan angkutan lainnya yang telah menurunkan tarif angkutan, menurut Zaidir kembali lagi ke rumus ekonomi, bahwa pelayanan yang diutamakan maka pelanggan tak akan mempersoalkan harga.
"Jika pelayanan prima, jelas masyarakat selaku konsumen dapat menjadikan TMP sarana utama karena masyarakat merasa terlayani," ujar Zaidr lagi.(mpr/nto)