Herliyan terima Kunjungan Peserta PNPM se-Kecamatan
Bengkalis, Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh menyambut rombongan pengelola Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) MandiriPedesaaan di Bengkalis, Selasa (24/2).
Pada pertemuan di Wisma Daerah Sri Mahkota tampak hadir Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), Unit Pengelola Kegiatan (UPK) dan Fasilitator. Mereka berasal dari seluruh kecamatan di kabupaten
berjuluk Negeri Junjungan.
Hadir juga Jondi Indra (Kepala Bappeda Kabupaten Bengkalis) dan Ismail (Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Kabupaten Bengkalis). Pada kesempatan itu dibahas seputar program pengganti PNPM Mandiri Pedesaan.
dalam rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat terutama pemahaman tentang tatacara pengelolaan khususnya pada bidang imprastruktur yang Program Nasional Pemberdayaan Mayarakat Mandiri Pedesaaan PNPM disejumlah Kecamatan Kabupaten Bengkalis tersebut Mengatas sebagai salah satu tujuan rangkaian kegiatan dalam peningkatan kapasitas kemasyarakatan mengakui bahwa kualitas pekerjaan PNPM Mandiri Perdesaan sangat baik dan sesuai dengan Program Pemerintah Kab bengkalis dahulunya yang menjadi dasar pelaksanaan pekerjaan.
. "Kita bakal upayakan agar program serupa bisa tetap eksis di Bengkalis,," terang Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh saat bertemu dengan Pengelola PNPM di Bengkalis, Selasa (24/3).
Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa berpartisipasi aktif dalam pembangunan. Nantinya bakal ada kolaborasi dengan program pemberdayaan masyarat desa yang sudah digagas. Seperti Alokasi Dana Desa (ADD), Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) dan Intruksi Bupati Program
Penguatan Insfrastruktur Pedesaan (PPIP).
Oleh sebab itu, nantinya program yang diadaptasi dari PNPM akan dilanjutkan. Terutama untuk memberdayakan masyarakat lokal. Sehingga bisa jadi fasilitator juga nantinya.
"Maka dari itu BKAD, UPK dan Fasilitator bisa segera menyusun pola serupa PNPM, yang bisa diterapkan pada program pengganti PNPM," terang Herliyan.
Hal senada juga disampaikan Anggota DPRD Bengkalis, Sofyan Albantani. Menurutnya program itu cukup positif. Apalagi masyarakat bisa berperan langsung dan mengelola keuangan di desa.
Sementara Perwakilan Pengelola PNPM di Kecamatan Kabupaten Bengkalis, Ruliyono mengatakan bahwa tugas pengelola secara nasional memang berakhir sejak 2014. Bahkan fasilitator nasional sudah ditarik dari daerah.
Selama program ini bergulir sejak 2007 lalu, masyarakat merasakan sekali begaram program PNPM. Saat ini aset PNPM di Bengkalis mencapai Rp 18,6 Miliar. Lain halnya di kabupaten lain yang asetnya sudah bertebaran.
Sedangkan di Bengkalis, pengelola PNPM masih saja menjadi fasilitor daerah di delapan kecamatan di Bengkalis. Setiap kecamatan masih ada satu orang yang jadi fasilitator. Begitu juga BKAD dan UPK.(mpr/jal)