Pasar Mumbang Kelapa Teluk Pinang Belum Difungsikan Maksimal
TEMBILAHAN - Masyarakat Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) pertanyakan banguan Pasar Rakyat Mumbang Kelapa yang hingga kini belum juga dimanfaatkan dengan maksimal.
Hingga saat ini hanya satu kios saja yang baru digunakan sebagai tempat pangkas rambut dan dikabarkan yang memiliki kios tersebut adalah orang dekat HM Wardan.
"Sejak diresmikan hingga saat ini cuma satu kios yang buka tempat pangkas rambut, kita sangat menyayangkan pasar megah tersebut tidak maksimal difungsikan, kita minta kepemilikan hak pakai los pasar ditinjau ulang, jangan ada pihak-pihak yang cari keuntungan disini" ungkap tokoh muda Kecamatan GAS, Ardiansyah Julor kepada awak media.
Sementara itu, Kadisperindag Kabupaten Indragiri Hilir, H Ediwan Sasbi kepada awak media melalui pesansingkatnya mengatakan bahwa dirinya sedang berada di luar kota.
“Sy msh di jkt ada acr.selasa depan baru di tbh.bgm klu sy di tbh baru kita bicarakan (Saya masih di Jakarta ada acara. Selasa depan baru di Tembilahan. Bagaimana kalau saya di tembilahan baru kita bicaraka, red),” pesannya
Diberitakan sebelumnya, rencana awal pembangunannya, pasar tersebut dimanfaatkan pedagang yang berjualan setiap hari. Sementara saat ini, terlihat aktifitas jual beli di lokasi itu hanya terjadi satu minggu sekali atau tepatnya pada setiap Hari Senin.
Menurut Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Fahrolrozy, belum maksimalnya penempatan para pedagang di pasar tersebut, dikarenakan bangunannya masih dalam perawatan dan pemeliharaan pihak kontraktor.
"Mudah-mudahan, sudah Lebaran nanti bisa ditempati pedagang," tutur Fahrolrozy saat diwawancarai awak media usai mewakili Bupati Inhil membuka kegiatan Sunat Massal 1.000 anak di Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan GAS, beberapa waktu lalu.
Pemkab Inhil melalui Disperindag membangun Pasar Teluk Pinang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Inhil tahun 2015 lalu, dengan anggaran sebesar Rp1,738 miliar.
Kepala Disperindag Inhil yang saat itu masih dijabat oleh Fahrolrozy mengatakan, bangunan tersebut nantinya akan lebih berbentuk los dan hanya di bagian sudut yang akan dibangun kios.
Rencananya, kios yang dibangun itu akan dimanfaatkan oleh para pedagang yang berjualan setiap hari.
"Jadi, kios yang kita bangun fungsinya untuk menjaga keamanan pasar dan para pedagang bisa berjualan setiap hari di sana," terang Fahrolrozy waktu itu.
Nantinya, lanjut Fahrolrozy, kios akan diprioritaskan untuk para pedagang yang berjualan rutin setiap hari, yang selama ini tidak mempunyai tempat jualan permanen.
"Di sana juga akan kita bangun dua kios, satu untuk UPTD Pasar dan satu lagi untuk ruangan TERA," imbuhnya. (dpr/Ard)