Pembangunan PLTBG di Payung Sekaki Rohul Dalam Proses Perizinan
PASIR PANGARAIAN- Terkait rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bio Gas (PLTBG) berkapasitas 1,5 mega watt (MW) di Desa Payung Sekaki, Kecamatan Tambusai Utara, saat ini masih dalam proses perizinan di Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).
Dimana, sesuai rencana PT Pasadena Engineering Indonesia (PEI) selaku investor, akan membangun PLTBG berkapasitas 1,5 MW di Desa Payung Sekaki dengan memanfaatkan bahan baku limbah cair atau POME dari Pabrik Kelapa Sawit PT Merangkai Artha Nusantara (MAN).
“Untuk pembangunannya, kini masih dalam proses izin di Kementrian ESDM,” sebut perwakilan PT PEI di Kabupaten Rohul, Jaya L. Prasetyo, Minggu (25/10/2015).
Jaya menjabat Plant Manager PLTBG Desa Rantau Sakti, Kecamatan Tambusai Utara, dan pihak PT PEI sendiri sudah teken MoU (kesepahaman) dengan PT MAN, Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Rohul di Kota Bandung, Jawa Barat, pada Jumat 18 September 2015 lalu.
”Kita perkirakan pertengahan tahun 2016 mendatang, proyek (PLTBG) mulai dibangun,” sebutnya.
Jaya mengakui, daya 1,5 MW dihasilkan dari PLTBG di Desa Payung Sekaki rencananya akan dijual ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
“PLTBG itu nantinya, hanya untuk penambahan daya ke PLN,” sebutnya.
Katanya lagi, PT PEI juga berencana membangun PLTBG berkapasitas 1,5 MW di Desa Tanjung Medan, Kecamatan Tambusai Utara menggunakan bahan baku limbah cair milik PT Naga Mas. Menurutnya, daya dari PLTB ini juga akan dijual ke PT PLN.
“PLTBG di Tanjung Medan, kini masih tahap loby dengan perusahaan (PT Naga Mas),” ucapnya.
Sedangkan diakui Kepala Distamben Rohul, Drs Yusmar Yusuf M.Si mengatakan, bila nantinya PLTBG di Desa Payung Sekaki dan Tanjung Medan jadi dibangun, maka beberapa desa di Kecamatan Tambusai Utara sudah bisa diterangi listrik PLN.
Yusmar juga berterima kasih kepada PT PEI, karena sudha banyak membantu Pemerintah Kabupaten Rohul,dalam upaya mengatasi krisis listrik yang masih menjadi pekerjaan rumah, di hampir seluruh daerah di Indonesia. (dpr/Ram)