Pembangunan Tapak Tower PLN, Masih Ditemukan Kendala
ROKAN HULU-Sehubung dengan telah dimulainya pelaksanaan pembangunan jaringan transmisi 150 KV Gardu Induk (GI) Bangkinang
hingga GI Pasirpengaraian dengan jumlah tapak tower 442 titik dengan
panjang lebih kurang 117 kilometer.
Kini, pihak PLN masih menemukan sejumlah kendala terutama dalam
hal pembebasan lahan untuk pembangunan tapak tower, selain belum adanya kesepakatan harga dengan pemilik tanah, juga belum ditemukan pemilik tanah dan areal perkebunan Perusahaan serta tanah milik Pemkab Rohul.
Koordinator Pembebesan Tanah PT PLN UIP 2 Medan Iqbal Tawaqqal menjelaskan, dari 442 jumlah tapak tower dibangun jaringan transmisi 150 KV GI Bangkinang hingga GI Pasir Pengaraian, untuk Kabupaten Rokan Hulu terdapat 350 tapak tower
yang melintasi Kecamatan Kabun, Tandun, Ujung Batu, Rambah Samo,
Rambah dan Kecamatan Rambah Hilir.
Dari jumlah tapak tower tersebut, lanjutnya, terdapat 43 tapak tower
diantaranya saat ini belum tuntas proses pembebasan lahannya. Sementara sisanya sudah bisa dikerjakan untuk pembangunan konstruksi.
" Kini sudah 32 Tower yang sudah berdiri, 127 sedang dalam tahap
pembangunan pondasi. Dari 43 tapak tower yang belum selesai pembebasan lahannya itu, 7 diantaranya lahan milik Pemkab Rohul, 17 titik di areal perkebunan PT Padasa Enam Utama di Kecamatan Kabun, 7 titik belum ketemu pemilik, 4 titik belum sepakat harga," terangnya.
Iqbal mengaku, PT PLN UIP 2 MEdan telah menyurati Plt Bupati Rohul H
Sukiman, karena terdapat tujuh tapak tower transmisi yang melintasi
tanah milik Pemkab Rohul yang terletak di Desa Batu Langkah Besar
Kecamatan Kabun dengan harapan, pemerintah daerah dapat membantu dalam proses pembebesan lahan tersebut, agar proses pembangunan transmisi 150 Kv GI Bangkinang dan Gi Pasir Pengaraian dapat segera diselesaikan.
Diakuinya, Luas lahan untuk pembangunan 7 tapak tower dilahan milik Pemkab Rohul itu, secara keseluruhan luasnya 1.372 meter persegi, sumber pendanaan pengadaan tanah berasal dari anggran PLN dan pengadaan Material serta Konstruksi Saluran Udara Tegangan Tinggui (SUTT) 150 kv, bersumber dari dana APBN dan Anggaran PLN.
"Kita sudah bertemu langsung dengan Pak Plt Bupati Rohul H Sukiman
didampingi Kadistamben Rohul Drs Yusmar MSi, beliau menyambut baik dan segera memberikan izin pembangunan 7 tapak tower di Desa Batu Langkah Besar bersamaan dalam menyelesaikan proses administrasi, sehingga pembangunan jaringan transmisi 150 Kv GI Bangkinang Pasir Pengaraian bisa selesai dengan segera," tuturnya.
Iqbal mengharapkan dukungan dari Pemkab Rohul, Perusahaan dan
masyarakat yang lahannya terkena lintasan pembangunan Tapak Tower
jaringan Transmisi, terutama dalam pembebasan lahan, sehingga target
PLN untuk penuntasan pembangunan Tapak Tower hingga Desember 2016 bisa terealisasi di Rohul.(dpr/raj)