Pemerataan Pembangunan, Setiap Desa Harus Miliki Profil
BAGANSIAPIAPI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) melalui Badan Pemberdayaan masyrakat (Bapemmas) rohil berjanji akan melengkapi Profil Desa dan kelurahan yang ada dirohil. Profil desa itu bertujuan untuk pemerataan pembangunan sesuai dengan Undang-undang nomor 25 tahun 2004 bahwa Profil desa salah satu indikator dalam rencana pembangunan sebuah daerah.
"Target kita dua tahun kedepan 179 Desa dan kelurahan yang ada dirohil sudah mempunyai Profil desa, Sehingga pembangunan setiap desa bisa dilakukan pemerataan, "kata Plt Sekdakab Rohil Drs H Surya Arfan Msi usai membuka pelatihan penyusunan dan pendayagunaan data profil desa dan kelurahan, dihotel Mahera, Bagansiapiapi, Jumat (4/9).
Diakui Surya Arfan, Faktual data profil mulai dari desa, kecamatan hingga Kabupaten saat ini masih tergolong rendah. Makanya pada tahun 2015 ini kita mulai dan menargetkan pada tahun 2016 mendatang Profil desa sudah ada disetiap desa dan kelurahan. Akibat dari tidak validnya data profil desa membuat saat ini tentang Profil dan topografi desa belum memiliki data yang akurat bahkan hingga ketingkat kabupaten. "Kalau data desa lengkap dan faktual tentunya data kecamatan dan kabupaten secara otomatis baik juga, "ujarnya.
Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Rohil itu juga memberikan contoh untuk data hewan ternak disetiap desa ada yang membuat hanya 30 ekor. Nah, ini tentunya tidak masuk akal, karena setiap tahunnya ternak itu bertambah. Belum lagi data jumlah penduduk yang dibuat sudah lama, diprofil desa hanya 2000 orang bahkan bertahun-tahun. "jadi harus dilaporkan secara berkala untuk jumlah penduduk setiap tiga bulan sekali, sehingga kita akan tau jumlah penduduk itu bertambah atau berkurangnya, "kata Surya Arfan.
Masih kata Surya Arfan, Bapemmas diminta berperan aktif, karena selain Program rumah layak huni (RLH) masih banyak pembinaan terhadap desa yang menjadi tanggung jawabnya. "jangan hanya RLH saj yang diurus, tiap tahun hanya RLH saja yang diurus, seharusnya Bapemmas bisa membina desa itu dengan baik dan mengusulkan anggaran yang cukup kepemkab, "bebernya.
Sesuai dengan Slogan Badan Pusat Statistik (BPS) kalau data itu sangat mahal, namun lebih mahal jika membangun desa tanpa data yang akurat. karena data itu sangat berpengaruh dengan pembangunan desa. "Bayangkan saja kalau tidak tau data untuk membangun suatu sekolah, tidak tau jumlah murid dan tiba-tiba melakukan pembangunan sebanyak 3 lokal, Dibelakangan diketahui jumlah siswa hanya 20 orang. Nah, itu tentunya sebuah hal yang terkesan mubazir, "katanya.
Ditempat yang sama, Kepala Bapemmas Rohil Hj Murniwati Skm mengatakan, pihaknya terus menggesa pembuatan profil setiap desa. "kita akan lakukan secara bertahap dan diperkirakan pada tahun 2016 mendatang semua desa dan kelurahan telah memiliki Profil.
Dikatakan, Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan daerah (Perda) nomor 1 tahun 2015 dan Peraturan bupati (Perbup) nomor 7 tahun 2015 tentang desa. Pelatihan itu diikuti sebanyak 120 peserta yang berasal dari Sekretaris Lurah (Seklur), Sekretaris desa (Sekdes), dan kaur umum desa, "ujar Murniwati. (dpr/Af)