Pemkab Rohul Ingatkan Kades Dana DD APBN Hanya Untuk Kegiatan Infrstruktur
ROKAN HULU -Pemkab Rokan Hulu (Rohul) meengingatkan para Kepala Desa (Kades) di 16 kecamatan se Rohul, supaya penggunaan Dana Desa (DD) APBN tahun 2015 hanya dipergunakan untuk kegiatan infrastruktur atau kegiatan fisik.
Informasi ini disampaikan, Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPKA) Jaharuddin, melalui Kabid Perbendaharaan, Joni Muchtar, di dampingi Bendahara Pengeluaran Bantuan, Martinus Nasution di Kantor DPKA Rohul, Kamis (5/11).
Kata, Joni Muchtar, dana DD APBN itu, tahun 2015 ini, lebih dari Rp 39 M, namun, kini pencaiarannya sudah memasuki tahap II, kini dari seluruh desa di Rohul baru 80 desa di 16 kecamatan yang mengajukan untuk diperoses pencairan.
"Kita sifatnya hanya membayarkan saja, setelah nanti Surat Pertangung Jawaban (SPJ), rekomendasi dari camat dan segala administrasi sudah lolos di intansi Badan Peberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (BPMPD) Rohul, baru kita ajukan pembayarannya," teragnya.
Lanjutnya, memang untuk dana ADD yang bersumber dari APBD dan APBN tahun 2015 itu disatukan dan akumulatif dalam Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes), namun yang berhak untuk memverifikasi itu pihak BMPD Rohul, setelah keluar Surat Permintaan Pembayaran (SPP), baru ada SPM (Surat Perintah Membayar) untuk penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D.
"Khusus untuk dana ADD Provinsi informasinya Rp 500 juta perdesa itu, SP2D tesendiri, karena dana itu belum ada di kas daerah, jadi untuk menetukan bisa tidak pemerintahan desa mencairkannya itu tergantung dari pihak BPMPD Rohul," terang Joni Muchtar diamini Martinus Nasution.
Di tempat berbeda, Kepala BPMD Rohul Yusri, mengkui kalau sebanyak 80 desa sudah diajukan ke DPKA Rohul, itu dinilai kelengkapan administrasi sudah memenuhi persyaratan.
"Jadi kalau desa itu sudah menyelesaikan SPJ dari kegiatan, kemudian dinilai tidak bermasalah lagi baru kita rekomendasikan ke DPKA, ini ada sekitar empat desa yang perlu kita lakukan pembinaan dan bimbingan, sehingga mereka memahami betul pengunaan anggarannya," pungkas Yusri. (dpr/adv/humas)