Penyebab Listrik Padam, Andi Arif : Ada Gangguan GI Diduri dan Defisit Daya
BAGANSIAPIAPI - PLN Rayon Bagansiapiapi menjawab keluhan dari masyrakat terhadap pemadaman listrik yang dilakukan dijalur Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Pemadaman itu disebabkan adanya pemadaman dari Gardu Induk (GI) dikota duri. Selain itu juga terjadinya defisit daya karena waduk PLTA kering dan adanya gangguan di GI duri kegardu Hubung (GH) dikepenghuluan Ujung tanjung.
Demikian Disampaikan Manager PLN Rayon Bagansiapiapi, Andi Arif, Jumat (25/9) di Bagansiapiapi. Dikatakan, Idealnya PLN Bagansiapiapi tidak memakai Pembangkit Listrik tenaga Diesel (PLTD) dan hanya menggunakan PLTA. Namun, karena tegangan belum stabil dan kita menggunakan PLTD. Belakangan ini kita telah menerima surat dari pihak RSUD Dr Pratomo Bagansiapiapi untuk mengatasi persoalan pemadaman tersebut, namun sejauh ini kita masih mencari solusi terbaik.
"Pihak RSUD Dr Pratomo Bagansiapiapi pernah mengirim surut kekita dengan meminta agar Listrik yang ada dijalur RSUD itu dipindahkan dari PLTA ke PLTD. Kita bisa saja melakukan hal itu sebagai upaya mengatasi pemadaman di RSUD, namun kondisi defisit daya juga terjadi di PLTD, "terangnya.
Nah, kenyataan yang dihadapi saat ini terjadi pemadaman dan kemungkinan untuk mengatasi hal itu kita akan membawa persoalan ini kearea Dumai. Untuk itulah kita meminta pengertian dari masyrakat khususnya area Bagansiapiapi apabila terjadi pemadaman secara tiba-tiba tanpa memberitahukannya kepada konsumen. "kalau tidak ada gangguan berarti dayanya stabil, jadi pemadaman itu bukan sengaja kita lakukan, "jelas Andi Arif.
Diterangkannya lagi, untuk PLTD saat ini juga masih terjadi gangguan daya karena kekurangan daya. Hal ini terjadi pada beban puncak antara pukul 18.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. "ini kan beban puncak dan banyak masyrakat yang menggunakan daya listrik, jadi kadang agak redup dayanya. Dirinya juga menghimbau agar masyrakat tertib dalam pembayaran listrik khususnya bagi pelanggan pasca bayar setiap bulannya. "saat ini masih tercatat tunggakan pelanggan sudah mencapai sekitar Rp2 Milyar, "pungkas Andi Arif. (Dpr/Af)