Peringatan Hari Jadi Provinsi Riau 58, Bupati Siak Pimpim Upacara
Bupati Siak H Syamsuar memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Propinsi Riau ke 58 yang jatuh pada tanggal 9 Agustus kemarin. Upacara tersebut berlangsung di halaman kantor Bupati Siak, Senin 10 Agustus 2015. Turut hadir Wakil Bupati Siak H Alfedri, Ketua DPRD Siak Indra Gunawan, Forkopimda Kab Siak, Pimpinan BUMD, Para pejabat eselon dan seluruh PNS dan tenaga Honorer dilingkungan pemerintah Kabupaten Siak.
Peringatan Hari Jadi ke-58 Provinsi Riau merupakan peristiwa bersejarah, bagi seluruh masyarakat Riau. Pertemuan ini, sebagai ungkapan rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT,atas apa yang telah kita raih. Hari Jadi ke-58 Provinsi Riau sebagai cermin, sejauh mana jati diri anak negeri membawa eksistensi daerah kearah yang lebih maju, sejalan dengan cita-cita para leluhur dan pelaku sejarah Provinsi Riau.
Makna yang terkandung didalam Hari Jadi yang jatuh pada hari ini adalah, bagaimana mengingatkan kita kepada ajaran-ajaran kebaikan, nilai keikhlasan, makna perjuangan dan pengabdian. Setinggi apapun gelombang, penghalang yang menghadang kita akan tetap melangkah untuk meraih cita mewujudkan masyarkat yang sejahtera.
Berkaca pada sejarah masa lalu, serta berbagai potensi yang kita miliki, saya yakin, negeri Melayu ini akan menjadi “lokomotif” perekonomian untuk wilayah Indonesia bagian barat. Hari Jadi ini, merupakan momen untuk memupuk semangat kebersamaan, persatuan, banyak kemajuan dan prestasi yang kita raih, namun masih ada PR besar kita, untuk memajukan negeri ini.
Dalam hati, pikiran kita sebagai generasi penerus negeri adalah, bagaimana membina, menjaga dan menigkatkan rasa kebersamaan, kekompakan, seraya bersebati, untuk meraih kemajuan dan kesejahteran masyarakat di bumi Lancang Kuning yang kita cintai ini. Pada kesempatan saat ini, saya berpesan kepada kita semua :
Pertama, Kita harus menjadi mercu suar, pedoman bagi anak negeri dalam mengarungi bahtera pembangunan yang penuh tantangan dan harapan.
Kedua, Kita harus memiliki cita-cita besar, cita-cita menjadikan bumi melayu menjadi sentral pembangunan di Sumatera. Cita-cita membuat kita bangun lebih pagi, membuat kita tahan lebih lama bekerja, mengerjakannya dengan sepenuh hati, dengan rasa cinta dan tanggungjawab di dada.
Ketiga, Bekerja dengan Semangat Pantang Menyerah, Bila kita memiliki cita-cita yang jelas, tantangan atau godaan apapun tidak akan menggoyahkan kita. Kita tidak akan menyerah dengan mudah, kita akan terus berjalan menuju ke arah cita-cita, hingga kita sampai di tempat tujuan.
Keempat, Semangat Berkorban. Tidak ada yang gratis di bawah matahari. Demikian semboyan orang-orang bisnis. Saya kira semboyan itu benar, Apapun yang kita lakukan perlu pengorbanan. Bahkan kalau kita tidak melakukan apa-apa, kita juga telah mengorbankan sesuatu yaitu kesempatan. Hidup ini memang menuntut pengorbanan.
Kelima, Iman dan taqwa, serta budaya Melayu sebagai landasan berpijak atau pokok dari segala upaya kita, dalam mempercepat laju pertumbuhan diberbagai bidang, sehingga kita benar-benar terhindar dari perbuatan-perbuatan yang akan merusak cita-cita dan keinginan yang ingin kita raih dan nikmati bersama.
Usai upacara tersebut Bupati Siak didampingin Wakil Bupati Siak dan Forkompimda menyerahkan penghargaan kepada petugas Damkar yang berprestasi atas bhakti dan pengabdiannya dalam menanggulangi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Wilayah Kabupaten Siak.