Perkembangan Kota Bertuah Jauh Menggeliat
PEKANBARU - Perkembangan Kota Pekanbaru yang di juluk kota Metropolitan Madani sejak beberapa tahun terakhir ini terus menunjukkan peningkatan yang signifikan di berbagai lini sektor. Tak hanya infrastruktur dan bangunan saja, di bidang pendidikan, serta kesehatan juga terus membaik seiring bergulirnya waktu.
Kemajuan itu semakin terlihat sejak tiga tahun terakhir (2012,2013,2014), atau semenjak Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dipimpin oleh H Firdaus ST MT, sebagai walikota, didampingi Ayat Cahyadi S.Si, sebagai wakil walikota.Dua politisi muda ini bisa dikatakan sukses dalam menelurkan program strategis dan menerapkan kebijakan pro rakyat.Di bidang pendidikan, misalnya, pada tahun anggaran 2012/2013, Pemko Pekanbaru telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 84 miliar untuk membangun sebanyak 109 gedung sekolah baru.
Beberapa di antaranya seperti tiga unit bangunan SD di Kecamatan Tampan dan satu unit di Bukti Raya. Kemudian untuk bangunan SMP, dua unit di Tampan dan satu unit di Tenayan Raya, serta satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kecamatan Tampan.Sedangkan untuk revitalisasi sekolah, di tahun anggaran yang sama berjumlah sekitar 24 unit, terdiri dari 12 gedung SD, lima bangunan SMP dan tujuh SMK negeri dan swasta, dengan total anggaran Rp31,53 miliar. Lalu ada ruang kelas baru (RKB) di 25 sekolah, di antaranya delapan SD, lima SMP, serta 13 SMA dan SMK negeri-swasta, dengan total anggaran sebesar Rp12 miliar.Ditambah tiga unit laboratorium IPA sekolah negeri dan swasta dengan anggaran sebesar Rp690 juta.
Selanjutnya pembangunan prasarana lainnya seperti rumah penjaga sekolah SD sebanyak 7 unit, SMP 5, SMA 2, dan SMK 1 unit, dan rumah ibadah SMP 2 unit. Juga ada pembangunan penataan lingkungan sekolah berupa pagar dan paving block di 9 SMP, 1 SMA dan 1 SMK, serta pembangunan perpustakaan, ruang serba guna, dan sanitasi air be-rsih di 12 sekolah.
Untuk bidang pendidikan ini memang mendapat perhatian khusus dari Walikota Pekanbaru H Firdaus MT. Hal itu terbukti dengan besarnya alokasi anggaran yang dianggarkan yakni mencapai angka 37 persen dari total APBD setiap tahunnya. Anggaran itu melebihi standar yang diamanatkan dalam Undang-undang yakni 20 persen dari total APBD.Firdaus berharap, dengan tingginya anggaran yang diprioritaskan untuk pendidikan itu, ke depannya bisa disesuaikan dengan peran guru yang mendidik anak-anak bangsa untuk lebih baik lagi. Menurutnya, keberadaan guru saat ini bukan lagi sebagai pelayan, melainkan sudah menjadi profesi. Artinya, kesejahteraan para guru juga harus menjadi prioritas utama.
"Pengabdian yang baik tersebut tentu harus juga diikuti kesejahteraan yang baik. Kalau perut mereka saja belum terurus, mana bisa konsentrasi untuk mengajar anak didik, makanya pemko menganggarkan dana yang besar di bidang pendidikan, termasuk untuk gaji guru honor," ungkapnya.
kemudian TA 2014, pembangunan jalan dan trotoar terus mengalami peningkatan, seperti hotmix sepanjang 56,338 km, overlay hotmix sepanjang 10 km, perkerasan sepanjang 14,877 km, trotoar sepanjang 4,6 km, pelebaran sepanjang 4,785 km, rigit 2,085 meter.Untuk pemeliharaan jalan tahun 2014 dilakukan di lima kawasan yaitu di Jalan Badak Lintas Timur sepanjang 3,6 km, Jalan Lintas Timur Batas Kampar 4,2 km, Jalan Sumber Sari Kawasan KIP Tenayan Raya 6,0 km, Jalan Siak Lima Okura yang merupakan akses ke Jalan Tol Dumai sepanjang 14 km serta Jalan Kawasan Perkantoran Baru di Tenayan Raya sepanjang 3,0 km.
Dibidang kesehatan, Salah satunya dengan membangun satu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) pada tahun ini. Pembangunan RSUD ini guna memaksimalkan pelayanan kesehatan khususnya bagi warga kurang mampu.Walikota Pekanbaru H Firdaus MT, mengatakan, RSUD Pekanbaru tersebut akan dibangun di atas lahan milik pemerintah kota seluas 3,2 hektar di Jalan Garuda Sakti, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru.Dikatakannya, pembangunan RSUD itu merupakan wujud nyata komitmen Pemko Pekanbaru dalam meningkatkan pelayanan di bidang kesehatan kepada masyarakat.
"Kita memang sudah berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan bidang kesehatan ini untuk masyarakat Pekanbaru,"jelas firdaus.
Selain membangun RSUD, pemko juga meningkatkan tipe Puskesmas dari reguler ke Puskesmas rawat inap. Bahkan, nantinya akan ada Puskesmas yang memiliki sarana dan prasarana yang setara dengan rumah sakit non kelas atau tipe D.Di Puskesmas itu, menurut dia, sarana dan prasarana setara rumah sakit sudah ada, seperti perawat, dokter spesial, ahli gizi, dan sebagainya.
"tiada lain semua ini untuk meningkatkan kesehatan dan pelayanan kepada masyarakat Pekanbaru," jelas Firdaus.
Pada intinya, Kota Metropolitan adalah membangun fisik Kota Pekanbaru yang modern. Mulai dari jalan, jembatan, gedung, telekomunikasi, sumber energi, sumber air, pusat ekonomi, pusat pemukiman, sampai pusat rekreasi, kesehatan dan pendidikan. Sedangkan Madani yakni membangun ruh kota itu sendiri. Mulai dari membangun gaya hidup, pendidikan, budaya gotong royong, jiwa sosial, hingga keagamaan.
“Jika metropolitan adalah raga yang harus dilengkapi, diperkuku, dan dipercantik, maka madani adalah ruhnya. Kita mengharapkan Pekanbaru akan menjadi kota yang maju, besar, dan modern, namun tidak lepas dari konsep keagamaan dan akar budayanya,” terang Wali Kota Pekanbaru, Firdaus dengan penuh semangat.(mpr/nto)