PPIDK-Mandiri, Program andalan Bupati pelalawan
Pelalawan- HM Harris(Bupati Pelalawan)saat kunjungan ke desa melihat perkembangan pembangunan program PPIDK Kabupaten Pelalawan.
BUPATI Pelalawan HM Harris selama masa kepemimpinannya di Kabupaten Pelalawan, terus melakukan berbagai program-program unggulan yang pro-rakyat. Selain membuka kawasan industri teknopolitan di kawasan Langgam, program pengembangan pembangunan di pedesaan dan kecamatan di merata Kabupaten Pelalawan terus digalakkan.
Banyak Manfaat yang bisa diperoleh, Melalui Program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Desa/Kelurahan (PPIDK-Mandiri) yang diluncurkan pada tahun 2013 lalu, dan pada tahun 2015 ini telah memasuki tahun ke-3, telah banyak memberikan dampak positif bagi percepatan pembangunan desa/Kelurahan. Selain itu, melalui program PPIDK ini, pembangunan yang berkualitas bisa diwujudkan dan langsung menyentuh kehidupan dan kebutuhan masyarakat pedesaan.Kalau dibandingkan dengan tender biasa, program ini bisa menghemat APBD kita. Bayangkan, jika proyek tender biasa menghabiskan budget Rp 1 miliar, dengan melalui PPDIK ini bisa saja setengah dari budget itu. bahkan, kualitas pekerjaan pun tak jauh kalah, baiknya dan tidak diragukan lagi," ungkap Bupati Pelalawan HM Harris.
Prestasi.
program ini sangat mempunyai prestasi yang cukup baik dan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur daerah, maka dalam berbagai kesempatan, orang nomor satu di Kabupaten Pelalawan ini, senantiasa menggaungkan keunggulan program ini dalam berbagai kesempatan, terutama dalam kunjungan kerjanya ke desa-desa.
Bupati Pelalawan benar-benar menjadikan program PPIDK ini sebagai program andalan. Sehingga tidak heran untuk penyebarluasan informasi program ini, tahun 2013 lalu, Bupati Pelalawan HM Harris secara khusus mempromosikannya dalam wawancara di salah satu televisi. Bupati bahkan berkeyakinan program PPDIK Kabupaten Pelalawan ini bisa menjadi salah satu program percontohan di Indonesia.
"ada harapan yang besar, melihat fakta di lapangan program yang baru saja digelontorkan pada awal tahun 2013 lalu ini bisa menjadi salah satu program percontohan percepatan pembangunan yang ada di Indonesia," tegasnya.
Dalam wawancara di salah satu televisi swasta nasional itu, HM Harris menjadikan PPIDK ini sebagai bentuk sharing proram dengan daerah lain.
Lalu, apa yang menjadi dasar ide lahirnya program PPIDK ini? Ternyata, pertimbangan masih banyak infrastruktur desa/kelurahan di Kabupaten Pelalawan yang belum memadai dan fasilitas umum serta fasilitas sosial yang perlu
secara terus-menerus ditingkatkan.
Dampak positif program ini secara langsung berimbas pada perekonomian dan juga kehidupan sosial kemasyarakatan. Dengan dibangunnya berbagai infrastruktur desa, berbagai potensi daerah bisa diberdayakan untuk menunjang kesejahteraan
masyarakat.
Selain itu, latar belakang lain dikeluarkan kebijakan yang telah dituangkan dalam Peraturan Bupati Nomor 10 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Bantuan Keuangan Program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Desa/Kelurahan (PPIDK) Mandiri ini,
pertimbangan jumlah penduduk miskin yang banyak terpusat di desa/ kelurahan disebabkan terus berkurangnya sumber mata pencaharian masyarakat.
Hal ini apabila terbiarkan tanpa dicarikan solusi, akan mengakibatkan berbagai dampak negatif seperti tingginya beban sosial ekonomi masyarakat, sikap apatis masyarakat. Lebih mengkhawatirkan lagi, terjadinya kemelorotan kualitas generasi muda masa depan sebagai dampak menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap
birokrasi dalam memberdayakan masyarakat.
Diluncurkannya program PPIDK Mandiri Tahun 2013 ini juga bertolak dari pertimbangan selama ini banyaknya pembangunan desa dilakukan oleh kontraktor yang umumnya berasal dari luar desa/kelurahan tempatan, sehingga kurang berdampak
terhadap upaya membangkitkan dan menggerakkan perekonomian desa/kelurahan. Mengapa? Karena setelah pekerjaan selesai, sebagian uang hasil pembangunan infrastruktur tersebut dibawa dan dipergunakan diluar desa/kelurahan bersangkutan. Sisi lainnya, rasa tanggung jawab kontraktor dari luar desa/kelurahan akan memiliki tanggung jawab yang jelas tidak sama besarnya dengan masyarakat tempatan.
"Dengan berbagai latar belakang itulah, Pemkab Pelalawan menggulirkan Program
PPIDK Mandiri ini untuk memberikan kepercayaan pada masyarakat
desa/kelurahan dalam merencanakan, melaksanakan, mengawasi dan
memanfaatkan hasil pembangunan infrastruktur yang bersifat sederhana dan
dapat dikerjakan dengan menggunakan peralatan yang relatif sederhana
serta sesuai kebutuhan yang paling mendesak di Desa/Kelurahan yang
bersangkutan," tegas Bupati HM Harris.
Program PPIDK Pelalawan ini, dalam aplikasi di lapangan, berbasis pemberdayaan
masyarakat meliputi fasilitasi dan memobilisasi masyarakat dalam
melakukan identifikasi permasalahan kemiskinan, menyusun perencanaan dan
melaksanakan pembangunan infrastruktur desa/kelurahannya. Dengan pola
ini, masyarakat sudah dilibatkan sejak awal, mulai dari perencanaan,
pelaksanaan, termasuk mengevaluasi hasil pekerjaan yang dilakukan.
Sehingga masyarakat tempatan benar-benar dilibatkan secara utuh.
Pada saat diluncurkan pada 2013 lalu, program PPIDK Mandiri Pelalawan ini
dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pelalawan
sebesar Rp50,7 milyar yang dialokasikan bagi 118 desa/kelurahan di
Kabupaten Pelalawan.
Setidaknya, ada lima sasaran yang ingin dicapai dalam program PPIDK Mandiri ini di antaranya sasaran utama masyarakat miskin, hampir miskin dan kaum perempuan. Kemudian tersedianya infrastruktur desa/kelurahan yang sesuai dengan kebutuhan
masyarakat yang handal, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Target
berikutnya, meningkatkan sekaligus melatih kemampuan berorganisasi
masyarakat.
"Lebih penting lagi, program PPIDK ini mampu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membangun dan memanfaatkan infrastruktur desa/kelurahan serta menimbulkan kesadaran memelihara infrastruktur yang ada. Mengapa muncul kesadaran tinggi masyarakat, karena masyarakat yang merencanakan, membangun serta yang mengawasi
pembangunan itu sendiri, walaupun sumber dananya APBD. Jadi secara otomatis mereka akan menjaganya," tambah Harris.
Lalu, apa kriteria infrastruktur yang bisa dibangun melalui program PPIDK ini?
Setidaknya ada beberapa faktor yang menjadi pertimbang, yakni prasarana
yang akan dibangun sifatnya darurat atau mendesak bagi warga masyarakat
desa/kelurahan. Penetapan infrastruktur itu bukan menjadi otoriasi
kepala desa atau lurah, melainkan melalui musyawarah desa/kelurahan.
Faktor lainnya, infrastruktur yang akan dibangun harus dapat langsung
memberikan manfaat bagi masyarakat di desa/kelurahan dan hasil
pembangunan tersebut bisa langsung difungsikan untuk kemaslahatan
masyarakat.
"Pertimbangan lainnya, infrastruktur tersebut dapat mendukung akses desa yang
otomatis mengurangi keterisolasian. Sebut saja misalnya jalan atau
jembatan. Dengan dibangunnya jalan dan jembatan bisa membuka akses desa
sehingga transportasi menjadi lancar. Di bidang pertanian, misalnya
mendukung peningkatan produksi pangan seperti pembangunan irigasi.
Intinya, infrastruktur itu harus berorientasi pada pengembangan wilayah
desa/kelurahan serta peningkatan kualitas aksesdan kesejahteraan
masyarakat setempat," tambah Harris.
Program PPIDK ini, setiap tahun terus dilaksanakan. Berbagai infrastruktur di pedesaan dan kelurahan telah berhasil direalisasikan. Hasilnya menggembirakan. Untuk itu, pada tahun 2015 ini, program PPIDK Kabupaten Pelalawan kembali
dilanjutkan melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa
(BPMPD) Kabupaten Pelalawan. Program unggulan Pemkab Pelalawan untuk
mengejar ketertinggalan dan mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur desa ini, telah mulai pengerjaannya awal Maret lalu. Alokasi anggaran PPIDK untuk tahun 2015 ini, sebesar Rp60,7 miliar.
Persyaratan pencairan dan pendamping Program.
Program PPIDK-Mandiri merupakan program Swakelola,yang mana alokasi dana yang diberikan oleh pemda pelalawan merupakan danah hiba, dana tersebut langsung ditransfer kerekening desa,kemudian dalam rekening desa ke rekening TPK . dalam pencairan dana ada beberapa persyaratan yang harus dilakukan hal ini sesuai dengan konsep program yaitu pemberdayaan, jadi keterlibatan masyarakat secara langsung dalam pelaksanaan program ini sangat menentukan.hasil pelaksanaan musyawarah desa yang telah dilaksanakan BPMPD bersama masyarakat di 118 desa/keluruhan se-Kabupaten Pelalalawan, usulan yang menjadi prioritas masyarakat yakni pembangunan Balai Desa, jalan seminasi dan jaringan listrik. Untuk pelaksanaan selanjutnya, usulan inikan dibuat dalam bentuk proposal yang akan diajukan oleh masing-masing desa/kelurahan kepada Pemkab Pelalawan melalui BPMPD.
Untuk memperlancar program PPIDK ini, telah dibentuk tim PPIDK tingkat
kabupaten. Selanjutnya di tingkat desa, para Kepala Desa/Kelurahan akan
membentuk Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) sebagai pelaksana kegiatan PPIDK tersebut, tentunya setelah mengajukan proposal pembangunan melalui PPIDK. Besarnya alokasi anggaran untuk masing-masing desa/kelurahan berkisar RP400-500 juta.
Dalam Pelaksanaan Kegiatan PPIDK ada tim yang akan memantau pelaksanaan program ini di lapangan. Apabila dalam implementasinya ada desa atau kelurahan yang berhasil dengan baik,Pemkab Pelalawan akan memberikan penghargaan (reward) dalam bentuk penambahan dana PPIDK. Besarnya jumlah anggaran untuk reward ini berpatokan pada peringkat keberhasilan masing-masing desa. Misalnya, terbaik I mendapat tambahan anggaran Rp150 juta, terbaik II Rp100, dan terbaik III sebesar Rp75 juta.
"Intinya, bagaimana program PPDIK yang dicanangkan ini, dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat untuk kemajuan desa. Untuk itu, kita harapkan masyarakat dapat melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan PPIDK ini, agar hasilnya
maksimal. Jika ada pekerjaan yang berjalan di luar jalur, segera laporkan kepada BPMPD untuk ditindaklanjuti. Pasalnya, percepatan pembangunan sudah menjadi target Pemkab Pelalawan demi kesejahteraan masyarakat
|
|
HM Harris(Bupati Pelalawan)saat kunjungan ke desa melihat perkembangan pembangunan program PPIDK Kabupaten Pelalawan.
|
Tampak Bupati Pelalawan (HM. Haris)mendorong Gerobak pada saat pelaksanaan kegiatan PPIDK |
BUPATI Pelalawan HM Harris selama masa kepemimpinannya di Kabupaten Pelalawan, terus melakukan berbagai program-program unggulan yang pro-rakyat. Selain membuka kawasan industri teknopolitan di kawasan Langgam, program pengembangan pembangunan di pedesaan dan kecamatan di merata Kabupaten Pelalawan terus digalakkan.
Banyak Manfaat yang bisa diperoleh,
Melalui Program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Desa/Kelurahan
|
PPIDK=Mandiri Kelistrikan |
(PPIDK-Mandiri) yang diluncurkan pada tahun 2013 lalu, dan pada tahun 2015 ini telah memasuki tahun ke-3, telah banyak memberikan dampak positif bagi percepatan pembangunan desa/Kelurahan. Selain itu, melalui program PPIDK ini, pembangunan yang berkualitas bisa diwujudkan dan langsung menyentuh kehidupan dan kebutuhan masyarakat pedesaan.Kalau dibandingkan dengan tender biasa, program ini bisa menghemat APBD kita. Bayangkan, jika proyek tender biasa menghabiskan budget Rp 1 miliar, dengan melalui PPDIK ini bisa saja setengah dari budget itu. bahkan, kualitas pekerjaan pun tak jauh kalah, baiknya dan tidak diragukan lagi," ungkap Bupati Pelalawan HM Harris.
Prestasi.
|
Papan Informasi Kegiatan PPIDK-Mandiri |
program ini sangat mempunyai prestasi yang cukup baik dan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur daerah, maka dalam berbagai kesempatan, orang nomor satu di Kabupaten Pelalawan ini, senantiasa menggaungkan keunggulan program ini dalam berbagai kesempatan, terutama dalam kunjungan kerjanya ke desa-desa.
Bupati Pelalawan benar-benar menjadikan program PPIDK ini sebagai program andalan. Sehingga tidak heran untuk penyebarluasan informasi program ini, tahun 2013 lalu, Bupati Pelalawan HM Harris secara khusus mempromosikannya dalam wawancara di salah satu televisi. Bupati bahkan berkeyakinan program PPDIK Kabupaten Pelalawan ini bisa menjadi salah
satu program percontohan di Indonesia.
"ada harapan yang besar,
melihat fakta di lapangan program yang baru saja digelontorkan pada awal tahun 2013 lalu ini bisa menjadi salah satu program percontohan percepatan pembangunan yang ada di Indonesia," tegasnya.
Dalam wawancara di salah
satu televisi swasta nasional itu, HM Harris menjadikan PPIDK ini
sebagai bentuk sharing proram dengan daerah lain.
Lalu, apa yang
menjadi dasar ide lahirnya program PPIDK ini? Ternyata, pertimbangan
masih banyak infrastruktur desa/kelurahan di Kabupaten Pelalawan yang
belum memadai dan fasilitas umum serta fasilitas sosial yang perlu
secara terus-menerus ditingkatkan.
Dampak positif program ini
secara langsung berimbas pada perekonomian dan juga kehidupan sosial
kemasyarakatan. Dengan dibangunnya berbagai infrastruktur desa, berbagai potensi daerah bisa diberdayakan untuk menunjang kesejahteraan
masyarakat.
Selain itu, latar belakang lain dikeluarkan kebijakan
yang telah dituangkan dalam Peraturan Bupati Nomor 10 Tahun 2013
tentang Pedoman Pelaksanaan Bantuan Keuangan Program Percepatan
Pembangunan Infrastruktur Desa/Kelurahan (PPIDK) Mandiri ini,
pertimbangan jumlah penduduk miskin yang banyak terpusat di desa/
kelurahan disebabkan terus berkurangnya sumber mata pencaharian
masyarakat.
Hal ini apabila terbiarkan tanpa dicarikan solusi,
akan mengakibatkan berbagai dampak negatif seperti tingginya beban
sosial ekonomi masyarakat, sikap apatis masyarakat. Lebih
mengkhawatirkan lagi, terjadinya kemelorotan kualitas generasi muda masa
depan sebagai dampak menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap
birokrasi dalam memberdayakan masyarakat.
Diluncurkannya program
PPIDK Mandiri Tahun 2013 ini juga bertolak dari pertimbangan selama ini
banyaknya pembangunan desa dilakukan oleh kontraktor yang umumnya
berasal dari luar desa/kelurahan tempatan, sehingga kurang berdampak
terhadap upaya membangkitkan dan menggerakkan perekonomian
desa/kelurahan. Mengapa? Karena setelah pekerjaan selesai, sebagian uang
hasil pembangunan infrastruktur tersebut dibawa dan dipergunakan diluar
desa/kelurahan bersangkutan. Sisi lainnya, rasa tanggung jawab
kontraktor dari luar desa/kelurahan akan memiliki tanggung jawab yang
jelas tidak sama besarnya dengan masyarakat tempatan.
"Dengan
berbagai latar belakang itulah, Pemkab Pelalawan menggulirkan Program
PPIDK Mandiri ini untuk memberikan kepercayaan pada masyarakat
desa/kelurahan dalam merencanakan, melaksanakan, mengawasi dan
|
Kegiatan Drainase dan Box Culver mini dana dari PPIDK |
memanfaatkan hasil pembangunan infrastruktur yang bersifat sederhana dan
dapat dikerjakan dengan menggunakan peralatan yang relatif sederhana
serta sesuai kebutuhan yang paling mendesak di Desa/Kelurahan yang
bersangkutan," tegas Bupati HM Harris.
Program
PPIDK Pelalawan ini, dalam aplikasi di lapangan, berbasis pemberdayaan
masyarakat meliputi fasilitasi dan memobilisasi masyarakat dalam
melakukan identifikasi permasalahan kemiskinan, menyusun perencanaan dan
melaksanakan pembangunan infrastruktur desa/kelurahannya. Dengan pola
ini, masyarakat sudah dilibatkan sejak awal, mulai dari perencanaan,
pelaksanaan, termasuk mengevaluasi hasil pekerjaan yang dilakukan.
Sehingga masyarakat tempatan benar-benar dilibatkan secara utuh.
Pada
saat diluncurkan pada 2013 lalu, program PPIDK Mandiri Pelalawan ini
dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pelalawan
sebesar Rp50,7 milyar yang dialokasikan bagi 118 desa/kelurahan di
Kabupaten Pelalawan.
Setidaknya, ada lima sasaran yang ingin
dicapai dalam program PPIDK Mandiri ini di antaranya sasaran utama
masyarakat miskin, hampir miskin dan kaum perempuan. Kemudian
tersedianya infrastruktur desa/kelurahan yang sesuai dengan kebutuhan
masyarakat yang handal, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Target
berikutnya, meningkatkan sekaligus melatih kemampuan berorganisasi
masyarakat.
"Lebih penting lagi, program PPIDK ini mampu
meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membangun dan memanfaatkan
infrastruktur desa/kelurahan serta menimbulkan kesadaran memelihara
infrastruktur yang ada. Mengapa muncul kesadaran tinggi masyarakat,
karena masyarakat yang merencanakan, membangun serta yang mengawasi
pembangunan itu sendiri, walaupun sumber dananya APBD. Jadi secara
otomatis mereka akan menjaganya," tambah Harris.
Lalu, apa
kriteria infrastruktur yang bisa dibangun melalui program PPIDK ini?
Setidaknya ada beberapa faktor yang menjadi pertimbang, yakni prasarana
yang akan dibangun sifatnya darurat atau mendesak bagi warga masyarakat
desa/kelurahan. Penetapan infrastruktur itu bukan menjadi otoriasi
kepala desa atau lurah, melainkan melalui musyawarah desa/kelurahan.
Faktor
lainnya, infrastruktur yang akan dibangun harus dapat langsung
memberikan manfaat bagi masyarakat di desa/kelurahan dan hasil
pembangunan tersebut bisa langsung difungsikan untuk kemaslahatan
masyarakat.
"Pertimbangan
lainnya, infrastruktur tersebut dapat mendukung akses desa yang
otomatis mengurangi keterisolasian. Sebut saja misalnya jalan atau
jembatan. Dengan dibangunnya jalan dan jembatan bisa membuka akses desa
sehingga transportasi menjadi lancar. Di bidang pertanian, misalnya
mendukung peningkatan produksi pangan seperti pembangunan irigasi.
Intinya, infrastruktur itu harus berorientasi pada pengembangan wilayah
desa/kelurahan serta peningkatan kualitas aksesdan kesejahteraan
masyarakat setempat," tambah Harris.
Program PPIDK ini, setiap
tahun terus dilaksanakan. Berbagai infrastruktur di pedesaan dan
kelurahan telah berhasil direalisasikan. Hasilnya menggembirakan. Untuk
itu, pada tahun 2015 ini, program PPIDK Kabupaten Pelalawan kembali
dilanjutkan melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa
(BPMPD) Kabupaten Pelalawan. Program unggulan Pemkab Pelalawan untuk
mengejar ketertinggalan dan mempercepat pemerataan pembangunan
infrastruktur desa ini, telah mulai pengerjaannya awal Maret lalu.
Alokasi anggaran PPIDK untuk tahun 2015 ini, sebesar Rp60,7 miliar.
Persyaratan pencairan dan pendamping Program.
Program PPIDK-Mandiri merupakan program Swakelola,yang mana alokasi dana yang diberikan oleh pemda pelalawan merupakan danah hiba, dana tersebut langsung ditransfer kerekening desa,kemudian dalam rekening desa ke rekening TPK . dalam pencairan dana ada beberapa persyaratan yang harus dilakukan hal ini sesuai dengan konsep program yaitu pemberdayaan, jadi keterlibatan masyarakat secara langsung dalam pelaksanaan program ini sangat menentukan.hasil pelaksanaan musyawarah desa yang telah dilaksanakan BPMPD bersama masyarakat di 118 desa/keluruhan se-Kabupaten Pelalalawan, usulan yang menjadi prioritas masyarakat yakni pembangunan Balai Desa, jalan seminasi dan jaringan listrik. Untuk pelaksanaan selanjutnya, usulan inikan dibuat dalam bentuk proposal yang akan diajukan oleh masing-masing desa/kelurahan kepada Pemkab Pelalawan melalui BPMPD.
Untuk
memperlancar program PPIDK ini, telah dibentuk tim PPIDK tingkat
kabupaten. Selanjutnya di tingkat desa, para Kepala Desa/Kelurahan akan
membentuk Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) sebagai pelaksana
kegiatan PPIDK tersebut, tentunya setelah mengajukan proposal
pembangunan melalui PPIDK. Besarnya alokasi anggaran untuk masing-masing
desa/kelurahan berkisar RP400-500 juta.
Dalam Pelaksanaan Kegiatan PPIDK ada tim yang akan memantau pelaksanaan program ini di lapangan. Apabila dalam implementasinya ada desa atau kelurahan yang berhasil dengan baik,Pemkab Pelalawan akan memberikan penghargaan (reward) dalam bentuk penambahan dana PPIDK. Besarnya jumlah anggaran untuk reward ini berpatokan pada peringkat keberhasilan masing-masing desa. Misalnya, terbaik I mendapat tambahan anggaran Rp150 juta, terbaik II Rp100, dan terbaik III sebesar Rp75 juta.
"Intinya, bagaimana program PPDIK
yang dicanangkan ini, dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat
untuk kemajuan desa. Untuk itu, kita harapkan masyarakat dapat melakukan
pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan PPIDK ini, agar hasilnya
maksimal. Jika ada pekerjaan yang berjalan di luar jalur, segera
laporkan kepada BPMPD untuk ditindaklanjuti. Pasalnya, percepatan
pembangunan sudah menjadi target Pemkab Pelalawan demi kesejahteraan
masyarakat