PPIDK-Mandiri, Program andalan Bupati pelalawan

PPIDK-Mandiri, Program andalan Bupati pelalawan

Pelalawan- HM Harris(Bupati Pelalawan)saat kunjungan ke desa melihat perkembangan pembangunan program PPIDK Kabupaten Pelalawan.

BUPATI Pelalawan HM Harris selama masa kepemimpinannya di Kabupaten Pelalawan, terus melakukan berbagai program-program unggulan yang pro-rakyat. Selain membuka kawasan industri teknopolitan di kawasan Langgam, program pengembangan pembangunan di pedesaan dan kecamatan di merata Kabupaten Pelalawan terus digalakkan.

Banyak Manfaat yang bisa diperoleh,  Melalui Program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Desa/Kelurahan  (PPIDK-Mandiri) yang diluncurkan pada tahun 2013 lalu, dan pada tahun 2015 ini telah memasuki tahun ke-3, telah banyak memberikan dampak positif bagi percepatan pembangunan desa/Kelurahan. Selain itu, melalui program PPIDK ini,  pembangunan yang berkualitas bisa diwujudkan dan langsung menyentuh kehidupan dan kebutuhan masyarakat pedesaan.Kalau dibandingkan dengan tender biasa, program ini bisa menghemat APBD kita. Bayangkan, jika proyek tender biasa menghabiskan budget Rp 1 miliar, dengan melalui PPDIK ini bisa saja setengah dari budget itu. bahkan, kualitas pekerjaan pun tak jauh kalah, baiknya dan tidak diragukan lagi," ungkap Bupati Pelalawan HM Harris.

Prestasi.
program ini sangat mempunyai prestasi yang cukup baik dan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur daerah, maka dalam berbagai kesempatan, orang nomor satu di Kabupaten Pelalawan ini, senantiasa menggaungkan keunggulan program ini dalam berbagai kesempatan, terutama dalam kunjungan kerjanya ke desa-desa.

Bupati Pelalawan benar-benar menjadikan program PPIDK ini sebagai program andalan. Sehingga tidak heran untuk penyebarluasan informasi program ini, tahun  2013 lalu, Bupati Pelalawan HM Harris secara khusus mempromosikannya dalam wawancara di salah satu televisi. Bupati bahkan berkeyakinan program PPDIK Kabupaten Pelalawan ini  bisa menjadi salah satu program percontohan di Indonesia.

"ada harapan yang besar,  melihat fakta di lapangan program yang baru saja digelontorkan pada awal tahun 2013 lalu ini bisa menjadi salah satu program percontohan percepatan pembangunan yang ada di Indonesia," tegasnya.


Dalam wawancara di salah  satu televisi swasta nasional itu, HM Harris menjadikan PPIDK ini  sebagai bentuk sharing proram dengan daerah lain.

Lalu, apa yang  menjadi dasar  ide lahirnya program PPIDK ini? Ternyata, pertimbangan  masih banyak infrastruktur desa/kelurahan di Kabupaten Pelalawan yang  belum memadai dan fasilitas umum serta fasilitas sosial yang perlu
secara terus-menerus ditingkatkan.

Dampak positif program ini  secara langsung berimbas pada perekonomian dan juga kehidupan sosial  kemasyarakatan. Dengan dibangunnya berbagai infrastruktur desa, berbagai potensi daerah bisa diberdayakan untuk menunjang kesejahteraan
masyarakat.

Selain itu, latar belakang lain dikeluarkan kebijakan yang telah dituangkan dalam Peraturan Bupati Nomor 10 Tahun 2013  tentang Pedoman Pelaksanaan Bantuan Keuangan Program Percepatan  Pembangunan Infrastruktur Desa/Kelurahan (PPIDK) Mandiri ini,
pertimbangan jumlah penduduk miskin yang banyak terpusat di desa/  kelurahan disebabkan terus berkurangnya sumber mata pencaharian  masyarakat.

Hal ini apabila terbiarkan tanpa dicarikan solusi,  akan mengakibatkan berbagai dampak negatif seperti tingginya beban  sosial ekonomi masyarakat, sikap apatis masyarakat. Lebih  mengkhawatirkan lagi, terjadinya kemelorotan kualitas generasi muda masa depan sebagai dampak menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap
birokrasi dalam memberdayakan masyarakat.

Diluncurkannya program  PPIDK Mandiri Tahun 2013 ini juga bertolak dari pertimbangan selama ini  banyaknya pembangunan desa dilakukan oleh kontraktor yang umumnya  berasal dari luar desa/kelurahan tempatan, sehingga kurang berdampak
terhadap upaya membangkitkan dan menggerakkan perekonomian  desa/kelurahan. Mengapa? Karena setelah pekerjaan selesai, sebagian uang hasil pembangunan infrastruktur tersebut dibawa dan dipergunakan diluar desa/kelurahan bersangkutan. Sisi lainnya, rasa tanggung jawab  kontraktor dari luar desa/kelurahan akan memiliki tanggung jawab yang  jelas tidak sama besarnya dengan masyarakat tempatan.

"Dengan  berbagai latar belakang itulah, Pemkab Pelalawan menggulirkan Program
PPIDK Mandiri ini untuk memberikan kepercayaan pada masyarakat
desa/kelurahan dalam merencanakan, melaksanakan, mengawasi dan
memanfaatkan hasil pembangunan infrastruktur yang bersifat sederhana dan
dapat dikerjakan dengan menggunakan peralatan yang relatif sederhana
serta sesuai kebutuhan yang paling mendesak di Desa/Kelurahan yang
bersangkutan," tegas Bupati HM Harris.

Program PPIDK Pelalawan ini, dalam aplikasi di lapangan, berbasis pemberdayaan
masyarakat meliputi fasilitasi dan memobilisasi masyarakat dalam
melakukan identifikasi permasalahan kemiskinan, menyusun perencanaan dan
melaksanakan pembangunan infrastruktur desa/kelurahannya. Dengan pola
ini, masyarakat sudah dilibatkan sejak awal, mulai dari perencanaan,
pelaksanaan, termasuk mengevaluasi hasil pekerjaan yang dilakukan.
Sehingga masyarakat tempatan benar-benar dilibatkan secara utuh.

Pada saat diluncurkan pada 2013 lalu, program PPIDK Mandiri Pelalawan ini
dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pelalawan
sebesar Rp50,7 milyar yang dialokasikan bagi 118 desa/kelurahan di
Kabupaten Pelalawan.

Setidaknya, ada lima sasaran yang ingin  dicapai dalam program PPIDK Mandiri ini di antaranya sasaran utama  masyarakat miskin, hampir miskin dan kaum perempuan. Kemudian  tersedianya infrastruktur desa/kelurahan yang sesuai dengan kebutuhan
masyarakat yang handal, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Target
berikutnya, meningkatkan sekaligus melatih kemampuan berorganisasi
masyarakat.

"Lebih penting lagi, program PPIDK ini mampu  meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membangun dan memanfaatkan  infrastruktur desa/kelurahan serta menimbulkan kesadaran memelihara  infrastruktur yang ada. Mengapa muncul kesadaran tinggi masyarakat,  karena masyarakat yang merencanakan, membangun serta yang mengawasi
pembangunan itu sendiri, walaupun sumber dananya APBD. Jadi secara  otomatis mereka akan menjaganya," tambah Harris.

Lalu, apa  kriteria infrastruktur yang bisa dibangun melalui program PPIDK ini?
Setidaknya ada beberapa faktor yang menjadi pertimbang, yakni prasarana
yang akan dibangun sifatnya darurat atau mendesak bagi warga masyarakat
desa/kelurahan. Penetapan infrastruktur itu bukan menjadi otoriasi
kepala desa atau lurah, melainkan melalui musyawarah desa/kelurahan.

Faktor lainnya, infrastruktur yang akan dibangun harus dapat langsung
memberikan manfaat bagi masyarakat di desa/kelurahan dan hasil
pembangunan tersebut bisa langsung difungsikan untuk kemaslahatan
masyarakat.


"Pertimbangan lainnya, infrastruktur tersebut dapat mendukung akses desa yang
otomatis mengurangi keterisolasian. Sebut saja misalnya jalan atau
jembatan. Dengan dibangunnya jalan dan jembatan bisa membuka akses desa
sehingga transportasi menjadi lancar. Di bidang pertanian, misalnya
mendukung peningkatan produksi pangan seperti pembangunan irigasi.
Intinya, infrastruktur itu harus berorientasi pada pengembangan wilayah
desa/kelurahan serta peningkatan kualitas aksesdan kesejahteraan
masyarakat setempat," tambah Harris.

Program PPIDK ini, setiap  tahun terus dilaksanakan. Berbagai infrastruktur di pedesaan dan  kelurahan telah berhasil direalisasikan. Hasilnya menggembirakan. Untuk  itu, pada tahun 2015 ini, program PPIDK Kabupaten Pelalawan kembali
dilanjutkan melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa
(BPMPD) Kabupaten Pelalawan. Program unggulan Pemkab Pelalawan untuk
mengejar ketertinggalan dan mempercepat pemerataan pembangunan  infrastruktur desa ini, telah mulai pengerjaannya awal Maret lalu.  Alokasi anggaran PPIDK untuk tahun 2015 ini, sebesar Rp60,7 miliar.



Persyaratan pencairan dan pendamping Program.
Program PPIDK-Mandiri merupakan program Swakelola,yang mana alokasi dana yang diberikan oleh pemda pelalawan merupakan danah hiba, dana tersebut langsung ditransfer kerekening desa,kemudian dalam rekening desa ke rekening TPK . dalam pencairan dana ada beberapa persyaratan yang harus dilakukan hal ini sesuai dengan konsep program yaitu pemberdayaan, jadi keterlibatan masyarakat secara langsung dalam pelaksanaan program ini sangat menentukan.hasil pelaksanaan musyawarah desa yang telah dilaksanakan BPMPD bersama masyarakat di 118 desa/keluruhan se-Kabupaten Pelalalawan, usulan yang menjadi prioritas masyarakat yakni pembangunan Balai Desa, jalan seminasi dan jaringan listrik. Untuk pelaksanaan selanjutnya, usulan inikan dibuat dalam bentuk proposal yang akan diajukan oleh masing-masing desa/kelurahan kepada Pemkab Pelalawan melalui BPMPD.

Untuk  memperlancar program PPIDK ini, telah dibentuk tim PPIDK tingkat
kabupaten. Selanjutnya di tingkat desa, para Kepala Desa/Kelurahan akan
membentuk Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) sebagai pelaksana  kegiatan PPIDK tersebut, tentunya setelah mengajukan proposal  pembangunan melalui PPIDK. Besarnya alokasi anggaran untuk masing-masing desa/kelurahan berkisar RP400-500 juta.


Dalam Pelaksanaan Kegiatan PPIDK ada tim yang akan memantau pelaksanaan program ini di lapangan. Apabila dalam implementasinya ada desa atau kelurahan yang berhasil dengan baik,Pemkab Pelalawan akan memberikan penghargaan (reward) dalam bentuk penambahan dana PPIDK. Besarnya jumlah anggaran untuk reward ini berpatokan pada peringkat keberhasilan masing-masing desa. Misalnya, terbaik I mendapat tambahan anggaran Rp150 juta, terbaik II Rp100, dan terbaik III sebesar Rp75 juta.

"Intinya, bagaimana program PPDIK  yang dicanangkan ini, dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat  untuk kemajuan desa. Untuk itu, kita harapkan masyarakat dapat melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan PPIDK ini, agar hasilnya
maksimal. Jika ada pekerjaan yang berjalan di luar jalur, segera  laporkan kepada BPMPD untuk ditindaklanjuti. Pasalnya, percepatan  pembangunan sudah menjadi target Pemkab Pelalawan demi kesejahteraan masyarakat

 

 

HM Harris(Bupati Pelalawan)saat kunjungan ke desa melihat perkembangan pembangunan program PPIDK Kabupaten Pelalawan.

 

Tampak Bupati Pelalawan (HM. Haris)mendorong  Gerobak pada saat pelaksanaan kegiatan PPIDK

 BUPATI Pelalawan HM Harris selama masa kepemimpinannya di Kabupaten Pelalawan, terus melakukan berbagai program-program unggulan yang pro-rakyat. Selain membuka kawasan industri teknopolitan di kawasan Langgam, program pengembangan pembangunan di pedesaan dan kecamatan di merata Kabupaten Pelalawan terus digalakkan.

 

Banyak Manfaat yang bisa diperoleh,

Melalui Program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Desa/Kelurahan

 

PPIDK=Mandiri  Kelistrikan

(PPIDK-Mandiri) yang diluncurkan pada tahun 2013 lalu, dan pada tahun 2015 ini telah memasuki tahun ke-3, telah banyak memberikan dampak positif bagi percepatan pembangunan desa/Kelurahan. Selain itu, melalui program PPIDK ini,  pembangunan yang berkualitas bisa diwujudkan dan langsung menyentuh kehidupan dan kebutuhan masyarakat pedesaan.Kalau dibandingkan dengan tender biasa, program ini bisa menghemat APBD kita. Bayangkan, jika proyek tender biasa menghabiskan budget Rp 1 miliar, dengan melalui PPDIK ini bisa saja setengah dari budget itu. bahkan, kualitas pekerjaan pun tak jauh kalah, baiknya dan tidak diragukan lagi," ungkap Bupati Pelalawan HM Harris.

 

Prestasi.

 

     Papan Informasi Kegiatan PPIDK-Mandiri

program ini sangat mempunyai prestasi yang cukup baik dan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur daerah, maka dalam berbagai kesempatan, orang nomor satu di Kabupaten Pelalawan ini, senantiasa menggaungkan keunggulan program ini dalam berbagai kesempatan, terutama dalam kunjungan kerjanya ke desa-desa.

 

Bupati Pelalawan benar-benar menjadikan program PPIDK ini sebagai program andalan. Sehingga tidak heran untuk penyebarluasan informasi program ini, tahun  2013 lalu, Bupati Pelalawan HM Harris secara khusus mempromosikannya dalam wawancara di salah satu televisi. Bupati bahkan berkeyakinan program PPDIK Kabupaten Pelalawan ini  bisa menjadi salah

satu program percontohan di Indonesia.

 

"ada harapan yang besar,

 melihat fakta di lapangan program yang baru saja digelontorkan pada awal tahun 2013 lalu ini bisa menjadi salah satu program percontohan percepatan pembangunan yang ada di Indonesia," tegasnya.

 

 

Dalam wawancara di salah

satu televisi swasta nasional itu, HM Harris menjadikan PPIDK ini

sebagai bentuk sharing proram dengan daerah lain.

 

Lalu, apa yang

menjadi dasar  ide lahirnya program PPIDK ini? Ternyata, pertimbangan

masih banyak infrastruktur desa/kelurahan di Kabupaten Pelalawan yang

belum memadai dan fasilitas umum serta fasilitas sosial yang perlu

secara terus-menerus ditingkatkan.

 

Dampak positif program ini

secara langsung berimbas pada perekonomian dan juga kehidupan sosial

kemasyarakatan. Dengan dibangunnya berbagai infrastruktur desa, berbagai potensi daerah bisa diberdayakan untuk menunjang kesejahteraan

masyarakat.

 

Selain itu, latar belakang lain dikeluarkan kebijakan

yang telah dituangkan dalam Peraturan Bupati Nomor 10 Tahun 2013

tentang Pedoman Pelaksanaan Bantuan Keuangan Program Percepatan

Pembangunan Infrastruktur Desa/Kelurahan (PPIDK) Mandiri ini,

pertimbangan jumlah penduduk miskin yang banyak terpusat di desa/

kelurahan disebabkan terus berkurangnya sumber mata pencaharian

masyarakat.

 

Hal ini apabila terbiarkan tanpa dicarikan solusi,

akan mengakibatkan berbagai dampak negatif seperti tingginya beban

sosial ekonomi masyarakat, sikap apatis masyarakat. Lebih

mengkhawatirkan lagi, terjadinya kemelorotan kualitas generasi muda masa

depan sebagai dampak menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap

birokrasi dalam memberdayakan masyarakat.

 

Diluncurkannya program

PPIDK Mandiri Tahun 2013 ini juga bertolak dari pertimbangan selama ini

banyaknya pembangunan desa dilakukan oleh kontraktor yang umumnya

berasal dari luar desa/kelurahan tempatan, sehingga kurang berdampak

terhadap upaya membangkitkan dan menggerakkan perekonomian

desa/kelurahan. Mengapa? Karena setelah pekerjaan selesai, sebagian uang

hasil pembangunan infrastruktur tersebut dibawa dan dipergunakan diluar

desa/kelurahan bersangkutan. Sisi lainnya, rasa tanggung jawab

kontraktor dari luar desa/kelurahan akan memiliki tanggung jawab yang

jelas tidak sama besarnya dengan masyarakat tempatan.

 

"Dengan

berbagai latar belakang itulah, Pemkab Pelalawan menggulirkan Program

PPIDK Mandiri ini untuk memberikan kepercayaan pada masyarakat

desa/kelurahan dalam merencanakan, melaksanakan, mengawasi dan

 

Kegiatan Drainase dan Box Culver mini dana dari PPIDK

memanfaatkan hasil pembangunan infrastruktur yang bersifat sederhana dan

dapat dikerjakan dengan menggunakan peralatan yang relatif sederhana

serta sesuai kebutuhan yang paling mendesak di Desa/Kelurahan yang

bersangkutan," tegas Bupati HM Harris.

 

Program

PPIDK Pelalawan ini, dalam aplikasi di lapangan, berbasis pemberdayaan

masyarakat meliputi fasilitasi dan memobilisasi masyarakat dalam

melakukan identifikasi permasalahan kemiskinan, menyusun perencanaan dan

melaksanakan pembangunan infrastruktur desa/kelurahannya. Dengan pola

ini, masyarakat sudah dilibatkan sejak awal, mulai dari perencanaan,

pelaksanaan, termasuk mengevaluasi hasil pekerjaan yang dilakukan.

Sehingga masyarakat tempatan benar-benar dilibatkan secara utuh.

 

Pada

saat diluncurkan pada 2013 lalu, program PPIDK Mandiri Pelalawan ini

dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pelalawan

sebesar Rp50,7 milyar yang dialokasikan bagi 118 desa/kelurahan di

Kabupaten Pelalawan.

 

Setidaknya, ada lima sasaran yang ingin

dicapai dalam program PPIDK Mandiri ini di antaranya sasaran utama

masyarakat miskin, hampir miskin dan kaum perempuan. Kemudian

tersedianya infrastruktur desa/kelurahan yang sesuai dengan kebutuhan

masyarakat yang handal, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Target

berikutnya, meningkatkan sekaligus melatih kemampuan berorganisasi

masyarakat.

 

"Lebih penting lagi, program PPIDK ini mampu

meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membangun dan memanfaatkan

infrastruktur desa/kelurahan serta menimbulkan kesadaran memelihara

infrastruktur yang ada. Mengapa muncul kesadaran tinggi masyarakat,

karena masyarakat yang merencanakan, membangun serta yang mengawasi

pembangunan itu sendiri, walaupun sumber dananya APBD. Jadi secara

otomatis mereka akan menjaganya," tambah Harris.

 

Lalu, apa

kriteria infrastruktur yang bisa dibangun melalui program PPIDK ini?

Setidaknya ada beberapa faktor yang menjadi pertimbang, yakni prasarana

yang akan dibangun sifatnya darurat atau mendesak bagi warga masyarakat

desa/kelurahan. Penetapan infrastruktur itu bukan menjadi otoriasi

kepala desa atau lurah, melainkan melalui musyawarah desa/kelurahan.

 

Faktor

lainnya, infrastruktur yang akan dibangun harus dapat langsung

memberikan manfaat bagi masyarakat di desa/kelurahan dan hasil

pembangunan tersebut bisa langsung difungsikan untuk kemaslahatan

masyarakat.

 

 

"Pertimbangan

lainnya, infrastruktur tersebut dapat mendukung akses desa yang

otomatis mengurangi keterisolasian. Sebut saja misalnya jalan atau

jembatan. Dengan dibangunnya jalan dan jembatan bisa membuka akses desa

sehingga transportasi menjadi lancar. Di bidang pertanian, misalnya

mendukung peningkatan produksi pangan seperti pembangunan irigasi.

Intinya, infrastruktur itu harus berorientasi pada pengembangan wilayah

desa/kelurahan serta peningkatan kualitas aksesdan kesejahteraan

masyarakat setempat," tambah Harris.

 

Program PPIDK ini, setiap

tahun terus dilaksanakan. Berbagai infrastruktur di pedesaan dan

kelurahan telah berhasil direalisasikan. Hasilnya menggembirakan. Untuk

itu, pada tahun 2015 ini, program PPIDK Kabupaten Pelalawan kembali

dilanjutkan melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa

(BPMPD) Kabupaten Pelalawan. Program unggulan Pemkab Pelalawan untuk

mengejar ketertinggalan dan mempercepat pemerataan pembangunan

infrastruktur desa ini, telah mulai pengerjaannya awal Maret lalu.

Alokasi anggaran PPIDK untuk tahun 2015 ini, sebesar Rp60,7 miliar.

 

 

 

Persyaratan pencairan dan pendamping Program.

Program PPIDK-Mandiri merupakan program Swakelola,yang mana alokasi dana yang diberikan oleh pemda pelalawan merupakan danah hiba, dana tersebut langsung ditransfer kerekening desa,kemudian dalam rekening desa ke rekening TPK . dalam pencairan dana ada beberapa persyaratan yang harus dilakukan hal ini sesuai dengan konsep program yaitu pemberdayaan, jadi keterlibatan masyarakat secara langsung dalam pelaksanaan program ini sangat menentukan.hasil pelaksanaan musyawarah desa yang telah dilaksanakan BPMPD bersama masyarakat di 118 desa/keluruhan se-Kabupaten Pelalalawan, usulan yang menjadi prioritas masyarakat yakni pembangunan Balai Desa, jalan seminasi dan jaringan listrik. Untuk pelaksanaan selanjutnya, usulan inikan dibuat dalam bentuk proposal yang akan diajukan oleh masing-masing desa/kelurahan kepada Pemkab Pelalawan melalui BPMPD.

 

Untuk

memperlancar program PPIDK ini, telah dibentuk tim PPIDK tingkat

kabupaten. Selanjutnya di tingkat desa, para Kepala Desa/Kelurahan akan

membentuk Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) sebagai pelaksana

kegiatan PPIDK tersebut, tentunya setelah mengajukan proposal

pembangunan melalui PPIDK. Besarnya alokasi anggaran untuk masing-masing

desa/kelurahan berkisar RP400-500 juta.

 

 

Dalam Pelaksanaan Kegiatan PPIDK ada tim yang akan memantau pelaksanaan program ini di lapangan. Apabila dalam implementasinya ada desa atau kelurahan yang berhasil dengan baik,Pemkab Pelalawan akan memberikan penghargaan (reward) dalam bentuk penambahan dana PPIDK. Besarnya jumlah anggaran untuk reward ini berpatokan pada peringkat keberhasilan masing-masing desa. Misalnya, terbaik I mendapat tambahan anggaran Rp150 juta, terbaik II Rp100, dan terbaik III sebesar Rp75 juta.

 

"Intinya, bagaimana program PPDIK

yang dicanangkan ini, dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat

untuk kemajuan desa. Untuk itu, kita harapkan masyarakat dapat melakukan

pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan PPIDK ini, agar hasilnya

maksimal. Jika ada pekerjaan yang berjalan di luar jalur, segera

laporkan kepada BPMPD untuk ditindaklanjuti. Pasalnya, percepatan

pembangunan sudah menjadi target Pemkab Pelalawan demi kesejahteraan

masyarakat

Berita Terkait

PHR Temukan Harta Karun Baru, Sumur TOPI-002 Hasilkan 795 Barel Minyak Per Hari

DURI, Portalriau.com--28 April 2026 – Di tengah tantangan penurunan produksi alami di lapangan minyak Blok Rokan, SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) justru…...

Di bocorkan warga Ini nama nama BD Narkoba di Bilah Hulu.Kapolres diminta bertindak

Labuhanbatu. Peredaran narkoba jenis Sabu sabu belum juga musnah dari bumi Labuhanbatu, entah apa yang menyebabkan hal tersebut, apakah lambannya penanganan penegak hukum, ketidak pedulian…...

PHR Santuni 50 Dhuafa dan Tuntaskan Solusi Banjir serta Jalan Rusak di South Bekasap

BENGKALIS, Portalriau.com---24 April 2026 – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyalurkan santunan kepada 50 dhuafa di Kelurahan Pematang Pudu, Kabupaten Bengkalis, sebagai bagian dari syukuran…...

Tokoh Masyarakat Apresiasi Kinerja Kapolres Rohil, Cepat Tanggap Tangani Persoalan di Panipahan

Rokan Hilir –Portalriau.com--- Tokoh masyarakat Kabupaten Rokan Hilir, H. Fuad dan H. Samsul, menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Rokan Hilir atas kinerja cepat dan tanggap dalam…...

KAPOLRES ROHIL BERSAMA UPIKA PANIPAHAN GELAR PENANAMAN POHON DALAM RANGKA HARI BUMI SEDUNIA

Rokan Hilir – Portalriau.com--Dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia, Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H. bersama unsur UPIKA Panipahan melaksanakan kegiatan penanaman…...