Proyek Dirainase di Desa Koto-Rambah Diduga Proyek Siluman, Polisi Diminta Chek Kelapangan

Proyek Dirainase di Desa Koto-Rambah Diduga Proyek Siluman, Polisi Diminta Chek Kelapangan

Portalriau.com - ROKAN HULU - Proyek pembangunan dirainase, di Desa Koto Tinggi, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), diduga proyek siluman, sebab tidak tahu pasti apa perusahaan dan berapa volume proyek tersebut, jadi diminta pihak kepolisian dari Polres Rohul supaya mengchek langsung kesalapangan. 

Saat awak media sampai di lapangan, para pekerja sedang sibuk mengocok semen dengan cangkul, sedangkan molen yangg di tempat tidak dipergunakan, mereka para pekerjaan beralasan rusak, kemudian pengawas projek sedang memperbaikinya di Desa Haiti atau Rambah Tengah Barat (RTB). 

Tak lama berselang salah warga datang dan mengaku diri Anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) Desa Koto Tinggi, Bahrum, dirinya sempat menanyakan siapa pemilik proyek, karena papan planknya tidak ada jadi tentu masyarakat bertanya-tanya. 

Apalagi, masa kalian ini mengocok semen pakai cangkul, "Ini nanti pekerrjaan sia-sia, tengok kalau cepar rusaknya, seharusnya pakai molen lah," cetus seraya meninggal awak media dan para pekerja. 

Salah seorang meminta awak medai supaya datang sore-sore saja, karena pengawas lapangan datangnya sore, sekalian mau mengantar molen yang sudah diperbaiki, tapi setelah didatangi pada sore harinya, pengawas lapangan juga tak muncul batang hidungnya. Tapi menurun pengakuan pekerjan kalau proyek tersebut bersumber dari anggaran APBD Provinsi Riau. 

Melihat kondisi itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (BPMP) Rohul, Arisman dikonfirmasi melalaui Kabid Bina Marga, Anton Hasibuan,  menjawab dirinya tidak tahu pasti itu proyek siapa yang jelasnya APBD Rohul belum, pemberitahuan kepada intansinya juga tidak ada.

"Mungkin proyek desa kali atau proyek APBN, tapi tau pastilah, tanyak sama orang, herannya kok ada plank proyeknya," pungkas Anton Hasibuan sambil menutup telpon genggamnya.

Aktifis Rohul, S. Hasibuan, menyayangkan dengan kondisi proyek tersebut, mereka seolah-olah tidak transparan terkait pembangunannya, seharusnya ini tak perlu mereka lakukan apalagi pekerjaan masih dalam lingkungan Kota Pasir Pangaraian. 

"Kita minta pihak kepolisian dari Polres Rohul, supaya memeriksa proyek tersebut, kita khawatir nanti jika pekerjaannya hanya memakai molen hanya dengan menggunakan skop seperti kualitas bangunan tidak dan cepat rusak," tutupnya. (DPR)

Berita Terkait

Long Term Guesthouse Rental Bali: How to Verify Included Services and Avoid Hidden Overage Bills

You signed up because the listing said 'utilities included.' A few months in, the landlord hands you an overage bill for electricity you thought was…...

Mourinho Ungkap Alasan Real Madrid Gagal Mendatangkan Rodri

Olahraga- Jose Mourinho mengungkap cerita di balik kegagalan Real Madrid mendatangkan Rodri. Pelatih asal Portugal tersebut menilai keraguan sang gelandang menjadi salah satu faktor utama…...

Omar Artan Jadi Wasit Piala Super Eropa 2026 Setelah Gagal Tampil di Piala Dunia

Olahraga- Wasit asal Somalia, Omar Artan, akan mencatat sejarah baru dalam kariernya setelah dipercaya memimpin pertandingan Piala Super Eropa 2026. Penunjukan tersebut menjadi pencapaian penting…...

Manchester City Resmi Datangkan Kiper Timnas Argentina Geronimo Rulli

OLahraga- Manchester City resmi menambah kekuatan di sektor penjaga gawang setelah merekrut kiper tim nasional Argentina, Geronimo Rulli, dari klub Prancis Olympique Marseille. Transfer tersebut…...

Aston Villa Resmi Datangkan Zion Suzuki dan Matteo Ruggeri

Olahraga- Aston Villa kembali bergerak aktif di bursa transfer musim panas 2026. Klub Premier League tersebut resmi mengumumkan kedatangan dua pemain anyar, yakni kiper Zion…...