Reses Suparman di Desa Rambah Utama Ajak Mahasiwa Aktif, Kreatif, dan Janji Akan Buka Peluang Kerja
RAMBAHSAMO-Ketua DPRD Provinsi Riau Suparman saat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di Desa Rambahutama, Kecamatan Rambahsamo, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Kamis (13/8), dirinya akan berkoordinasi dengan pihak Pemprov Riau untuk membuka lapangan kerja baru, sehingga sarjana pengangguran di Negeri Seribu Suluk bisa tersalurkan.
Keterangan ini muncul saat mahasiswa Universitas Riau (Unri) asal Desa Rambahutama, Khifah, bertanya, langkah strategis yang akan dilakukan Suparman kedepan, terkait pendidikan dan sarjana yang kini sudah banyak jadi penangguran. “Apalagi bapak kabarnya majadi Bupati Rohul, sementara banyak masyarakat Rohul yang mendambakan pendidikan di perguruan tinggi, kemduian banyak saat ini sarjana yang luntang-lantung, karena tidak mendapat pekerjaan, lalu apa solusi yang bapak berikan,” tanya Khifah.
Disampaikan Suparman, dirinya juga dulu aktifis mahasiwa, bukan berasal dari keluarga yang kaya-raya atau pejabat tinggi, mahasiwa termasuk manusia yang dilebihkan dari manusia lainnya, jadi harus bisa menata hidup, mandiri, kreatif, aktif dan mampu melakukan perobahan baik untuk dirinya sendiri, tempat tinggal atau daerahnya.
“Kalau di Pemprov Riau, kita ada menampung anggaran untuk beasiswa untuk mahasiswa, namun yang mendapat itu, tentu
ada klasifikasi, mungkin mahasiswa miskin dan berprestasi, silahkan berkoordinasi dengan biro keuangan Pemprov Riaum, namun kalau untuk Rohul nanti saya komunikasi dengan bupatinya, tapi kalau saya jadi Bupati Rohul, itu memang target saya pemerataan pendidikan muali dari PAUD, TK, SD, SLTP, SLTA, S1 bahkan S2 akan dilakukan pemetaan dengan sebaiknya,” ulas Suparman.
Menurut, Suparman pendidikan ini merupakan modal utama dan termasuk barometer, bahkan sjahtera atau tidak sebuah daerah, semakin mantap pendidikan sesorang berarti dirinya akan semakin sejahtera, karena jika hidup bahagia didunia ini harus dengan ilmu pengetahuan. “Kalau saya mendapat restu dari Allah SWT menjadi Bupati Rohul pendidikan termasuk perhatian khusus bagi saya,” tegas Suparman yang juga kader Nahdatul Ulama ini.
Terkait, lapangan kerja, Suparman menegaskan mahasiswa harus merubah pradigma di tengah-tengah masyarakat, jika sudah sarjana harus jadi PNS itu harus dirobah. “Saya sendiri tidak pernah PNS, kalau saya jadi pegawai negeri mungkin saya sampai hari ini belum punya rumah, namun karena saya pengusaha dan bisa mengatur hidupnya dengan baik, alhamdulillah sudah punya lebih darui satu,” jelasnya.
Cuma tadi, adik mahasiswi itu, bertanya, jika Suparman jadi Bupati Rohul apa yang akan dilakukan untuk mengurangi pengangguran. “Tentu kita sudah siap untuk itu, karena jika sudah ditakdirkan menjadi orang nomor satu di Rohul, selain melakukan kordinasi konstruksif dengan perusahaan-perusahaan dan industri di Rohul, juga akan membuka lembaga-lembaga ekonomi kreatif dengan memanfaatkan potensi yang ada,” terangnya.
Lanjutnya, Pemrov Riau sudah membuat program Usaha Ekonomi Desa-Simpan Pinjam (UED-SP) dengan mengucurkan miliyaran anggaran, informasi Pemkab Rohul sudah mengembangkan itu dengan adanya program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). “Lembaga yang sudah diprakarsai Pemrov Riau ini akan dilakukan penataan dengan baik memanfaatkan sarjana-sarjana di desa-desa untuk mengelola ini,” ungkap Suparman.
Tidak itu saja, pengembangan koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM), Home Industri, Tambah Suparman, Rohul mermiliki kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat berlimpah. Cuma perlu pengelolaan dan pembinaan yang serius dari pemerintah. “Sehingga rakyat bisa mandiri, jadi adik-adik sarjana jangan galau, mari kita sama-sama berjuang untuk kesejahteraan kita, doakan dan dukung saya jadi Bupati Rohul biar kita buat perobahan yang lebih baik,” sebut Suparman dengan tersenyum diiringi dengan ratusan tepuk tangan dari masyarakat yang hadi saat itu.
Ditambahkan, Ketua DPRD Riau ini, jika masyarakat Rohul sudah bersatu mendukung dan memenangkan dirinya jadi orang nonmor satu di Negeri ini, bukan gedung mewah yang diutamakan tapi kesejahteraan yang prioritaskan, bangun parbik karet, karena Rohul punya ribuan hektar tanaman karet, lakukan kerja sama dengan koorporasi, sehingga masyarakat juga bisa sebagai tenaga kerja di sana, kemudian harga karet petanipun akan naik. “Selama ini karet diu Rohul itu harus dibawa ke Kabupaten Kampar kalau gak ke Tapsel-Sumut tentu kos tranportasinya akan tinggi, jika pabrik di sini, rakyat bisa bekerja harga getah petanipun naik,” pungkasnya. (mpr/mg12)